Berita

Topics Covered: Keberanian Ocha Protes Juri Sampai Tak Sangka Dapat Atensi

ian Ocha Protes Juri Sampai Tak Sangka Dapat Atensi Topics Covered - Belakangan ini, berita tentang aksi protes siswa SMAN 1 Pontianak yang tampil dalam LCC

Desk Berita
Published Mei 14, 2026
Reading time 2 minutes
Conversation No comments

Keberanian Ocha Protes Juri Sampai Tak Sangka Dapat Atensi

Topics Covered – Belakangan ini, berita tentang aksi protes siswa SMAN 1 Pontianak yang tampil dalam LCC Empat Pilar MPR RI mencuri perhatian publik. Siswi bernama Josepha Alexandra atau dikenal dengan nama Ocha tersebut tidak pernah membayangkan bahwa keberaniannya dalam menyampaikan keluhan terhadap keputusan juri bisa menarik perhatian begitu besar.

Protes Viral dan Respons dari Juri

Ocha memberikan pernyataan saat diundang oleh Ketua Komisi II DPR RI Rifqinizamy di kawasan Tebet, Jakarta Selatan, Rabu (13/5/2026). Ia mengungkapkan kejutan atas viralnya video lomba tersebut.

“Dari saya dan tim, kami mengucapkan terima kasih kepada masyarakat atas dukungan dan aspirasi positifnya. Semoga hal ini menjadi motivasi kami untuk terus berkembang di masa depan,” ujar Ocha.

“Kami sebenarnya tidak menyangka bahwa atensinya bisa mencapai tingkat seperti ini. Video yang beredar juga menyebar pesat,” tambahnya.

Rifqinizamy Karsayuda, sebagai alumni SMAN 1 Pontianak, menyoroti kemampuan komunikasi para peserta LCC MPR. Ia mengungkapkan rasa kaget atas kinerja para siswa yang masih remaja.

“Saya kira terkejut melihat kemampuan komunikasi adik-adik saya. Kalau dulu, saya di kelas I atau II SMA, mungkin tidak sebaik ini kemampuan saya,” ujar Rifqi.

“Yang penting adalah kita harus sadar bahwa mereka adalah remaja yang perlu perlindungan psikologis,” sambungnya.

Kunci Chemistry dalam Tim

Siswa SMAN 1 Pontianak menjelaskan bagaimana mereka mampu mengambil keputusan berani saat mengikuti lomba. Mereka menekankan pentingnya hubungan antaranggota (chemistry) yang terbangun sejak awal.

“Kita menanamkan chemistry sejak awal, seperti yang dikatakan teman saya tadi. Dengan saling terbuka, tim kita bisa merasa lebih percaya diri ketika ada kesalahan dan memprosesnya bersama,” kata Almira, salah satu peserta.

“Dari situ, kita belajar bahwa dalam lomba, jika ada kekeliruan, perlu evaluasi terhadap penyelenggara,” lanjutnya.

Almira menjelaskan bahwa timnya berani menantang juri karena merasa jawaban mereka lebih tepat. Ia menyebut jawaban dari Grup B SMAN 1 Sambas sama dengan jawaban Ocha, namun tim tersebut justru menerima nilai 10, sementara timnya didiskon minus lima.

“Host mengirimkan soal ke Grup A dan B. Grup B menjawab dengan kalimat yang identik, bahkan substansi jawabannya sama. Tapi mereka dapat nilai 10, sedangkan tim kami minus lima,” tutur Almira.

Zein, peserta lainnya, menambahkan bahwa chemistry diperkuat selama latihan. Fokus mereka bukan hanya pada belajar, tetapi juga pada pembangunan memori tim.

“Fokus kami bukan hanya belajar, tapi membangun chemistry agar lomba berjalan lebih lancar. Dengan memori yang terlatih, kita merasa lebih siap dalam pertandingan,” ujar Zein.

“Evaluasi juga dilakukan setiap akhir latihan. Pembimbing dan teman-teman saling mengingatkan agar semua bersikap terbuka dan saling mendukung,” katanya.

Leave a Comment