Berita

What Happened During: Cerita Petugas Ragunan Sempat Bingung Ditanya Lokasi ‘Mas Bro’

What Happened During: Petugas Ragunan Bingung Ditanya Lokasi 'Mas Bro' What Happened During adalah cerita viral yang mencuri perhatian publik sejak beberapa

Desk Berita
Published Mei 16, 2026
Reading time 3 minutes
Conversation No comments

What Happened During: Petugas Ragunan Bingung Ditanya Lokasi ‘Mas Bro’

What Happened During adalah cerita viral yang mencuri perhatian publik sejak beberapa hari lalu. Kepala Humas Taman Margasatwa Ragunan, Wahyudi Bambang, mengungkapkan kebingungan petugas saat banyak pengunjung menanyakan lokasi ‘Mas Bro,’ yang ternyata adalah nama populer untuk satwa capybara di kawasan tersebut. Awalnya, capybara tidak mendapat banyak perhatian dari pengunjung, namun setelah muncul di media sosial, popularitas mereka melesat dan membuat banyak orang penasaran.

“Iya, viral gara-gara itu sih jadi banyak orang nanya, ‘Mas Bro di mana?’. Kita bingung, ‘Mas Bro apa ya?’. Kita jadi tahu kalau ‘Mas Bro’ itu capybara,” kata Bambang saat ditemui di Ragunan, Jakarta Selatan, Jumat (15/5/2026).

Keberhasilan Penangkaran Capybara di Ragunan

Menurut Bambang, Taman Margasatwa Ragunan kini memiliki sekitar 20 ekor capybara yang dijaga. Ia menyatakan bahwa program penangkaran satwa ini mencapai hasil yang lebih baik dibandingkan tempat konservasi lainnya. “Selain viralitas, memang kebetulan di Ragunan populasinya cukup banyak, keberhasilan kelahirannya juga tinggi. Karena di beberapa konservasi lain agak susah katanya, satwa ini agak sulit untuk dikembangbiakkan,” jelasnya.

“Kapibara aslinya berasal dari Amazon, yang memiliki curah hujan tinggi dan lingkungan lembap. Nah, kalau terlalu kering atau terlalu lembap sekali, mereka kurang bisa bertahan. Iklim di Ragunan mungkin sangat sesuai dengan habitat aslinya, sehingga tingkat keberhasilan penangkaran cukup tinggi,” ungkapnya.

Penempatan Kandang Capybara yang Strategis

Ragunan telah menempatkan tiga titik kandang capybara untuk memudahkan pengunjung dalam menemukan satwa ini. Bambang menjelaskan bahwa lokasi kandang dirancang agar pengunjung bisa mengakses lebih banyak area untuk melihat capybara secara langsung. “Kandang capybara terletak di dekat anoa, di tengah area gajah, serta dekat kawasan mamalia kecil dan singa,” katanya.

“Dengan penempatan yang strategis, kita juga mengharapkan pengunjung lebih tertarik berinteraksi dengan capybara. Mereka sering berfoto dan menikmati kehadiran satwa ini, terutama saat ramai,” jelas Bambang.

Popularitas Capybara Mendorong Pengunjung

Dalam masa libur panjang akhir pekan, Taman Margasatwa Ragunan ramai dikunjungi oleh warga. Salah satu daya tarik utama adalah capybara yang menjadi tren di media sosial karena sering dijadikan inspirasi aksesori. “Tren ini membuat pengunjung lebih antusias, terutama anak-anak. Mereka ingin melihat ‘Mas Bro’ secara langsung,” tambah Bambang.

“Selain itu, pengunjung juga mencari pengalaman baru. Capybara cukup ramah dan mudah dekat, jadi bisa jadi pelengkap wisata alam di Ragunan,” katanya.

Respons Pengunjung dan Potensi Kegiatan Khusus

Salah satu pengunjung, Arif (33), warga Cianjur, Jawa Barat, mengatakan datang ke Ragunan secara khusus untuk melihat capybara yang viral. “Iya, anak saya senang lihat capybara, viral kan itu. Ada boneka, gantungan kunci, aksesori, di medsos juga. Dia penasaran, jadi saya bawa ke sini. Memang niat buat lihat capybara,” kata Arif saat ditemui di lokasi.

“Mungkin belum jadi tren ya, tapi kalau ada usulan dari warga, kita bisa siapkan feeding time khusus atau acara serupa. Keberadaan ‘Mas Bro’ memberi dampak positif pada kunjungan,” tambah Bambang.

Kepala Humas Ragunan berharap kepopuleran capybara bisa terus bertahan dan memperkaya pengalaman berwisata di kawasan tersebut. “What Happened During membuktikan bahwa hewan-hewan seperti capybara bisa menjadi pusat perhatian. Kita juga sedang merancang program yang lebih menarik untuk menumbuhkan minat pengunjung,” ujarnya.

Leave a Comment