Berita

Mengapa Melayat Pakai Baju Hitam? Ini Asal-usulnya

am? Ini Asal-usulnya Mengapa Melayat Pakai Baju Hitam Ini Asal - Warna hitam sering dikaitkan dengan kesedihan, tetapi asal-usul penggunaannya dalam ritual

Desk Berita
Published Mei 10, 2026
Reading time 2 minutes
Conversation No comments

Mengapa Melayat Pakai Baju Hitam? Ini Asal-usulnya

Mengapa Melayat Pakai Baju Hitam Ini Asal – Warna hitam sering dikaitkan dengan kesedihan, tetapi asal-usul penggunaannya dalam ritual berkabung memiliki akar sejarah yang panjang. Tradisi ini berkembang dari kebiasaan kuno yang diwariskan oleh peradaban kuno hingga berakar dalam kebiasaan masyarakat modern.

Awal Mula Penggunaan Baju Hitam

Menurut laman Monument of Victoria, kebiasaan mengenakan pakaian gelap saat berkabung dimulai oleh bangsa Romawi. Saat anggota keluarga meninggal, kerabat yang masih hidup menggunakan toga berwarna gelap—disebut toga pulla—sebagai tanda rasa kehilangan dan kesedihan.

Kebiasaan ini kemudian berkembang ke Inggris abad pertengahan, di mana wanita mulai memakai topi dan kerudung hitam setelah kehilangan suami. Namun, di beberapa wilayah Eropa seperti Spanyol dan Prancis, putih justru menjadi simbol duka cita, terutama untuk para janda.

Pengaruh Ratu Victoria

Berdasarkan catatan dari situs penelitian Pitt Rivers Museum, University of Oxford, tradisi berkabung berubah drastis pada masa pemerintahan Ratu Victoria. Setelah kematian Pangeran Albert, suaminya, pada tahun 1861, ia memakai pakaian hitam sepanjang hidupnya sebagai ekspresi rasa sedih yang mendalam.

“Kesedihan mendalam yang dialami Ratu Victoria setelah kematian Pangeran Albert menjadi pengaruh besar dalam membentuk norma berpakaian saat berkabung,”

kata situs tersebut. Hal ini mempopulerkan penggunaan baju hitam dalam ritual duka cita, bahkan mengubah cara orang memakai pakaian untuk menunjukkan tingkat kesedihan.

Dalam era Victoria, pakaian hitam digunakan untuk pemakaman serta masa berkabung yang berlangsung selama setahun. Selama periode ini, orang-orang dari kalangan atas sering memakai pakaian gelap dengan nuansa warna lain seperti ungu atau hijau tua. Setelah masa berkabung selesai, mereka berpakaian dengan warna lebih cerah.

Arti Warna Hitam dalam Budaya Barat

Baju hitam dalam ritual berkabung memiliki makna simbolik: kesedihan, martabat, dan penghormatan. Warna ini juga dianggap sederhana, memastikan perhatian tertuju pada orang yang dihormati, bukan pada penampilan.

Tradisi ini menjadikan pelayat terlihat sebagai satu kesatuan, menunjukkan sikap kolektif yang berduka. Namun, warna hitam bukan satu-satunya pilihan dalam budaya tertentu. Di banyak negara Timur, putih sering dipakai sebagai simbol kebersihan dan kedamaian.

Budaya dan Agama Lain

Di luar budaya Barat, berbagai adat istiadat berkabung memiliki simbol warna yang berbeda. Misalnya, di beberapa negara Asia, putih menjadi pilihan utama saat pemakaman, melambangkan kesucian dan ketenangan. Meskipun baju hitam tetap dipertahankan sebagai norma umum, perbedaan ini menunjukkan bahwa makna warna berkabung bervariasi tergantung latar belakang budaya dan agama.

Leave a Comment