Kunjungan Raline Shah ke Banyuwangi: Pengalaman Menikmati Sunrise di Kawah Ijen
Visit Agenda – Raline Shah, seorang artis dan model, membagikan pengalaman uniknya selama empat hari liburan bersama keluarga di Banyuwangi, Jawa Timur, antara 12 hingga 15 Juni 2026. Selama kunjungan ini, ia tidak hanya menjelajahi keindahan alam kota wisata tersebut, tetapi juga menyoroti momen spektakuler matahari terbit di Kawah Ijen sebagai bagian dari agenda kunjungan yang penuh makna. Banyuwangi, yang dikenal sebagai “Sunrise of Java,” menjadi pilihan utama Raline untuk mengeksplorasi keajaiban alam dan budaya Indonesia.
Wisata Budaya dan Alam yang Memikat
Pada hari pertama, Raline Shah mengunjungi Desa Wisata Adat Osing Kemiren, yang merupakan salah satu destinasi budaya unggulan Banyuwangi. Di sini, ia terkesan dengan keunikan tradisi lokal dan kehidupan masyarakat Suku Osing yang masih terjaga hingga kini. Selain itu, ia juga menghadiri Pendopo Sabha Swagata Blambangan, sebuah bangunan bersejarah yang menunjukkan perpaduan antara arsitektur lokal dan seni tradisional.
Kunjungan ke Kawah Ijen menjadi bagian terbesar dari visit agenda Raline Shah. Ia memulai pendakian dari pagi dini hari, sekitar pukul 03.00, untuk menikmati pemandangan matahari terbit dari ketinggian 2.368 mdpl. Pengalaman ini dibagikan secara detail oleh Raline, yang menyatakan bahwa momen ini memperkaya wawasan tentang keindahan alam Indonesia. Selain itu, ia juga menikmati Blue Fire, fenomena alam yang terjadi akibat gas hidrogen sulfida yang terbakar di kawah tersebut.
“Banyuwangi benar-benar luar biasa. Saya sekarang paham mengapa banyak turis internasional memilih kota ini sebagai tujuan wisata, khususnya untuk menyaksikan sunrise di Kawah Ijen,” ujar Raline dalam keterangan tertulis, Sabtu (13/6/2026).
Dalam visit agenda ini, Raline Shah tidak hanya menghabiskan waktu untuk menikmati alam, tetapi juga berpartisipasi dalam upaya mempromosikan destinasi wisata di Indonesia. Sebagai Staf Khusus Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Bidang Kemitraan Global dan Edukasi Digital, ia menyatakan bahwa kunjungan ke Banyuwangi menjadi bagian dari strategi membangun citra Indonesia secara global. “Banyuwangi memperlihatkan bahwa Indonesia punya kekayaan seni budaya yang tidak kalah menarik dibanding keindahan alamnya,” tambahnya.
Insight dari Aktivitas Wisata
Menurut Raline Shah, pengalaman mendaki Gunung Ijen memberikan kesan mendalam tentang pentingnya pariwisata dalam memperkuat ekonomi lokal. Ia menekankan bahwa selain alam, daya tarik Banyuwangi juga terletak pada keragaman budaya dan keunikan tradisi yang dijaga oleh masyarakat setempat. “Visit agenda ke Banyuwangi membuktikan bahwa alam dan budaya bisa saling melengkapi dalam menghadirkan pengalaman tak terlupakan bagi wisatawan,” jelasnya.
Setelah menghabiskan waktu di Kawah Ijen, Raline melanjutkan eksplorasi ke lokasi wisata lain di Banyuwangi, seperti Gunung Semeru dan Tirta Gangga. Ia juga berkesempatan mencicipi kuliner khas daerah tersebut, termasuk makanan berbahan baku lokal yang menjadi ciri khas kota wisata ini. “Banyuwangi punya segalanya, mulai dari panorama alam yang memukau hingga kehidupan budaya yang kental,” kata Raline, yang berharap pengalaman ini bisa menjadi referensi untuk meningkatkan promosi wisata di Indonesia.
Raline Shah mengungkapkan bahwa visit agenda ke Banyuwangi tidak hanya sekadar pengalaman pribadi, tetapi juga sebagai bentuk kontribusi dalam memperkenalkan Indonesia ke dunia. “Saya percaya bahwa keindahan alam seperti sunrise di Kawah Ijen bisa menjadi magnet bagi wisatawan, terutama dari luar negeri,” tegasnya. Ia menambahkan bahwa kota ini memiliki potensi besar untuk dikembangkan menjadi destinasi utama di Jawa Timur, dengan dukungan dari berbagai sektor, termasuk industri kreatif dan perfilman.
