Solving Problems: Polisi Temukan Siswi Karangasem yang Hilang di Denpasar
Solving Problems adalah salah satu contoh nyata upaya yang dilakukan oleh Polres Karangasem untuk mengatasi masalah kehilangan siswi. Dikutip dari detikBali, NPJ, siswi yang hilang, ditemukan oleh petugas kepolisian setelah sepekan berkeliling Denpasar. Orang tua NPJ baru melaporkan kehilangan putrinya ke Polsek Kubu pada Rabu (13/5/2026), setelah ia menghilang pada Rabu (6/5).
Keterlibatan Polisi dalam Proses Penemuan
Pencarian NPJ dilakukan secara intensif oleh Unit Reskrim dan Unit Intel Polsek Kubu. Setelah menerima laporan, petugas kepolisian langsung melakukan penyelidikan di berbagai tempat yang dikunjungi siswi tersebut. “NPJ ditemukan pada Rabu (14/5) malam dan dijemput oleh keluarganya hari ini, Jumat (15/5/2026), dalam kondisi sehat,” ungkap Ipda I Nengah Artono, Kasi Humas Polres Karangasem.
Menurut Artono, pencarian NPJ tidak hanya berfokus pada kehilangan fisik, tetapi juga mencakup pemecahan masalah psikologis dan sosial. Siswi tersebut sempat telantar setelah ditinggalkan oleh wanita yang dikenal melalui media sosial. Dalam proses penemuan, polisi menekankan pentingnya komunikasi efektif dengan masyarakat untuk menemukan titik temu.
NPJ mengaku bahwa ia diajak oleh seorang wanita untuk berkeliling Denpasar, lalu ditinggalkan di tepi jalan. Setelah itu, ia mencoba menghubungi teman-temannya di Kota Denpasar. Selama seminggu, NPJ tinggal di kos bersama temannya, sambil menunggu bantuan dari pihak keluarga. Proses ini menunjukkan bagaimana problem-solving dapat diterapkan dalam situasi krisis.
Penyelesaian Masalah melalui Kemitraan Masyarakat
Polisi mengungkapkan bahwa keterlibatan masyarakat sangat membantu dalam menemukan NPJ. Para tetangga dan pengguna jalan di Denpasar memberikan informasi yang penting selama pencarian. “Kerja sama dengan warga mempercepat proses penemuan siswi ini,” tambah Artono. Ini menegaskan bahwa problem-solving tidak hanya dilakukan oleh petugas kepolisian, tetapi juga melibatkan partisipasi aktif dari komunitas setempat.
NPJ kini sudah kembali ke rumah setelah mendapat izin dari orang tuanya. Meski sempat telantar, siswi tersebut dalam kondisi baik dan tidak mengalami cedera serius. Polisi juga menyebutkan bahwa akan terus memantau situasi untuk memastikan NPJ tidak mengulangi peristiwa serupa. “Pola problem-solving yang diterapkan dalam kasus ini dapat menjadi contoh bagi kasus serupa di masa depan,” jelas Artono.
“Proses pencarian NPJ mencerminkan upaya yang konsisten dalam menyelesaikan masalah,” kata Ipda I Nengah Artono, Jumat (15/5/2026). “Kami berharap ini bisa menjadi pelajaran bagi masyarakat untuk lebih berhati-hati dalam mempercayai orang asing.”
Kasus ini menjadi perhatian publik karena menunjukkan bagaimana problem-solving yang terorganisir dapat mengatasi situasi yang kritis. Dengan kolaborasi antara polisi dan warga, NPJ akhirnya kembali ke rumah, memberikan harapan bahwa solusi yang tepat bisa ditemukan meskipun situasi terlihat mengguncang. Proses ini juga menegaskan pentingnya kesadaran akan risiko yang mungkin terjadi saat berinteraksi dengan orang yang tidak dikenal.