Luhut Ungkap Isi Pertemuan DEN dengan Prabowo di Istana
Topics Covered: Pertemuan antara Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan serta anggota DEN seperti Chatib Basri, Septian Hario Seto, dan Firman Hidayat di Istana Kepresidenan Jakarta menjadi sorotan media. Kegiatan ini berlangsung pada hari Selasa, 9 Juni 2026, pukul 15.35 WIB, menurut pengakuan Luhut setelah acara selesai. Pertemuan tersebut dianggap sebagai langkah penting dalam menyampaikan progres dan kebijakan strategis yang terkait dengan pembangunan ekonomi dan pemerintahan.
Perbaikan Sistem MBG dan Digitalisasi Pelayanan Publik
Pertemuan yang dihadiri oleh para anggota DEN membahas berbagai topik yang menjadi fokus utama pembangunan nasional. Salah satu isu yang dibahas adalah pembenahan sistem Makan Bergizi (MBG), yang berperan dalam meningkatkan kualitas gizi masyarakat. Luhut menyampaikan bahwa DEN telah melakukan survei independen terhadap pelaksanaan MBG di 800 titik, mengungkapkan hasil yang menunjukkan pelaksanaannya dijalankan secara profesional.
“Setelah kami dipanggil oleh Presiden, kami menyampaikan laporan tentang pelaksanaan MBG secara sistematis. Kami juga memberikan detail data yang menggambarkan kredibilitas DEN dalam menyuarakan isu-isu strategis,”
Dalam rangkaian Topics Covered ini, Luhut menekankan bahwa digitalisasi layanan publik menjadi salah satu prioritas. Pemerintah saat ini sedang memperkuat sistem government technology berbasis AI, dengan delapan kementerian/lembaga yang telah menggabungkan data menjadi satu platform. Luhut menuturkan bahwa keberhasilan ini memberikan keuntungan signifikan dalam efisiensi pengawasan dan transparansi pelayanan publik.
“Pertemuan ini memperlihatkan keberhasilan kita dalam mengintegrasikan teknologi digital. Data dari 8 kementerian/lembaga itu terpadu, dan ini akan membantu mendorong inovasi dalam pemerintahan,”
Survei Mandiri untuk Evaluasi MBG
Septian Hario Seto, salah satu anggota DEN, menambahkan bahwa survei mandiri yang dilakukan olehDEN menunjukkan adanya keterlibatan UMKM dalam program MBG. Menurutnya, setiap SPPG (Sektor Pangan dan Perdagangan) secara rata-rata bekerja sama dengan tiga UMKM, yang mencerminkan pembentukan ekosistem rantai pasok baru.
“Hasil survei mandiri kami menunjukkan bahwa 86,9% dari SPPG memiliki setidaknya satu pemasok kecil. Angka ini membuktikan MBG tidak hanya mengoptimalkan gizi anak-anak Indonesia, tetapi juga memperkuat keterlibatan usaha kecil dalam ekonomi nasional,”
Lebih lanjut, Seto menjelaskan bahwa sekitar 64-65% dari UMKM yang terlibat dalam MBG berada di wilayah yang sama dengan SPPG. Hal ini memperlihatkan dampak lokal dari kebijakan tersebut, serta potensi peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui keterlibatan ekonomi mikro.
“Melalui survei ini, kami memastikan bahwa MBG bukan hanya berfokus pada aspek kesehatan, tetapi juga pada pembentukan ekosistem pangan yang lebih inklusif. Kami berharap ini dapat menjadi referensi bagi kebijakan masa depan,”
Pertemuan tersebut juga membahas kemungkinan peningkatan kebijakan pembangunan ekonomi dengan mengintegrasikan teknologi dan partisipasi UMKM. Luhut mengungkapkan bahwa DEN berupaya memastikan bahwa setiap kebijakan memiliki dampak yang jelas terhadap masyarakat, terutama dalam aspek sosial dan ekonomi.
