Berita

101 Pedagang Terdampak Kebakaran Pasar di Klaten, Kerugian Rp 3 M

Los Pasar Bayat di Kecamatan Bayat, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, kembali menjadi sorotan setelah dilanda api yang memusnahkan puluhan lapak dagangan

Desk Berita
Published Juli 29, 2026
Reading time 2 minutes
Conversation No comments
Foto : Karen Williams - wahanaberita.com

Kebakaran Pasar Bayat: 101 Pedagang Terdampak Kebakaran Pasar

Wahanaberita.com – Los Pasar Bayat di Kecamatan Bayat, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, kembali menjadi sorotan setelah dilanda api yang memusnahkan puluhan lapak dagangan. Bencana kebakaran ini menimpa 101 Pedagang Terdampak Kebakaran Pasar dengan kerugian yang mencapai estimasi Rp 3 miliar. Api yang melahap area pasar tersebut tidak hanya menghancurkan bangunan, tetapi juga menggusur kehidupan para pelaku usaha yang selama ini mengandalkan pasar sebagai sumber penghasilan utama.

Detail Kerugian dan Dampak bagi Pedagang

Bupati Klaten, Hamenang Wajar Ismoyo, yang hadir langsung di lokasi kejadian menyampaikan bahwa kerugian yang dialami para pedagang mencakup berbagai jenis usaha. Mulai dari toko kelontong, toko pakaian, hingga usaha dagangan lainnya terdampak secara signifikan. “Kerugian tadi disampaikan sekitar Rp 2 miliar sampai Rp 3 miliar. Ya karena ada 101 pedagang, ada yang kelontong, pakaian, dan macam-macam,” jelas Hamenang Wajar Ismoyo di Pasar Bayat, Selasa (28/7/2026).

Di antara para pedagang yang terdampak, Harini merupakan salah satu korban yang paling merasakan dampak berat. Wanita paruh baya ini terlihat menangis di hadapan bupati setelah kehilangan dagangan senilai Rp 500 juta serta uang tunai Rp 50 juta yang tersimpan di dalam lemari lapaknya. Toko sembako miliknya yang berukuran 9×3 meter hangus total, menyisakan hanya tumpukan arang dan abu.

“Semua habis, ini toko sembako saya ukuran 9×3 meter. Uang juga ada sekitar Rp 50 juta,” kata Harini tersedu-sedu sambil menunjukkan lapak yang kini hanya berupa reruntuhan.

Harini menambahkan bahwa ia merasa kehilangan segalanya setelah kejadian tersebut. Seluruh barang dagangan sembako miliknya hangus terbakar, dan ia pun tidak memiliki apa-apa lagi selain lapak yang telah menjadi abu. “Saya sudah tidak punya apa-apa Pak, semua sudah habis Pak, ini Pak,” ucapnya sambil menunjuk ke arah lapaknya yang kini hanya menyisakan tumpukan arang.

Tanggapan Pemerintah dan Investigasi Penyebab

Hamenang Wajar Ismoyo menegaskan bahwa ia bersama dinas terkait telah mengunjungi lokasi untuk mengevaluasi dampak kebakaran secara menyeluruh. Pemerintah daerah berupaya memitigasi permasalahan agar para pedagang dapat segera kembali berjualan dan menjalankan aktivitas ekonomi mereka. “Ada 101 pedagang, sehingga kami mencoba memitigasi permasalahan ada sehingga bisa sesegera mungkin pedagang berjualan,” ujarnya.

Hingga saat ini, area pasar masih digaris polisi sebagai langkah pengamanan. Laboratorium Polri dijadwalkan hadir dalam waktu dekat untuk memeriksa penyebab kebakaran secara detail. Tim forensik akan menyelidiki apakah api dipicu oleh korsleting listrik atau faktor lain yang belum teridentifikasi. “Hari ini masih digaris polisi dan insyaallah kalau tidak hari ini, besok, Labor Polri akan hadir untuk mengecek apakah ini benar-benar karena korsleting listrik atau ada hal lain,” ujar Hamenang.

Kehilangan yang dialami para pedagang tidak hanya berupa barang dagangan, tetapi juga uang tunai dan aset lainnya. Para pedagang kini menunggu bantuan dan pemulihan dari pemerintah daerah agar mereka dapat memulai kembali usaha mereka. Dengan jumlah 101 Pedagang Terdampak Kebakaran Pasar yang terdampak, pemulihan ekonomi lokal di Pasar Bayat akan membutuhkan waktu dan dukungan yang memadai.

Leave a Comment