Berita

26 Rumah di Aceh Tenggara Rusak Diterjang Banjir Bandang

Banjir Bandang 26 Rumah di Aceh Tenggara Rusak - Sebuah bencana alam berupa banjir bandang menghancurkan 26 rumah di dua desa yang berada di wilayah Aceh

Desk Berita
Published Mei 11, 2026
Reading time 3 minutes
Conversation No comments

26 Rumah di Aceh Tenggara Rusak Diterjang Banjir Bandang

26 Rumah di Aceh Tenggara Rusak – Sebuah bencana alam berupa banjir bandang menghancurkan 26 rumah di dua desa yang berada di wilayah Aceh Tenggara, Sabtu (9/5) sekitar pukul 22.00 WIB. Kebocoran air dari sungai yang berlebihan, dipicu oleh hujan deras yang mengguyur daerah tersebut sejak sore hari, menyebabkan aliran air meluap ke pemukiman warga. Banjir ini terjadi tanpa peringatan dini, sehingga masyarakat setempat terkejut dan terpaksa bergegas menyelamatkan barang-barang mereka dari ancaman material yang mengalir.

Peristiwa Banjir Bandang di Aceh Tenggara

Banjir bandang terjadi akibat kondisi cuaca ekstrem yang melanda Aceh Tenggara, terutama pada daerah dataran rendah. Hujan deras selama hampir delapan jam sebelumnya mengakibatkan air sungai meluap dan merambat ke permukiman penduduk. Situasi ini menimbulkan kekhawatiran terhadap infrastruktur seperti jembatan dan jalan raya yang menjadi akses utama bagi warga setempat.

Menurut laporan dari Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA), banjir ini menghanyutkan puluhan rumah dan mengakibatkan kerusakan yang parah di dua desa yang terdampak. Rombongan warga yang tinggal di daerah rawan longsor pun terpaksa mengungsi ke tempat yang lebih aman. Air banjir juga menghanyutkan sejumlah kendaraan bermotor dan peralatan pertanian milik masyarakat, menyebabkan kerugian materi yang signifikan.

Sejumlah jalan nasional, seperti Kutacane-Medan, sempat terputus akibat material longsor yang menutupinya. Dampak dari banjir bandang ini membuat aksesibilitas ke daerah terkena terganggu selama beberapa jam. Untuk mengatasi masalah ini, pihak BPBA dan pihak terkait lainnya segera mengerahkan tim penyelamatan dengan alat berat guna membersihkan jalan dan mengevakuasi korban yang terkena dampak.

Dampak pada Infrastruktur dan Masyarakat

Bencana ini tidak hanya merusak bangunan, tetapi juga menimbulkan gangguan pada fasilitas umum. Jembatan kecil yang sering digunakan warga terkena dampak parah, sehingga harus ditutup sementara waktu. Berdasarkan data yang diterima, 4 unit rumah mengalami kerusakan berat, 15 unit rusak sedang, dan 7 unit rusak ringan. Kerusakan tersebut terjadi karena air banjir membawa bebatuan dan kayu gelondongan yang menghantam bangunan dari luar.

Korban yang terkena dampak mencapai 155 jiwa, terdiri dari warga yang mengungsi ke tempat tinggal sementara dan mereka yang mengalami kerugian material. Meski tidak ada korban jiwa dalam musibah ini, namun kekhawatiran akan kemungkinan terjadinya banjir lebih besar kembali masih mengemuka. Peristiwa ini menjadi peringatan bagi masyarakat Aceh Tenggara untuk lebih waspada terhadap cuaca ekstrem yang sering terjadi di daerah tersebut.

BPBA melalui pernyataan Kepala Badannya, Bahron Bakti, menjelaskan bahwa tim darurat telah diterjunkan ke lokasi untuk mengevaluasi kondisi. Penanganan darurat juga melibatkan perangkat daerah setempat serta kelompok masyarakat setempat yang turut serta memberikan bantuan logistik. Proses pembersihan dan pemulihan masih berlangsung, dengan harapan dapat segera memperbaiki aksesibilitas dan menormalisasi kehidupan warga yang terkena dampak.

Situasi cuaca ekstrem ini diprediksi akan terus berlangsung hingga hari Minggu (10/5). BPBA mencatat bahwa sejumlah daerah di Aceh Tenggara, khususnya daerah aliran sungai, rentan terhadap banjir karena kondisi geografis yang landai. Sebelumnya, pihak setempat telah mengeluarkan peringatan dini mengenai kemungkinan hujan lebat, tetapi tidak semua warga mengambil langkah pencegahan secara serius.

Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA) memberikan penjelasan bahwa kejadian banjir bandang ini adalah bagian dari serangkaian bencana yang sering terjadi di Aceh Tenggara. Tim dari BPBA terus melakukan pemantauan terhadap kondisi di daerah terkena, termasuk memberikan bantuan bagi warga yang terdampak. Selain itu, pihak BPBA juga mengimbau masyarakat untuk tetap memantau cuaca dan siapkan langkah pencegahan jika terjadi hujan deras berkepanjangan.

Leave a Comment