Prabowo Rapat dengan Rosan di Kertanegara: Strategi Penguatan Pariwisata dan Daya Tarik Investasi
Meeting Results – Presiden Prabowo Subianto mengadakan pertemuan penting dengan Menteri Investasi dan Hilirisasi serta CEO BPI Danantara, Rosan Roeslani, di kediaman pribadinya di Jalan Kertanegara, Jakarta Selatan. Dalam meeting results ini, fokus utama diberikan pada strategi pengembangan sektor pariwisata dan upaya meningkatkan daya tarik investasi. Rapat yang berlangsung pada hari Minggu (21/6/2026) diunggah ke akun Instagram Sekretariat Kabinet, menunjukkan prioritas Prabowo dalam mendorong pertumbuhan ekonomi melalui sektor yang memiliki potensi besar.
Analisis Kebijakan Pariwisata dan Investasi dalam Pertemuan
Meeting results kali ini menjadi kesempatan bagi Prabowo dan Rosan untuk membahas peran strategis pariwisata dalam memperkuat perekonomian nasional. Mensesneg Prasetyo Hadi serta Seskab Teddy Indra Wijaya ikut serta dalam diskusi yang menitikberatkan pada inisiatif-inisiatif untuk menarik investor ke Indonesia. Menurut Teddy, kinerja BUMN dan perusahaan-perusahaan besar seperti Danantara akan menjadi kunci dalam mengakselerasi pertumbuhan ekonomi melalui meeting results yang berkelanjutan.
Dalam meeting results, Rosan Roeslani menekankan pentingnya integrasi antara sektor pariwisata dan investasi. Ia menyatakan bahwa pembangunan infrastruktur, promosi destinasi, serta pengembangan ekonomi kreatif adalah langkah awal untuk menarik perhatian investor. “Pariwisata bukan hanya tentang liburan, tetapi juga mampu menjadi motor penggerak perekonomian melalui inovasi dan kolaborasi yang kuat,” tambahnya dalam meeting results tersebut.
“Pengelolaan aset bangsa harus dioptimalkan agar memberikan manfaat lebih besar bagi masyarakat. Dalam meeting results hari ini, Prabowo Subianto menekankan bahwa pariwisata perlu diperkuat sebagai salah satu sektor yang mendorong ekonomi nasional,” ujar Teddy Indra Wijaya.
Strategi Penguatan Pariwisata untuk Meningkatkan Daya Tarik Investasi
Pariwisata menjadi topik utama dalam meeting results yang diadakan di Kertanegara. Rosan Roeslani menyampaikan bahwa penyelenggaraan acara keolahragaan, konser musik, dan sektor kreatif memiliki potensi besar untuk menciptakan lapangan kerja serta menarik investasi. “Sektor pariwisata Indonesia perlu ditingkatkan melalui inovasi dan ekosistem yang lebih solid,” kata Rosan, yang juga menjabat sebagai kepala BPI Danantara.
Meeting results ini menyoroti pentingnya pemerintah memperkuat koordinasi dengan pihak swasta dalam membangun destinasi wisata. Prabowo menyampaikan bahwa keberhasilan pengembangan pariwisata akan berdampak signifikan pada perekonomian, terutama dalam meeting results yang menggabungkan aspek kreatif dan investasi. “Kita perlu menciptakan kebijakan yang mendorong pertumbuhan ekonomi, dan meeting results kali ini adalah langkah awal untuk itu,” tambahnya.
“Ada peluang baru untuk menggerakkan perekonomian melalui Danantara, termasuk upaya memperkuat sektor pariwisata dengan penyelenggaraan acara seperti olahraga, musik, dan kreatif yang dapat berdampak signifikan pada perputaran ekonomi,” papar Teddy.
Peran BUMN dalam Mengakselerasi Pertumbuhan Ekonomi
Dalam meeting results, diskusi juga menyentuh tentang peran BUMN dalam memperkuat perekonomian. Teddy Indra Wijaya menyampaikan bahwa konsolidasi BUMN terus berjalan, dengan target mencapai 300 entitas dalam jangka waktu dekat. “Konsolidasi dan transformasi BUMN bertujuan memperkuat pengelolaan serta mengoptimalkan penggunaan sumber daya negara,” lanjut Teddy.
Rosan Roeslani menambahkan bahwa BUMN harus berperan aktif dalam mempercepat proses hilirisasi industri, termasuk sektor pariwisata. “BUMN akan menjadi penggerak utama dalam meeting results ini, karena mereka mampu memperkuat kepercayaan investor dan mengakselerasi perekonomian secara nasional,” jelasnya. Poin ini menjadi bagian penting dari meeting results yang diharapkan dapat memberikan dampak jangka panjang.
Pembahasan Kebijakan Pariwisata untuk Menarik Investasi
Meeting results pada hari Minggu (21/6/2026) juga menyoroti kebijakan pariwisata yang dirancang untuk menarik minat investor. Rosan Roeslani menyebutkan bahwa pemerintah perlu menciptakan lingkungan yang mendukung pengembangan industri pariwisata, seperti peningkatan kualitas layanan, pemanfaatan teknologi, dan promosi yang lebih intensif. “Kebijakan pariwisata harus menarik berbagai sektor, baik yang bersifat lokal maupun internasional,” imbuhnya.
Pertemuan ini juga menggarisbawahi bahwa pemerintah menyiapkan langkah-langkah konkret untuk mengoptimalkan sektor pariwisata. Prabowo Subianto menegaskan bahwa meeting results akan menjadi dasar untuk merancang kebijakan yang lebih komprehensif. “Dengan memperkuat pariwisata, kita dapat meningkatkan daya tarik investasi dan menciptakan kesejahteraan bagi masyarakat,” pungkasnya, menunjukkan komitmen untuk pengembangan sektor kunci tersebut.
