Berita

Important News: KemenHAM Pastikan Pemerintah Terus Pantau Kondisi 9 WNI yang Ditahan Israel

KemenHAM Pastikan Pemerintah Terus Pantau Kondisi 9 WNI yang Ditahan Israel Important News - Kementerian Hak Asasi Manusia (HAM) mengungkapkan bahwa

Desk Berita
Published Mei 20, 2026
Reading time 3 minutes
Conversation No comments

KemenHAM Pastikan Pemerintah Terus Pantau Kondisi 9 WNI yang Ditahan Israel

Important News – Kementerian Hak Asasi Manusia (HAM) mengungkapkan bahwa pemerintah Indonesia terus mengawasi kondisi 9 warga negara Indonesia (WNI) yang sedang ditahan otoritas Israel. Sejumlah relawan dan jurnalis dari berbagai organisasi kemanusiaan serta media massa terlibat dalam operasi tersebut, dan KemenHAM menegaskan komitmen untuk memastikan perlindungan mereka.

Kondisi 9 WNI yang Ditahan Israel Masih Diperhatikan

Pemantauan terhadap situasi 9 WNI yang ditahan Israel dilakukan secara intensif oleh tim khusus dari KemenHAM. Dalam pernyataan terbaru, mereka menyatakan bahwa kondisi para WNI tersebut masih diperiksa dan dilaporkan secara berkala kepada pemerintah. “Kita terus mengawasi perkembangan kasus ini, baik melalui komunikasi langsung maupun koordinasi dengan KBRI di berbagai kota,” jelas Thomas Harming Suwarta, Stafsus Menteri HAM, Rabu (20/5/2026).

Peristiwa penculikan terjadi saat kapal Global Sumud Flotilla melintasi perairan Gaza, Palestina. Dua WNI yang termasuk jurnalis dari Media Republika ditemukan dalam situasi kritis, dengan tim KemenHAM berupaya keras untuk memperoleh informasi terkini. “Kami sangat khawatir karena dua jurnalis itu telah mengikuti misi kemanusiaan sebelumnya, dan kini berada di tengah situasi yang tidak pasti,” ujar Thomas dalam wawancara terpisah.

Perkembangan Terkini: Jumlah WNI yang Ditahan Meningkat

Important News – Dalam perkembangan terbaru, jumlah WNI yang ditahan oleh Israel bertambah dua, sehingga totalnya mencapai sembilan orang. Kemenlu mengonfirmasi hal ini sebagai langkah penting dalam upaya memulangkan para WNI yang terjebak di wilayah konflik. “Ini adalah important news terkini yang menunjukkan peningkatan risiko bagi para relawan dan jurnalis,” kata Heni Hamidah, Direktur Pelindungan Warga Negara Indonesia (PWNI) Kemenlu.

Informasi penahanan dua WNI tersebut berasal dari Global Peace Convoy Indonesia (GPCI), yang mengungkapkan bahwa Asad Aras Muhammad dan Hendro Prasetyo ditahan di kapal Kasr-1 Sadabat. “Update terkini menunjukkan adanya intercept kapal tersebut, dengan total 9 WNI yang diculik,” terang Harfin Naqsyabandy, Koordinator Media GPCI, dalam pernyataannya.

Dalam beberapa hari terakhir, pemerintah Indonesia terus mengejar koordinasi dengan berbagai pihak untuk mempercepat pembebasan WNI. “Pembebasan para WNI merupakan important news utama yang harus diprioritaskan, baik melalui perundingan diplomatik maupun tekanan internasional,” tambah Heni, menjelaskan langkah-langkah yang diambil oleh Kemenlu.

Daftar 9 WNI yang Ditahan Israel

Berdasarkan laporan dari GPCI, berikut adalah 9 warga negara Indonesia yang terlibat dalam operasi kemanusiaan ke Gaza dan kini ditahan Israel:

  • Herman Budianto Sudarsono (Dompet Dhuafa) di Kapal Zapyro
  • Ronggo Wirasanu (Dompet Dhuafa) di Kapal Zapyro
  • Andi Angga Prasadewa (Rumah Zakat) di Kapal Josef
  • Asad Aras Muhammad (Spirit of Aqso) di Kapal Kasr-1
  • Hendro Prasetyo (SMART 171) di Kapal Kasr-1
  • Bambang Noroyono (REPUBLIKA) di Kapal BoraLize
  • Thoudy Badai Rifan Billah (REPUBLIKA) di Kapal Ozgurluk
  • Andre Prasetyo Nugroho (Tempo) di Kapal Ozgurluk
  • Rahendro Herubowo (Tim Media GPCI dan iNews) di Kapal Ozgurluk

Perwakilan KBRI di Ankara, Kairo, dan Amman terus memberikan laporan langsung tentang kondisi para WNI. “Kami berharap otoritas Israel dapat mempercepat proses pembebasan, karena pentingnya peran WNI dalam kegiatan kemanusiaan,” tulis Harfin dalam pernyataannya. Pemantauan ini dianggap sebagai bagian dari strategi pemerintah Indonesia untuk menjaga keamanan warga negara mereka di tengah konflik antara Israel dan Palestina.

KemenHAM juga menekankan bahwa pemerintah Indonesia tidak akan berhenti memantau kasus ini. “Setiap WNI yang ditahan adalah important news yang berdampak langsung pada hubungan bilateral antara Indonesia dan Israel,” tambah Thomas. Dengan demikian, upaya pembebasan para WNI terus dilakukan melalui berbagai saluran, termasuk komunikasi dengan organisasi internasional seperti UNRWA dan PBB.

Leave a Comment