Melindungi Tuah Marwah

Di Sekolah Pemilu Hijau, Kapolda Riau Dorong Green Policing untuk Green Election

Irjen Pol Herry Heryawan secara resmi menyampaikan dukungannya terhadap inisiatif Sekolah Pemilu Hijau yang baru saja diresmikan oleh Komisi Pemilihan Umum

Desk Melindungi Tuah Marwah
Published Agustus 6, 2026
Reading time 3 minutes
Conversation No comments
Foto : Robert Brown - wahanaberita.com
Table of Contents
  1. Di Sekolah Pemilu Hijau Kapolda Riau Dorong Green Policing
  2. Related Reading

Di Sekolah Pemilu Hijau Kapolda Riau Dorong Green Policing

Wahanaberita.com – Irjen Pol Herry Heryawan secara resmi menyampaikan dukungannya terhadap inisiatif Sekolah Pemilu Hijau yang baru saja diresmikan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Riau. Langkah strategis ini dinilai sangat selaras dengan konsep Green Policing yang sedang digalakkan oleh Polda Riau sebagai pendekatan pemolisian modern berbasis lingkungan hidup.

Peluncuran acara yang diselenggarakan di kantor KPU Riau, Pekanbaru pada Kamis (6/8/2026) ini dianggap sebagai momen penting bagi pendidikan politik berwawasan lingkungan. Kapolda menekankan bahwa sekolah ini menjadi langkah strategis untuk membentuk paradigma baru, di mana demokrasi dan pelestarian alam berjalan seiring sebagai nilai yang saling melengkapi dalam kehidupan berbangsa.

Melalui kesempatan ini, saya ingin berbagi pengalaman mengenai bagaimana konsep Green Policing yang kami bangun di Polda Riau dapat menjadi bagian dari upaya mewujudkan Green Election, sehingga demokrasi Indonesia tumbuh sebagai demokrasi yang berkualitas dan berkelanjutan bagi generasi mendatang.

Kegiatan tersebut dihadiri oleh berbagai pihak, termasuk Ketua KPU diwakili Kadiv Sosdiklih Parmas KPU RI August Mellaz, Ketua KPU Provinsi Riau Rusidi Rusdan beserta para anggotanya, perwakilan Bawaslu, WWF, serta lima puluh mahasiswa dari lima perguruan tinggi yaitu UNRI, UIN, UIR, UMRI, dan UNILAK.

Demokrasi dan Keamanan Lingkungan

Kapolda menjelaskan bahwa demokrasi yang sehat memerlukan rasa aman yang tidak hanya diukur dari tingkat kriminalitas, tetapi juga mencakup isu-isu global seperti perubahan iklim, degradasi lingkungan, dan krisis ekologis yang kini menjadi bagian dari keamanan global. Hal ini menunjukkan bahwa peran kepolisian telah berkembang melampaui fungsi tradisional.

Mengutip pemikiran filsuf asal Prancis, Bruno Latour, Herry Heryawan menyampaikan bahwa krisis ekologis terjadi karena manusia terlalu lama memisahkan pembangunan dengan kelestarian alam. Menurutnya, demokrasi, pemerintah, dan kepolisian harus memiliki tujuan yang sama, yakni melindungi masyarakat sekaligus melindungi lingkungan dari kerusakan.

Karena alasan tersebut, Polda Riau mengembangkan konsep Green Policing sebagai pendekatan kepolisian yang tidak hanya menyelesaikan persoalan hukum, tetapi juga berupaya menjaga keberlanjutan lingkungan sebagai bagian dari keamanan masyarakat. Konsep ini diimplementasikan melalui tiga pendekatan, yaitu preventif, represif, dan restoratif yang saling terintegrasi.

Seluruh implementasi tersebut menunjukkan bahwa Green Policing di Polda Riau bukan lagi sebuah konsep, tetapi telah menjadi praktik nyata.

Jenderal Bintang Dua ini menambahkan bahwa pengalaman implementasi Green Policing yang telah berjalan memberikan fondasi kuat berupa budaya kerja, praktik lapangan, dan kolaborasi lintas sektor. Fondasi inilah yang menjadi modal penting dalam mendukung implementasi Green Election di Provinsi Riau ke depan.

Filosofi yang Sama

Kapolda Riau menjelaskan bahwa Green Election dan Green Policing memiliki filosofi yang sama. Jika Green Election berorientasi pada demokrasi yang berkualitas, maka Green Policing berorientasi pada keamanan yang berkualitas. Keduanya sama-sama mengedepankan kepedulian terhadap lingkungan, kolaborasi masyarakat, dan keberlanjutan sebagai nilai utama.

Dengan kata lain, Green Policing menjadi salah satu fondasi yang mendukung terwujudnya Green Election.

Dalam upaya mendukung Green Election, Kapolda Riau menjabarkan empat peran utama Polri, yakni menjaga keamanan seluruh tahapan pemilu, memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai demokrasi yang sehat dan bertanggung jawab, mendukung kampanye yang ramah lingkungan, dan memperkuat kolaborasi dengan KPU, pemerintah daerah, perguruan tinggi, media, komunitas, dan seluruh elemen masyarakat.

Ia menegaskan bahwa Polri dan KPU tidak bisa bekerja sendiri dalam upaya mendukung terciptanya demokrasi sehat tersebut. Keberhasilan Green Election dapat diwujudkan melalui kolaborasi antara pemerintah, akademisi, media, masyarakat, komunitas, dan seluruh pemangku kepentingan yang terlibat.

Semakin kuat kolaborasi yang kita bangun, semakin kuat pula demokrasi yang kita wariskan.

Menutup sambutannya, Irjen Pol Herry Heryawan mengajak seluruh mahasiswa, akademisi, hingga praktisi untuk berkolaborasi bersama membumikan Green Policing. Ia berharap apabila Green Policing berhasil kita bumikan, maka Green Election akan semakin kuat dan berkelanjutan untuk masa depan Indonesia yang lebih baik.

FAQ: Sekolah Pemilu Hijau dan Green Policing

Apa itu Sekolah Pemilu Hijau? Sekolah Pemilu Hijau adalah inisiatif KPU untuk mendidik masyarakat tentang pemilu yang ramah lingkungan dan berkelanjutan.

Bagaimana hubungan Green Policing dengan Green Election? Green Policing menjadi fondasi penting dalam mewujudkan Green Election karena keduanya memiliki filosofi yang sama tentang keberlanjutan.

Kapan acara Sekolah Pemilu Hijau di Riau diselenggarakan? Acara ini diselenggarakan pada Kamis, 6 Agustus 2026 di kantor KPU Riau, Pekanbaru.

Siapa saja yang menghadiri acara tersebut? Hadir antara lain KPU RI, KPU Riau, Bawaslu, WWF, dan 50 mahasiswa dari lima perguruan tinggi di Riau.

Leave a Comment