AHY Peringatkan Waspada El Nino: Suhu Terus Meningkat, Jangan Sampai Lengah
Wahanaberita.com – Menko Infrastruktur dan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono, menyampaikan pesan penting terkait kondisi El Nino yang sedang berlangsung. Menurutnya, fenomena alam ini saat ini belum menimbulkan dampak signifikan karena bertepatan dengan musim kemarau. Namun, ia menekankan bahwa masyarakat dan pemerintah tidak boleh bersikap lengah mengingat suhu yang terus mengalami kenaikan.
Tadi kami mendengar juga dari Menteri Pertanian misalnya, juga menyampaikan kesiapan stok pangan kita yang juga dirasakan masih cukup aman. Tetapi kita tidak boleh lengah karena El Nino juga bisa terus meningkat derajatnya,” ujarnya.
Kesiapan Infrastruktur Air dan Sektor Pangan
Dalam rapat terbatas yang diselenggarakan di Istana, Jakarta pada Selasa (27/7/2026), AHY menjelaskan bahwa El Nino kali ini diperkirakan tidak akan memberikan pengaruh besar terhadap sektor pangan maupun ekonomi nasional secara menyeluruh. Ia mengajak seluruh pihak untuk mempersiapkan diri sebaik mungkin guna meminimalkan potensi masalah yang mungkin timbul bagi masyarakat.
Di bidang infrastruktur, AHY menegaskan bahwa kesiapan sumber daya air telah dipastikan. Sistem penyediaan air bersih akan dijaga agar tetap lancar, mulai dari kebutuhan rumah tangga hingga mendukung aktivitas persawahan. Bendungan dan waduk dipastikan memiliki debit air yang memadai untuk memenuhi suplai air bersih dan air baku bagi masyarakat, serta mendukung sistem irigasi.
Irigasi ini penting karena kita harus memastikan air tetap mengalir ke sawah-sawah kita dan menjamin produktivitas pertanian kita tidak terlalu terganggu,” ujarnya.
Neraca Air Aman, Namun Waspada Kebakaran
Berdasarkan data dari Kementerian Pekerjaan Umum, neraca air saat ini masih berada dalam kondisi cukup dan aman. Meskipun demikian, AHY mengingatkan bahwa El Nino masih berpotensi untuk terus meningkat intensitasnya. Di sisi lain, masalah kebakaran hutan dan lahan (kahutla) menjadi salah satu hal yang harus diantisipasi secara maksimal mengingat masih adanya potensi titik api di berbagai wilayah.
Kepala BMKG sebelumnya telah menyampaikan adanya tren yang perlu diantisipasi bersama, terutama karena El Nino masih berhimpitan dengan masa kemarau. Selain isu ketersediaan air bersih, kebakaran hutan dan lahan juga menjadi perhatian utama.
AHY menyebutkan sejumlah provinsi yang perlu diwaspadai, antara lain Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Selatan. Baik wilayah dengan lahan gambut maupun non-gambut, daerah-daerah tersebut kerap mengalami munculnya hotspot atau titik api yang harus segera ditangani.

