Proyek LRT Dipercepat, Pemprov DKI Targetkan Perjalanan Kelapa Gading-Manggarai Hanya 27 Menit
Special Plan – Sebagai bagian dari Special Plan yang sedang dipercepat, Pemprov DKI Jakarta menargetkan pengurangan waktu tempuh antara Kelapa Gading dan Manggarai menjadi sekitar 27 menit. Proyek LRT Velodrome hingga Stasiun Manggarai ini menjadi bagian dari upaya memperkuat sistem transportasi koridor timur Jakarta, yang diharapkan mampu mengatasi masalah kemacetan dan meningkatkan aksesibilitas masyarakat.
Manfaat Strategis dan Dukungan Pemerintah
“Dengan Special Plan ini, kami yakin pengembangan LRT Velodrome-Manggarai akan menjadi pilar utama integrasi transportasi antarmodal,” jelas Chico Hakim, Staf Khusus Gubernur DKI Jakarta, kepada media pada Kamis (14/5/2026).
Menurut Chico, jalur LRT tersebut akan menghubungkan Velodrome (Rawamangun) secara langsung ke Manggarai, yang merupakan pusat transportasi multimodal di Jakarta. Dengan pengoperasian LRT, waktu tempuh yang sebelumnya memakan waktu lebih dari 40 menit melalui kendaraan pribadi di jam sibuk dapat dipangkas menjadi sekitar 26-27 menit. Ini diharapkan mendorong mobilitas yang lebih efisien dan mengurangi kepadatan lalu lintas di area tersebut.
Salah satu tujuan utama dari Special Plan adalah memastikan transportasi umum menjadi solusi utama bagi masyarakat. Selain menghubungkan dua titik strategis, jalur LRT ini juga diharapkan meningkatkan konektivitas antara kawasan industri, pemukiman, dan pusat perbelanjaan. Pemprov DKI menggambarkan proyek ini sebagai bagian dari rencana jangka panjang untuk transformasi kota yang lebih berkelanjutan.
Progres Pembangunan dan Pencapaian 90 Persen
Proyek LRT Jakarta Fase 1B yang tengah dijalankan oleh Waskita Karya kini telah mencapai progres di atas 90 persen. Dengan kecepatan pembangunan yang lebih tinggi, pemerintah optimis jalur Velodrome-Manggarai dapat beroperasi penuh sesuai target pada Agustus 2026. Proses ini merupakan hasil dari koordinasi intensif antara berbagai pihak, termasuk lembaga teknis dan masyarakat sekitar.
Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Pramono, menyatakan bahwa Special Plan ini tidak hanya menyelesaikan masalah transportasi, tetapi juga menjadi langkah penting untuk membangun kota yang lebih modern dan berkelanjutan. “Setelah semua uji coba selesai, LRT akan menjadi alternatif utama bagi rakyat Jakarta,” katanya. Selain itu, proyek ini diharapkan mampu menyerap tenaga kerja lokal dan mendorong pertumbuhan ekonomi di sepanjang jalur tersebut.
Persiapan Uji Coba dan Pengujian Sistem
LRT Jakarta Fase 1B memasuki tahap uji coba atau testing and commissioning pada 29-30 April 2026. Uji coba dilakukan di lintasan sepanjang 3,6 kilometer mulai dari Velodrome hingga Pasar Pramuka, sebagai bagian dari pengujian sistem operasional sebelum diluncurkan secara resmi.
Tahap ini menjadi langkah kritis untuk memastikan semua komponen seperti jalur rel, persinyalan, kelistrikan, dan layanan penumpang berjalan optimal. Chico Hakim menekankan bahwa Special Plan mencakup rencana pengujian yang ketat untuk meminimalkan risiko kecelakaan dan memastikan kenyamanan pengguna. “Kami fokus pada keandalan dan keselamatan,” tambahnya. Proses uji coba ini juga melibatkan simulasi pengoperasian penuh untuk menilai kapasitas penumpang yang diestimasi mencapai 80.000 orang per hari.
Menurut rencana, setelah fase uji coba selesai, layanan LRT menuju Manggarai akan resmi dibuka untuk publik. Ini diharapkan memberikan dampak signifikan dalam mengurangi volume kendaraan pribadi dan mengoptimalkan penggunaan transportasi umum. Special Plan ini juga menjadi langkah konkrit dalam mewujudkan visi Jakarta sebagai kota yang terintegrasi dan ramah lingkungan.
Target Proyek dan Dukungan Publik
Pemprov DKI Jakarta menjadwalkan pengoperasian penuh LRT Velodrome-Manggarai pada Agustus 2026, sesuai dengan Special Plan yang telah ditetapkan. Target ini diharapkan menjadi tolak ukur keberhasilan dalam peningkatan kualitas transportasi di koridor timur. Dengan penyelesaian proyek, warga Jakarta akan memiliki akses ke transportasi yang lebih cepat dan terjangkau, terutama di sekitar stasiun-stasiun strategis.
Chico Hakim menegaskan bahwa Special Plan ini merupakan kolaborasi antara pemerintah daerah dan berbagai pihak terkait. “Kami yakin proyek ini akan memberikan dampak luas, baik secara ekonomi maupun sosial,” tuturnya. Selain itu, proyek LRT juga diharapkan menjadi contoh keberhasilan pembangunan infrastruktur yang berkelanjutan, dengan penggunaan teknologi modern dan ramah lingkungan.
Dukungan dari masyarakat terus mengalir karena manfaat yang diperkirakan dari Special Plan ini sangat besar. Dengan waktu tempuh yang lebih singkat, warga Jakarta akan lebih mudah mengakses tempat kerja, pendidikan, dan fasilitas umum. Proyek ini juga dianggap sebagai solusi jangka panjang untuk mengatasi masalah kemacetan dan mengurangi emisi karbon di kota metropolitan.