Berita

Key Issue: Masih Hilang, 2 WN Singapura Diduga Tertimbun Pasir Erupsi Gunung Dukono

Erupsi Gunung Dukono Key Issue menjadi perhatian utama setelah dua warga negara Singapura (WN Singapura) tercatat masih dalam pencarian setelah erupsi Gunung

Desk Berita
Published Mei 10, 2026
Reading time 3 minutes
Conversation No comments

Key Issue: Dua WN Singapura Diduga Tertimbun Pasir Erupsi Gunung Dukono

Key Issue menjadi perhatian utama setelah dua warga negara Singapura (WN Singapura) tercatat masih dalam pencarian setelah erupsi Gunung Dukono yang terjadi pada Jumat (8/5/2026). Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari menyatakan bahwa tim SAR telah menemukan satu pendaki WNI, Enjel, dalam kondisi tewas. Dua titik timbunan pasir vulkanik yang ditemukan tak jauh dari lokasi jasad korban pertama mengindikasikan kemungkinan adanya dua WN Singapura yang belum ditemukan.

Kondisi Terkini Pencarian Korban

"Usai menemukan korban pertama, tim SAR gabungan juga menemukan dua titik timbunan material pasir dalam radius tiga meter dari lokasi korban. Dua titik tersebut diduga kuat terkait dengan dua korban lain yang masih dalam proses pencarian," ungkap Abdul Muhari seperti dilansir detikSulsel, Minggu (10/5/2026). Menurutnya, kondisi cuaca yang mulai gelap menjelang sore serta tingginya aktivitas vulkanik Gunung Dukono berdampak signifikan pada upaya evakuasi.

Key Issue ini kembali menjadi fokus utama bagi pihak berwenang setelah penemuan material pasir vulkanik yang menggambarkan kemungkinan korban hilang tertimbun. Tim SAR terus memprioritaskan pencarian korban yang belum ditemukan, meskipun risiko keselamatan personel terus menjadi pertimbangan utama.

Proses Evakuasi dan Tantangan yang Dihadapi

Erupsi Gunung Dukono pada 8 Mei 2026 menyebabkan puluhan pendaki terjebak di area yang tertutup pasir. Proses pencarian sempat mengalami hambatan karena ketebalan pasir vulkanik yang mencapai beberapa meter, mempersulit tim dalam mengidentifikasi korban. Key Issue ini berdampak pada kecepatan evakuasi, terutama untuk dua WN Singapura yang diduga tertimbun.

Dalam pernyataannya, Abdul Muhari menyebutkan bahwa aktivitas vulkanik gunung berapi tersebut masih tinggi, sehingga tim SAR harus ekstra hati-hati dalam penyisiran. "Kondisi seperti ini memperumit upaya pencarian, terutama di area yang rawan kemungkinan tertimbun," tambahnya. Pasir vulkanik yang menyebar luas memaksa tim untuk mengandalkan teknik pencarian yang lebih intensif.

Sebanyak 17 pendaki telah dievakuasi dalam kondisi selamat, terdiri dari 7 warga negara asing (WNA) dan 10 pendaki WNI. Namun, masih ada sejumlah korban yang belum ditemukan, termasuk dua WN Singapura yang diduga tertimbun oleh material erupsi. Key Issue ini menjadi sorotan karena status hilangnya korban dan kemungkinan bahaya yang mengancam.

Sejarah Aktivitas Gunung Dukono

Gunung Dukono, yang telah ditutup untuk pendakian sejak April 2026, menjadi peringatan bagi pendaki. Penutupan tersebut dilakukan setelah aktivitas vulkanik terus meningkat, menciptakan risiko tinggi bagi para pengunjung. Sebelumnya, gunung tersebut dikenal sering mengalami letusan kecil hingga sedang, namun erupsi pada Mei 2026 menunjukkan intensitas yang lebih besar.

Kondisi pasir vulkanik yang menutupi area pencarian bukanlah hal baru bagi Gunung Dukono. Sejak penutupan pendakian, pihak berwenang memantau aktivitasnya secara ketat. Key Issue yang muncul sekarang adalah bagaimana tim SAR dapat mengatasi tantangan material pasir yang menghalangi evakuasi, sambil tetap memprioritaskan keselamatan personel. Dukono tetap menjadi fokus utama bagi para peneliti dan pengamat vulkanologi.

Konteks Kecelakaan dan Dampak pada Pendaki

Korban yang terjebak dalam erupsi Gunung Dukono termasuk dari berbagai negara, dengan dua WN Singapura menjadi perhatian utama. Erupsi ini mengingatkan kembali akan kehati-hatian yang diperlukan saat menghadapi aktivitas vulkanik. Meski sebagian besar pendaki berhasil dievakuasi, risiko tertimbun pasir masih menjadi Key Issue yang menantang.

Kondisi pasir vulkanik yang menyebar luas di kawasan Gunung Dukono menyulitkan tim SAR dalam mempercepat proses pencarian. Dengan aktivitas vulkanik yang masih tinggi, tim harus mengandalkan alat bantu serta kehati-hatian ekstra. Key Issue ini juga menyoroti kebutuhan untuk meningkatkan kesiapan darurat di kawasan gunung berapi yang sering meletus.

Langkah-Langkah Selanjutnya

Dalam upaya mempercepat pencarian, pihak berwenang terus melakukan koordinasi dengan tim SAR serta instansi terkait. "Kami sedang berusaha untuk mempercepat proses evakuasi dengan memanfaatkan teknologi pendeteksi pasir dan pendekatan yang lebih strategis," jelas Abdul Muhari. Key Issue ini juga menarik perhatian publik, terutama terhadap dua WN Singapura yang hilang.

Dukono, yang berada di Pulau Sula, Sulawesi Tengah, dikenal sebagai salah satu gunung berapi yang paling aktif di Indonesia. Erupsi terbaru menunjukkan bahwa tantangan evakuasi tetap menjadi Key Issue dalam pengelolaan kawasan tersebut. Tim SAR terus berupaya untuk mengungkap nasib dua korban hilang yang diduga tertimbun pasir, sambil memantau keadaan cuaca dan aktivitas vulkanik yang berpotensi mengubah situasi secara mendadak.

Leave a Comment