Berita

Sopir Demo, Angkot Kosong Ditinggal Berjejer di Dekat Stasiun Tebet

Kamis pagi, 6 Agustus 2026, menjadi momen penting bagi dunia transportasi Jakarta. Sopir Demo Angkot Kosong Ditinggal berjejer rapi di depan Halte Stasiun

Desk Berita
Published Agustus 6, 2026
Reading time 3 minutes
Conversation No comments
Foto : Sandra Wilson - wahanaberita.com
Table of Contents
  1. Sopir Demo Angkot Kosong Ditinggal Berjejer di Dekat Stasiun Tebet
  2. Related Reading

Sopir Demo Angkot Kosong Ditinggal Berjejer di Dekat Stasiun Tebet

Wahanaberita.com – Kamis pagi, 6 Agustus 2026, menjadi momen penting bagi dunia transportasi Jakarta. Sopir Demo Angkot Kosong Ditinggal berjejer rapi di depan Halte Stasiun Tebet, Jakarta Selatan. Sekitar pukul 11.00 WIB, ratusan kendaraan Mikrolet M44 dengan rute Kampung Melayu-Karet terlihat terparkir tanpa sopir maupun penumpang. Pintu-pintu kendaraan tertutup rapat, menandakan adanya aksi kolektif yang terorganisir dengan baik.

Para sopir yang meninggalkan kendaraannya berkumpul di Balai Kota DKI Jakarta untuk menggelar aksi demonstrasi. Sekitar 150 orang dari serikat sopir Mikrolet M44 hadir dengan mengenakan seragam biru dan ikat kepala merah putih. Aksi ini merupakan bentuk penolakan terhadap kebijakan trayek JakLingko 48A yang dinilai mengganggu operasional mereka selama ini.

Masalah Pendapatan yang Semakin Menurun

Sanusi, perwakilan para sopir, mengungkapkan bahwa tumpangnya telah berlangsung selama tiga tahun terakhir. Selama periode tersebut, pendapatan mereka terus mengalami penurunan drastis. “Hilangnya 50 persen,” ujarnya dengan nada kecewa. Dulu, setiap hari mereka bisa mendapatkan Rp 150 ribu hingga Rp 200 ribu. Kini, mendapatkan Rp 100 ribu saja sudah sulit, bahkan ada yang hanya Rp 50 ribu dari pagi hingga malam hari.

Permasalahan utama muncul karena JakLingko 48A kini melewati jalur yang sama dengan Mikrolet M44. Karena layanan JakLingko gratis, banyak penumpang beralih ke bus tersebut. Sanusi menegaskan bahwa JakLingko seharusnya berfungsi sebagai angkutan pengumpan, bukan kompetitor langsung. “JakLingko itu harusnya jadi pengumpan. Boleh tujuannya sama, tapi jalurnya jangan disamain,” tegasnya.

Para sopir juga mengeluhkan kondisi akhir pekan yang semakin memberatkan. Hasil menarik penumpang tidak cukup untuk menutup biaya operasional maupun setoran kendaraan. “Hari Sabtu sama Minggu nombok. Dapat setoran, bensin saja nggak kembali,” keluh seorang sopir lain. Kondisi ini semakin memperparah situasi keuangan mereka.

Empat Tuntutan Utama yang Diajukan

Setelah beberapa kali menyampaikan aspirasi kepada operator Transjakarta dan instansi pemerintah tanpa hasil, para sopir memutuskan datang ke Balai Kota. Berikut adalah empat tuntutan yang mereka ajukan:

“Hari ini kami datang ke Balai Kota karena belum ada respons. Kami menunggu keputusan pemerintah,” imbuh Sanusi.

Pertama, mengubah rute JakLingko 48A agar tidak lagi bertumpang tindih dengan trayek Mikrolet M44 Kampung Melayu-Karet. Hal ini penting untuk mengurangi persaingan langsung antara kedua layanan transportasi.

Kedua, mengembalikan fungsi JakLingko sebagai angkutan pengumpan yang melayani jalan-jalan di dalam permukiman sebelum terhubung ke koridor utama atau TransJakarta. Fungsi ini seharusnya menjadi prioritas utama.

Ketiga, mengalihkan jalur JakLingko 48A ke ruas jalan alternatif, seperti melalui kawasan Tebet Timur Dalam, sehingga tidak melewati jalur yang sama dengan M44. Perubahan rute ini diharapkan dapat mengurangi konflik kepentingan.

Keempat, tidak mempermasalahkan tujuan akhir JakLingko menuju Karet, asalkan rute yang dilalui berbeda dengan trayek M44. “Kalau jurusannya sama, nggak apa-apa asalkan jalurnya beda. Jangan ngikutin yang sudah ada,” pungkasnya.

Sementara itu, antrean penumpang di Halte Stasiun Tebet sebelah Barat juga tampak mengular. Antrean tersebut mulai dari sekitar 10 meter setelah pintu keluar stasiun, menunjukkan bahwa layanan angkutan kota masih dibutuhkan meskipun para sopir sedang berdemo.

FAQ: Pertanyaan Umum tentang Aksi Sopir Angkot

Berapa banyak sopir yang terlibat dalam demo ini? Sekitar 150 orang dari serikat sopir Mikrolet M44 hadir dalam aksi demonstrasi di Balai Kota DKI Jakarta.

Apa penyebab utama penurunan pendapatan sopir? Penurunan pendapatan disebabkan oleh kehadiran JakLingko 48A yang melewati jalur sama dengan Mikrolet M44, sehingga banyak penumpang beralih ke layanan gratis tersebut.

Kapan aksi demonstrasi ini berlangsung? Aksi demonstrasi berlangsung pada Kamis pagi, 6 Agustus 2026, sekitar pukul 11.00 WIB.

Di mana para sopir memarkirkan kendaraannya? Para sopir memarkirkan angkot mereka di depan Halte Stasiun Tebet, Jakarta Selatan, tepatnya di dua lajur paling kanan seberang halte.

Apa yang diharapkan para sopir dari pemerintah? Para sopir mengharapkan keputusan pemerintah untuk mengubah rute JakLingko 48A agar tidak bertumpang tindih dengan trayek mereka.

Leave a Comment