Berita

Latest Program: Andra Soni Soroti Peralihan Fungsi Sungai di Banten, Minta Tata Ulang

ata Ulang Fungsi Sungai di Banten untuk Perkuat Pengelolaan Air Latest Program - Gubernur Banten, Andra Soni, resmi menjabat sebagai Ketua Dewan Sumber Daya

Desk Berita
Published Juni 9, 2026
Reading time 3 minutes
Conversation No comments
Table of Contents
  1. Latest Program: Andra Soni Minta Tata Ulang Fungsi Sungai di Banten untuk Perkuat Pengelolaan Air
  2. Peralihan Fungsi Sungai: Dampak pada Ekosistem dan Masyarakat

Latest Program: Andra Soni Minta Tata Ulang Fungsi Sungai di Banten untuk Perkuat Pengelolaan Air

Latest Program – Gubernur Banten, Andra Soni, resmi menjabat sebagai Ketua Dewan Sumber Daya Air (SDA) Provinsi Banten periode 2026-2030. Seiring dengan jabatan baru ini, ia menekankan pentingnya peran sungai sebagai sumber daya air strategis dan mengajak semua pihak untuk melakukan tata ulang fungsi aliran air demi kesejahteraan masyarakat.

Pada acara pengukuhan di Kota Serang, Selasa (9/6/2026), Andra Soni menyampaikan bahwa beberapa sungai di Banten sedang mengalami perubahan fungsi yang signifikan. Hal ini memicu kekhawatirannya terhadap dampak jangka panjang terhadap ketersediaan air bersih, ekosistem perairan, dan pemanfaatan sumber daya air secara berkelanjutan. “Latest Program ini menjadi momentum untuk merevisi pendekatan pengelolaan air yang selama ini kurang sinergis,” tambahnya.

Tantangan Pengelolaan Air yang Menjadi Fokus

“Kita menghadapi tantangan utama berupa pertumbuhan populasi yang pesat, kebutuhan akan tempat tinggal, serta transformasi fungsi sungai yang perlu direncanakan secara lebih terpadu,” ujar Andra Soni. Ia menyoroti bahwa sebagian besar sungai di Banten kini digunakan untuk tujuan non-ekologis, seperti pengembangan kota, perumahan, dan industri, yang menyebabkan aliran air terganggu.

Dewan SDA Provinsi Banten yang baru saja dibentuk akan menjadi wadah koordinasi antara pemerintah provinsi, kabupaten, dan kota. Andra Soni menjelaskan bahwa organisasi ini bertujuan menghindari fragmentasi kebijakan, yang selama ini menjadi penyebab utama konflik penggunaan sumber daya air. Dalam presentasinya, ia menyebutkan bahwa beberapa sungai utama, seperti Citarum dan Serayu, mengalami perubahan fungsi yang mengancam ketersediaan air untuk kebutuhan warga.

Permintaan untuk Strategi Kolaboratif

“Latest Program ini membutuhkan komitmen kolektif. Masyarakat, instansi, dan stakeholder harus berpartisipasi dalam pengambilan keputusan,” tegas Andra. Ia menekankan bahwa tata ulang fungsi sungai bukan hanya tugas pemerintah, tetapi juga harus melibatkan partisipasi aktif dari masyarakat setempat.

Kehadiran Arlan Marzan sebagai Ketua Harian Dewan SDA membawa harapan baru bagi harmonisasi pengelolaan air. Sebagai mantan Kepala Dinas PUPR, Arlan memiliki pengalaman langsung dalam penataan ruang dan perencanaan infrastruktur. “Koordinasi lintas sektor menjadi kunci suksesnya Latest Program. Kami ingin menghindari kebijakan yang saling tumpang tindih,” jelasnya. Kebijakan ini diharapkan bisa menyeimbangkan antara kebutuhan perkembangan ekonomi dan konservasi lingkungan hidup.

Peralihan Fungsi Sungai: Dampak pada Ekosistem dan Masyarakat

Dalam wawancara terpisah, Andra Soni menyampaikan bahwa perubahan fungsi sungai telah menimbulkan konsekuensi serius. Beberapa aliran air yang sebelumnya digunakan untuk irigasi pertanian kini terbengkalai, sementara sungai-sungai kecil yang seharusnya berperan sebagai penyerap air hujan semakin terabaikan. “Kebutuhan akan tempat tinggal dan infrastruktur membuat kita mengorbankan fungsi alami sungai,” katanya.

Ia juga mengungkapkan bahwa kurangnya pengelolaan terpadu menyebabkan peningkatan risiko banjir dan kekeringan di beberapa wilayah. Untuk mengatasi hal ini, Dewan SDA akan melakukan evaluasi terhadap 20 sungai utama di Banten. “Latest Program ini tidak hanya sekadar pembagian tugas, tetapi juga peningkatan kesadaran masyarakat tentang pentingnya perlindungan aliran air,” imbuh Andra Soni. Dia menegaskan bahwa tata ulang fungsi sungai harus didasari data yang akurat dan partisipasi aktif dari semua pihak.

Program Susur Sungai sebagai Inisiatif Kunci

Salah satu langkah konkret yang diusung oleh Andra Soni adalah program susur sungai. Dalam rilis resmi, ia menjelaskan bahwa program ini akan dilakukan secara berkala oleh tim yang terdiri dari ahli ekologi, teknisi, dan warga setempat. “Susur sungai bukan hanya untuk mengumpulkan data, tetapi juga untuk melibatkan masyarakat dalam proses perencanaan,” kata Andra. Ia menargetkan program ini bisa dilaksanakan minimal tiga kali setiap tahun untuk memastikan keberlanjutan.

Program ini diharapkan mampu mengidentifikasi masalah seperti penambangan liar, pembangunan di tepi sungai, dan penggunaan air yang tidak efisien. Dengan data yang terkumpul, pemerintah akan membuat kebijakan yang lebih tepat sasaran. “Latest Program ini adalah bukti komitmen kami untuk menjadikan Banten sebagai daerah yang berkelanjutan,” pungkas Andra. Ia yakin dengan keterlibatan semua pihak, Banten bisa mengatasi tantangan pengelolaan air secara lebih efektif.

Leave a Comment