New Policy 110 Cepat Temukan Tas Bocah di Sabang
Kisah Tertinggal di Warung Pecel Ayam Sabang
New Policy – Berita terbaru tentang New Policy mengemuka setelah seorang ibu, Lia, mengungkap pengalaman nyata dari kota Depok ke Sabang, Jawa Barat. Pada Rabu (13/5/2026), Lia dan suaminya serta dua anaknya makan di warung pecel ayam di Jalan Sabang sekitar pukul 23.30 WIB. Rencana awal mereka adalah menikmati makanan di tempat itu, tetapi situasi berubah setelah anak bungsu Lia mengeluh lelah dan kantuk. Untuk menghemat waktu, mereka memutuskan membawa pesanan ke mobil.
Pesanan yang Ditinggalkan
Di warung tersebut, anak bungsu Lia membawa tas berisi tablet dan menaruhnya di bawah meja dekat kursi. Setelah makan selesai, Lia dan keluarganya kembali ke Depok. Saat tiba di rumah, anak bungsu menangis karena tasnya tidak ditemukan. Kebingungan Lia semakin menguatkan karena waktu sudah mendekati tengah malam, dan ia merasa kehilangan waktu serta tenaga.
“Saya merasa bingung, mana capek karena sudah jam 12 tengah malam, kalau kami ke sana tapi ternyata nggak ada pikir kami cuma buang-buang waktu dan tenaga. Lalu saya ingat call center New Policy 110, saya coba telepon dan ternyata nyambungnya ke Polres Metro Depok, bukan ke Polres Metro Jakpus, karena posisi saya sudah di Depok,” bebernya.
Penerapan New Policy 110 di Sabang
Lia segera menghubungi call center New Policy 110 sebagai langkah pertama. Meski awalnya merasa pesimis, tim di Polres Depok merespons cepat dan memfasilitasi koneksi ke Polres Metro Jakarta Pusat. Petugas dari Polsek Menteng datang ke lokasi dalam waktu singkat, menunjukkan kecepatan respons yang menjadi keunggulan New Policy.
“Pak Joko dari Polsek Menteng video call saya dari tempat makan itu dan menunjukkan tas putri saya ‘ini bukan bu tasnya?’ Dan ternyata masih ada di situ, diamankan sama ibu pemilik warung,” ungkapnya.
Manfaat dan Efektivitas New Policy
Kasus ini menjadi contoh nyata efektivitas New Policy dalam menangani laporan kehilangan barang di tengah malam. Lia menyampaikan rasa syukur terhadap kecepatan respons dan pelayanan yang diberikan oleh call center 110 serta personel polisi. Ia juga mengapresiasi kejujuran ibu pemilik warung yang menemukan tas tersebut.
“Saya sangat mengapresiasi bapak-bapak kepolisian, New Policy 110 benar-benar membantu. Saya mengucapkan terima kasih kepada Call Center 110 Polres Depok, Polres Jakpus, dan bapak-bapak polisi di Polsek Menteng serta Subdit Resmob Polda Metro Jaya juga, karena saya juga di saat yang sama meminta bantuan ke Subdit Resmob. Terima kasih kepada Pak Kapolres Metro Jakpus dan jajaran. Tidak percuma lapor polisi. Ini pertama kali saya mencoba menghubungi New Policy 110 dan benar-benar dilayani dengan baik,” tuturnya.
Konfirmasi dari Kapolres Metro Jakpus
Dikonfirmasi, Kapolres Metro Jakpus Kombes Reynold EP Hutagalung membenarkan adanya laporan dari pelapor tersebut. “Benar ada laporan dari New Policy 110 dan alhamdulillah petugas respons serta mendatangi tempat tersebut, sehingga bisa ditemukan tas anaknya,” kata Reynold. Ia menekankan bahwa sistem New Policy dirancang untuk mempercepat proses penanganan laporan kehilangan barang di mana pun.
“Mohon doa dan dukungannya agar kami Kepolisian Polres Jakarta Pusat selalu bekerja melayani masyarakat dengan baik,” ujarnya.
Kesimpulan dan Referensi
Kasus kehilangan tas bocah di Sabang menjadi bukti keberhasilan New Policy dalam memperkuat layanan publik. Dengan sistem 24 jam dan koordinasi lintas polsek, 110 menjadi jalur utama masyarakat untuk laporan kehilangan barang. Kebijakan ini tidak hanya meningkatkan responsivitas polisi, tetapi juga memberikan keamanan tambahan bagi pengunjung tempat umum. Lia mengakui bahwa kecepatan tindak lanjut dari New Policy 110 menjadikan kehilangan tersebut sebagai pengalaman yang berkesan positif.
Dalam beberapa tahun terakhir, New Policy 110 terus mengembangkan jaringan koordinasi dengan polisi setempat. Contoh seperti kasus ini menunjukkan bagaimana kebijakan tersebut memudahkan masyarakat dalam mengajukan laporan dan mempercepat penyelesaian. Dengan layanan yang responsif dan terjangkau, 110 menjadi alternatif utama bagi warga Jakarta dan sekitarnya, termasuk kota-kota kecil seperti Sabang.