Berita

Key Discussion: Di Belgia, Airlangga Bicara Pembangunan Arsitektur Ekonomi Internasional

Airlangga Bicara Arsitektur Ekonomi Internasional di Belgia Konteks Global dan Fokus Kebijakan Key Discussion - Dalam Key Discussion yang digelar di Brussels

Desk Berita
Published Juni 6, 2026
Reading time 3 minutes
Conversation No comments

Airlangga Bicara Arsitektur Ekonomi Internasional di Belgia

Konteks Global dan Fokus Kebijakan

Key Discussion – Dalam Key Discussion yang digelar di Brussels Economic Security Forum 2026, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto memaparkan tantangan terkini yang mengubah struktur ekonomi internasional. Ia menekankan bahwa dinamika geopolitik global yang semakin kompleks berdampak signifikan pada sistem perekonomian, khususnya dalam menjaga rantai pasok, stabilitas perdagangan, dan keamanan investasi. Dalam Key Discussion ini, Airlangga memaparkan pentingnya kerja sama global yang lebih inklusif untuk menghadapi perubahan yang terjadi.

Kebijakan ekonomi internasional saat ini dihadapkan pada pergeseran yang mengharuskan negara-negara mengadopsi strategi baru. Airlangga menegaskan bahwa solusi utama terletak pada diversifikasi, bukan hanya pemutusan ketergantungan. Ia menambahkan, “Kita harus mempromosikan kerja sama global, bukan fragmentasi,” dalam Key Discussion yang menjadi fokus utama pertemuan tersebut. Pernyataan ini mencerminkan upaya Indonesia untuk menjadi bagian dari solusi global.

Strategi Penguatan Ekonomi Global

Airlangga menyampaikan pandangan tersebut saat menghadiri sesi Ministerial Keynote and Conversation di BESF 2026, Brussels, Belgia, Jumat (5/6/2026). Dalam Key Discussion, ia menyoroti bagaimana Indonesia berperan dalam membangun keamanan ekonomi nasional, terutama melalui kerja sama ekonomi dengan Uni Eropa. Proses penyelesaian Indonesia-European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement (IEU-CEPA) menjadi salah satu langkah strategis dalam menegaskan komitmen tersebut.

Indonesia terus berupaya memperkuat kerja sama internasional, mendorong diversifikasi rantai pasok, dan mencegah fragmentasi ekonomi yang bisa mengganggu pertumbuhan global. Airlangga menyoroti dampak cepat dari konflik di Selat Hormuz dan Laut Merah terhadap ekonomi dunia, seperti peningkatan biaya dan perlambatan pertumbuhan. Dalam Key Discussion, ia menekankan bahwa negara-negara harus bersatu dalam menghadapi ancaman geopolitik ini.

Pada tahun ini, pertumbuhan ekonomi Indonesia mencapai 5,61% (year-on-year) di triwulan I, inflasi tetap terkendali, dan surplus neraca perdagangan terus berlangsung selama lebih dari 70 bulan. Fakta ini menunjukkan bahwa Indonesia mampu mempertahankan ketahanan ekonomi meski di tengah ketidakpastian global. Dalam Key Discussion, Airlangga menjelaskan bahwa keberlanjutan ekonomi nasional menjadi fondasi penting untuk mendorong kerja sama internasional yang lebih produktif.

Kemitraan Strategis dan Transformasi Industri

Sebagai bagian dari transformasi ekonomi, Indonesia fokus pada hilirisasi industri, pengembangan manufaktur, digitalisasi, dan ekonomi hijau. Dalam Key Discussion, Airlangga memaparkan bahwa negara ini berperan aktif dalam rantai pasok global, terutama di bidang kendaraan listrik, baterai, mineral kritis, dan energi terbarukan. Posisi ini tidak hanya memperkuat daya saing Indonesia, tetapi juga memberikan kontribusi pada diversifikasi rantai pasok energi bersih secara internasional.

Indonesia telah menjadi pusat produksi kendaraan listrik internasional, dengan menarik investasi dari Asia, Eropa, dan Amerika Utara. Hal ini mencerminkan upaya strategis dalam Key Discussion untuk menjaga keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi dan keberlanjutan lingkungan. Selain itu, dalam Key Discussion, Airlangga menekankan pentingnya kebijakan yang mendukung transisi ke ekonomi berkelanjutan, seperti program biodiesel B50 yang diharapkan mengurangi impor bahan bakar sebesar 4 juta kiloliter per tahun.

Dalam bidang digital, ekonomi Indonesia diprediksi mencapai nilai lebih dari US$130 miliar dalam gross merchandise value (GMV) pada 2025, menjadikannya salah satu ekonomi digital terbesar di Asia Tenggara. Dalam Key Discussion, Airlangga menyebutkan bahwa digitalisasi menjadi kunci untuk meningkatkan efisiensi dan daya saing dalam perekonomian nasional. Tantangan utama saat ini adalah bagaimana memastikan bahwa pengembangan ini tidak hanya berdampak pada sektor tertentu, tetapi juga mendorong transformasi keseluruhan ekonomi.

Airlangga menegaskan komitmen Indonesia untuk terus memperluas kerja sama ekonomi, baik dengan mitra regional maupun internasional, dalam menjaga keberlanjutan perekonomian global. Dalam Key Discussion, ia menekankan bahwa arsitektur ekonomi internasional harus menjadi acuan untuk memastikan stabilitas jangka panjang. Ini termasuk peran aktif Indonesia dalam menciptakan kerangka kerja sama yang mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan adaptif.

Leave a Comment