Jatuh ke Jurang Gunung Putang, Mahasiswa ITB Susuri Sungai Sebelum Ditemukan
Jatuh ke Jurang Gunung Putang – Mahasiswa Institut Teknologi Bandung (ITB) yang bernama Arief akhirnya ditemukan setelah jatuh ke jurang Gunung Putang. Kejadian ini terjadi pada hari Jumat, 14 Mei 2026, saat Arief melakukan kegiatan ekspedisi di kawasan Gunung Putang, Bandung. Sebelum ditemukan, ia harus menyusuri aliran sungai yang cukup deras untuk memperbaiki kondisinya. Menurut informasi terkini dari Dekan Fakultas Teknik Sipil dan Lingkungan (FTSL) ITB, Nita Yuanita, Arief telah diterima oleh keluarga setelah proses serah terima selesai. Saat ini, ia sedang menjalani perawatan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Bedas Arjasari.
Detil Kejadian dan Perjalanan Arief
Kecelakaan terjadi saat Arief mencoba mengeksplorasi area lereng Gunung Putang. Ia terperosok hingga sejauh 6-7 meter ke dalam jurang yang curam. Berdasarkan laporan dari tim pencari, Arief berusaha menyelamatkan diri dengan berjalan menyusuri aliran sungai. Keputusannya ini diambil karena kondisi lingkungan di sekitar jurang tidak memungkinkan kembali ke jalur yang lebih tinggi. Dalam perjalanan menyusuri air, Arief mengalami luka-luka di seluruh tubuh, termasuk goresan dan memar. Tim medis RSUD Bedas Arjasari menyatakan bahwa ia masih menunggu hasil pemeriksaan rontgen untuk mengetahui tingkat keparahan cedera.
Dalam kondisi yang cukup sulit, Arief berhasil menemukan jalan keluar setelah berjam-jam berjalan di tengah aliran air. Pengalaman ini membuatnya terkenal di media sosial sebagai salah satu dari sedikit mahasiswa yang mampu bertahan hidup setelah terjatuh ke jurang Gunung Putang. Berbagai saksi mata mengatakan bahwa Arief terlihat tenang meski dalam kondisi terpuruk. Ia bahkan berusaha memberi informasi kepada penolong tentang lokasi tepatnya, yang memudahkan proses pencarian.
Respons dari FTSL ITB dan Pihak Lokal
Dekan FTSL ITB, Nita Yuanita, menyatakan bahwa kejadian ini menjadi pembelajaran penting bagi mahasiswa. “Kondisi Arief saat ini adalah luka di berbagai bagian tubuh, termasuk memar. Pihak rumah sakit masih mengawasi perkembangan kondisinya,” ujarnya dalam keterangan resmi. Nita menambahkan bahwa pihak FTSL, Prodi, dan IATL (Institusi Akselerasi Teknologi Lingkungan) telah terlibat langsung dalam proses penyelamatan. “Proses serah terima telah selesai, dan Arief kini berada di bawah pengawasan keluarga,” tutur Nita, dilansir detikJabar, Senin (11/5/2026).
Sementara itu, petugas dari Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Bandung langsung melakukan operasi penyelamatan setelah menerima laporan dari warga setempat. Tim tersebut menggunakan perahu karet untuk mendekati area terjatuh Arief. Selama operasi, mereka mendapati kondisi aliran sungai yang mengalir deras, sehingga memperumit proses evakuasi. Arief terlihat berusaha berjalan di tengah aliran air, yang membuat tim penyelamat terus memberikan bantuan sambil memastikan keselamatan dirinya.
Kejadian ini juga memicu kepedulian masyarakat sekitar. Beberapa warga Bandung yang tinggal di kawasan Gunung Putang turut serta membantu pencarian Arief. Mereka memberi informasi tentang kondisi alam sekitar dan ikut berkoordinasi dengan pihak berwenang. Pihak keluarga Arief pun menunjukkan rasa syukur atas keselamatan mahasiswanya tersebut. “Kami sangat berterima kasih kepada semua pihak yang membantu penyelamatan Arief. Semoga ia segera pulih dan kembali menjalani kehidupan normal,” ujarnya dalam wawancara dengan detikJabar.
Sebagai mahasiswa ITB yang aktif dalam kegiatan ekspedisi, Arief dikenal memiliki ketahanan fisik dan mental yang tinggi. Namun, jatuh ke jurang Gunung Putang tetap menjadi pengalaman yang mengguncang bagi dirinya. Selama berada di dalam sungai, ia sempat mencoba memberi tahu penolong tentang lokasi terjatuhnya. Berdasarkan laporan medis, Arief mengalami cedera ringan, namun masih memerlukan observasi lebih lanjut untuk memastikan tidak ada komplikasi serius. Fakultas Teknik Sipil dan Lingkungan ITB juga sedang melakukan investigasi terkait kejadian ini sebagai langkah preventif untuk menghindari hal serupa di masa depan.
Baca selengkapnya di sini. (dek/idh)