Berita

Solution For: Andre Rosiade Tinjau Pembangunan Jalan Malalak Sumbar Bareng Kepala BPJN Sumbar

Solution For: Andre Rosiade Tinjau Progres Jalan Malalak Sumbar dengan Kepala BPJN Solution For - Pada hari Minggu, 10 Mei 2026, Menteri Pekerjaan Umum dan

Desk Berita
Published Mei 11, 2026
Reading time 3 minutes
Conversation No comments

Solution For: Andre Rosiade Tinjau Progres Jalan Malalak Sumbar dengan Kepala BPJN

Solution For – Pada hari Minggu, 10 Mei 2026, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Andre Rosiade melakukan inspeksi langsung ke lokasi proyek jalan Malalak di Sumatera Barat bersama Kepala Badan Pengelolaan Jalan Nasional (BPJN) Sumbar, Elsa Putra Friandi. Turut hadir dalam acara tersebut tokoh masyarakat, perwakilan wali nagari, niniak mamak, serta masyarakat setempat. Fokus kunjungan ini adalah meninjau tahapan pekerjaan yang sedang berlangsung dan memastikan keberlanjutan proyek dalam mendorong pemulihan daerah terdampak bencana.

Tahapan Pengerjaan dan Dana Darurat

Menurut Elsa Putra Friandi, pembangunan jalan Malalak dilakukan dengan mekanisme darurat yang diatur sesuai instruksi Menteri Pekerjaan Umum. Karena status darurat provinsi Sumbar masih berlaku hingga September 2026, proyek ini dipecah menjadi beberapa fase untuk memenuhi prosedur pengadaan yang lebih efisien. “Dengan dana darurat, kami bisa mempercepat penyelesaian infrastruktur yang sangat vital bagi masyarakat,” jelasnya.

Andre Rosiade menegaskan bahwa pemerintah pusat tetap berkomitmen mengupayakan solusi untuk masyarakat yang terdampak bencana. “Melalui dana APBN, proyek ini akan berjalan secara bertahap, meski sebagian besar tanggung jawab jalan provinsi ada di daerah,” tambahnya. Ia menekankan bahwa penggunaan dana darurat bukanlah pengurangan anggaran, melainkan upaya memprioritaskan kebutuhan warga yang lebih mendesak.

Progres Fisik dan Langkah Keselamatan

BPJN Sumbar mengungkapkan bahwa sebagian besar jalur yang sebelumnya terputus akibat bencana kini telah pulih, meski masih diberlakukan pembatasan penggunaan untuk menjaga keamanan. Alat berat masih ditempatkan di sepanjang jalan, sementara pengerjaan permanen sedang dijalankan secara bertahap. “Kami telah memberikan sirtu di beberapa titik untuk mengurangi risiko licin saat hujan,” kata Elsa. Selain itu, pekerjaan peningkatan komunikasi seperti BTS di area blank spot juga terus berjalan untuk memastikan akses informasi yang lebih baik.

Andre Rosiade menyoroti bahwa solusi untuk pemulihan infrastruktur ini tidak hanya mengatasi masalah jalan, tetapi juga berdampak pada pengembangan ekonomi dan mobilitas warga. “Kehadiran infrastruktur yang stabil akan mempercepat kembali kehidupan normal masyarakat di daerah terdampak,” ujarnya. Ia juga menegaskan bahwa pemerintah pusat akan terus berkoordinasi dengan daerah untuk memastikan proyek ini selesai tepat waktu.

Apresiasi dan Harapan Masyarakat

Komunitas setempat memberikan apresiasi tinggi terhadap upaya solusi untuk membangun jalan Malalak. Erdinal, seorang tokoh masyarakat, menyatakan bahwa penyelesaian proyek ini sangat penting dalam memperbaiki akses ke desa-desa terpencil. “Jalan yang telah pulih memberikan kemudahan bagi warga untuk beraktivitas sehari-hari,” katanya. Ia juga berharap proyek ini tidak hanya dilanjutkan, tetapi diiringi pembangunan lain yang memperkuat daya tahan wilayah terhadap bencana alam.

Wakil Bupati Agam, M Iqbal, menambahkan bahwa dukungan dari pemerintah pusat menjadi penggerak utama bagi pemulihan daerah. “Solusi untuk meningkatkan infrastruktur ini menjadi tulang punggung pemulihan ekonomi pasca-bencana,” ujarnya. Ia menyebutkan bahwa progres jalan Malalak juga mendukung peningkatan komunikasi dan akses logistik yang lebih optimal. “Kami yakin proyek ini akan memberikan dampak positif jangka panjang bagi masyarakat,” tutupnya.

Dalam kunjungan ini, Andre Rosiade juga memberikan arahan untuk memastikan kualitas pekerjaan tetap terjaga. “Setiap tahap harus diawasi secara ketat agar tidak ada penundaan,” katanya. Proyek ini diharapkan selesai dalam beberapa bulan ke depan, dengan tahap pertama selesai sebelum Agustus 2026. Selain itu, pembangunan jembatan di kilometer 82 akan dilakukan melalui proses tender untuk memastikan transparansi dan efisiensi.

Sebagai bagian dari solusi untuk pembangunan yang berkelanjutan, jalan Malalak menjadi contoh keberhasilan kolaborasi antara pemerintah pusat dan daerah. “Ini bukti bahwa sinergi antara Kementerian PU dan Sumbar sangat menghasilkan,” kata Andre. Ia juga menekankan pentingnya peningkatan infrastruktur sebagai investasi untuk masa depan masyarakat. “Dengan jalan yang baik, masyarakat bisa lebih fokus pada pengembangan diri dan ekonomi,” pungkasnya.

Leave a Comment