Berita

What Happened During: Mayat Pria Tanpa Identitas Mengambang di Celah Kapal Pelabuhan Benoa

What Happened During: Mayat Pria Tanpa Identitas Ditemukan Mengambang di Pelabuhan Benoa What Happened During - Sebuah kejadian misterius terjadi di Pelabuhan

Desk Berita
Published Mei 16, 2026
Reading time 4 minutes
Conversation No comments

What Happened During: Mayat Pria Tanpa Identitas Ditemukan Mengambang di Pelabuhan Benoa

What Happened During – Sebuah kejadian misterius terjadi di Pelabuhan Benoa, Denpasar, Bali, pada Rabu (13/5/2026) sekitar pukul 08.00 Wita, ketika seorang pekerja kapal bernama Benidiktus Benyamin Malo menemukan mayat pria tanpa identitas terapung di celah kapal. Kejadian ini menarik perhatian masyarakat setempat dan memicu respons cepat dari pihak kepolisian.

Penemuan di Lokasi Kerja

Menurut keterangan Kasi Humas Polresta Denpasar, Iptu I Gede Adi Saputra Jaya, pekerja kapal tersebut baru tiba di lokasi kerja dan siap memasuki kapal saat menemukan mayat pria yang mengambang di celah kapal. Saksi segera memberitahu anak buah kapal (ABK) lainnya, yang kemudian membantu mengevakuasi korban. Polisi segera datang ke lokasi untuk melakukan pemeriksaan lebih lanjut.

“Saksi saat itu baru tiba di lokasi kerja dan siap memasuki kapal. Saat berada di sekitar celah kapal, ia melihat seorang laki-laki terapung-apung,” ujar Adi, dilansir detikBali, Rabu (13/5).

Kondisi mayat ditemukan dalam keadaan tidak bernyawa, dengan wajah memar dan pakaian kusam. Berdasarkan hasil investigasi awal, mayat diperkirakan sudah mengambang selama beberapa hari, mengingat kondisi celah kapal yang dalam dan aliran air yang tidak terlalu deras. Namun, penyebab kematian masih dalam penyelidikan.

Proses Investigasi dan Informasi Awal

Tim Polairud Polda Bali, bersama Polsek Kawasan Pelabuhan Benoa, melakukan inspeksi ke lokasi pada pukul 08.45 Wita. Dalam proses evakuasi, korban ditemukan berada di antara bagian kapal yang berlubang, menunjukkan kemungkinan jatuh dari atas atau terjebak di celah tersebut.

“Korban selanjutnya dievakuasi oleh tim pencari korban hilang (SAR) untuk dilakukan investigasi lebih lanjut,” tambah Adi.

Dalam pemeriksaan awal, polisi menemukan bahwa korban mengenakan pakaian berupa kaus berwarna hijau tua dan celana jeans pendek berwarna biru. Di saku korban, satu unit ponsel merek Vivo serta alat pengisi daya baterai ditemukan. Ponsel tersebut menjadi bukti penting untuk melacak identitas dan keberadaan korban.

What Happened During selama pemeriksaan lebih lanjut menunjukkan bahwa polisi sedang memeriksa kemungkinan penyebab kematian, termasuk kecelakaan kapal, kejadian luar biasa, atau mungkin korban hilang sebelumnya. Anggota kepolisian juga mengumpulkan bukti di sekitar lokasi untuk mempercepat proses identifikasi.

Detail Kondisi Korban

Korban ditemukan dalam kondisi tubuh yang terkulai lemas, dengan tanda-tanda kelelahan dan tidak ada tanda-tanda kecelakaan langsung. Meski demikian, keberadaan ponsel dan alat pengisi daya menunjukkan bahwa korban mungkin sedang melakukan kegiatan sehari-hari sebelum mengambang di celah kapal.

“Dari pemeriksaan awal, korban tidak menunjukkan tanda-tanda kecelakaan dari luar,” jelas Adi.

Pola kaus hijau tua dan celana jeans biru yang dikenakan korban menimbulkan beberapa pertanyaan. Apakah pakaian tersebut sesuai dengan kebiasaan korban sehari-hari, ataukah merupakan bukti dari kejadian tertentu? Polisi juga sedang menelusuri apakah ada hubungan antara korban dengan aktivitas kapal atau perairan sekitar.

What Happened During kejadian ini menimbulkan kekhawatiran bagi masyarakat setempat, terutama para pekerja dan nelayan yang sering beraktivitas di pelabuhan. Beberapa warga menyebutkan bahwa korban mungkin merupakan pekerja kapal atau anggota keluarga nelayan yang kehilangan jejak.

Keterangan Saksi dan Latar Belakang

Benidiktus Benyamin Malo, pekerja kapal yang menemukan mayat, mengungkapkan bahwa ia sedang melakukan pekerjaan rutin di kapal saat kejadian terjadi. Ia tidak mengira bahwa mayat akan terapung di celah kapal, yang biasanya digunakan untuk menyimpan barang atau alat berkebun.

“Saya tidak tahu apa yang terjadi, tapi saat melihat kejadian tersebut, saya langsung berteriak meminta bantuan,” kata Benyamin, seperti yang dikutip dari detikBali.

Pelabuhan Benoa, yang merupakan salah satu titik pelayaran utama di Bali, sering dijadikan tempat berlabuh bagi kapal-kapal besar maupun kecil. Selain itu, daerah ini juga menjadi lokasi bagi para nelayan yang beraktivitas sehari-hari. Karena itu, kejadian ini menimbulkan pertanyaan tentang keberadaan korban dan kemungkinan terjadi kecelakaan di laut.

What Happened During pemeriksaan lebih lanjut menunjukkan bahwa korban mungkin tidak memiliki rencana untuk berlabuh di Pelabuhan Benoa. Namun, polisi masih memerlukan waktu untuk memverifikasi informasi ini. Saat ini, investigasi berjalan intensif, dengan harapan dapat menemukan identitas korban dalam beberapa hari ke depan.

Langkah-Langkah Selanjutnya

Dalam upaya mencari kebenaran, polisi telah melakukan pemeriksaan terhadap saksi dan beberapa sumber lainnya di pelabuhan. Data dari ABK serta rencana pelayaran kapal yang ditemukan mayat juga menjadi bahan analisis. Polisi juga berkoordinasi dengan tim SAR untuk memastikan bahwa tidak ada korban lain yang belum ditemukan.

“Kami sedang memeriksa semua kemungkinan, termasuk kecelakaan di laut atau kejadian yang mungkin terjadi sebelumnya,” tambah Adi.

Pelabuhan Benoa menjadi fokus pemeriksaan karena lokasinya yang strategis dan tingginya intensitas lalu lintas kapal. Pihak kepolisian juga sedang mengumpulkan informasi dari warga sekitar untuk mengetahui apakah ada yang melihat korban sebelumnya atau mengetahui identitasnya.

What Happened During dalam beberapa hari terakhir menunjukkan bahwa ada peningkatan aktivitas kapal di sekitar Pelabuhan Benoa, yang mungkin terkait dengan kejadian ini. Polisi berharap bisa menemukan informasi tambahan dari saksi dan data lalu lintas kapal untuk mempercepat proses penyelidikan.

Leave a Comment