Berita

Latest Program: Gus Ipul Luncurkan Buku Fikih Penguatan Disabilitas Mental Psikososial

Gus Ipul Meluncurkan Buku Fikih tentang Penguatan Disabilitas Mental dan Psikososial Latest Program - Peluncuran buku berjudul *Fikih Penguatan Disabilitas

Desk Berita
Published Juni 22, 2026
Reading time 2 minutes
Conversation No comments

Gus Ipul Meluncurkan Buku Fikih tentang Penguatan Disabilitas Mental dan Psikososial

Latest Program – Peluncuran buku berjudul *Fikih Penguatan Disabilitas Mental Psikososial dari Pemahaman Keagamaan Menuju Kesamaan Hak dan Keadilan Sosial* berlangsung di Teras Gubuk Pesantren Al-Falah Ploso, Kediri, Jawa Timur. Acara ini diselenggarakan dalam rangka Munas dan Konbes Nahdlatul Ulama, dengan hadirnya Menteri Sosial, Saifullah Yusuf atau Gus Ipul, sebagai pembicara utama.

Isi Buku sebagai Panduan Transformasi Pikiran

Gus Ipul menekankan bahwa buku ini tidak sekadar karya ilmiah, tetapi juga alat untuk mengubah cara berpikir masyarakat. “Ini bukan buku biasa, tetapi menjadi rambu moral dan instrumen penting agar penyandang disabilitas mental-psikososial dilihat sebagai individu yang layak dan berhak,” ujarnya dalam pernyataan tertulis, Minggu (21/6/2026).

“Dengan ini, buku yang diterbitkan oleh LBM NU, Lakpesdam NU, P3M, dan Pusat Rehabilitasi YAKKUM melalui program inklusi KND secara resmi saya luncurkan. Saya bersama-sama membacakan Alfatihah sebagai simbol kesatuan,” katanya.

Perubahan Paradigma Sosial

Komisioner KND, Jonna Aman Damanik, menyoroti paradigma masyarakat yang masih menganggap disabilitas sebagai beban. “Kadang kita memandang normalitas sebagai standar, sehingga melihat orang berbeda sebagai aneh,” ujarnya.

“Solusinya adalah mengubah pola pikir ini, salah satunya melalui dogma hukum dan prinsip keimanan. Saya sangat antusias bersama rekan-rekan untuk mendukung upaya ini. Kita harap paradigma kita benar dan membawa perubahan,” tambahnya.

Kesadaran tentang Perbedaan

Dalam kesempatan yang sama, Gus Kautsar, pengasuh PP-Alfalah Ploso, menyampaikan rasa terima kasih atas kepercayaan yang diberikan. Ia menjelaskan bahwa buku ini memberikan panduan untuk memahami realitas sosial penyandang disabilitas mental-psikososial.

“Kadang kesalahan kita terasa sederhana, tetapi berdampak besar. Misalnya, ketika sulit menerima perbedaan fisik atau mental pada orang lain, itu bisa menjadi hambatan,” katanya.

Gus Kautsar menambahkan, manusia memiliki sifat alami mencintai keindahan dan sesuatu yang menarik. “Namun, jika hal itu membuat kita mengabaikan keistimewaan pada orang lain, maka itu kesalahan. Perasaan itu penting, tetapi harus dikelola dengan bijak,” ujarnya.

Para Peserta dan Dukungan Institusi

Selain Gus Ipul, hadir juga sejumlah tokoh seperti Staf Khusus Menteri Sosial Ishaq Zubaedi Raqib, Katib Syuriah PBNU Dr. Hilmy Muhammad, M.A, serta Komisioner KND Fatimah Asri Mutmainah, Kikin Tarigan, dan Herman Koswara. Hadir pula Bendahara Umum PBNU Gudfan Arif Ghofur, Ketua LBM NU KH Mahbub Maafi, dan para santri Al-Falah Ploso.

Leave a Comment