Berita

Key Strategy: Kapolda Sumsel Inisiasi Khataman Al-Qur’an 80 Kali Jelang HUT Provinsi

Kapolda Sumsel Dorong Key Strategy dengan Khataman Al-Qur'an 80 Kali Jelang HUT Provinsi Key Strategy - Dalam rangka memperingati hari ulang ke-80 Provinsi

Desk Berita
Published Mei 16, 2026
Reading time 2 minutes
Conversation No comments

Kapolda Sumsel Dorong Key Strategy dengan Khataman Al-Qur’an 80 Kali Jelang HUT Provinsi

Key Strategy – Dalam rangka memperingati hari ulang ke-80 Provinsi Sumatera Selatan, Kapolda Sumsel Irjen Sandi Nugroho meluncurkan Key Strategy berupa kegiatan khataman Al-Qur’an yang diadakan secara masif di berbagai titik. Inisiatif ini bertujuan untuk mengintegrasikan nilai-nilai keagamaan ke dalam strategi pengelolaan keamanan dan ketertiban, sekaligus memperkuat hubungan harmonis antara Polri dan masyarakat. Kegiatan ini dianggap sebagai bentuk pendekatan humanis dalam mendorong pembangunan daerah yang berkelanjutan.

Strategi Kunci dalam Kehidupan Sosial

Key Strategy yang diinisiasi Kapolda Sumsel ini tidak hanya menjadi bagian dari perayaan HUT Provinsi, tetapi juga menggambarkan upaya membangun kehidupan sosial yang lebih berlandaskan nilai-nilai spiritual. Dengan melibatkan 10 pesantren dan berbagai elemen masyarakat, kegiatan khataman Al-Qur’an menjadi alat komunikasi yang efektif dalam meningkatkan kesadaran akan pentingnya kebersamaan dan keharmonisan. Ratusan peserta termasuk santri, tokoh agama, dan personel kepolisian turut berpartisipasi dalam acara yang berlangsung Jumat, 15 Mei 2026.

“Kami percaya bahwa Key Strategy ini adalah cara untuk menjaga stabilitas sosial dan menciptakan lingkungan yang kondusif. Dengan mengajak masyarakat merayakan keagamaan secara bersama, kami berharap dapat mendorong keberkahan dalam setiap aspek pembangunan,” ujar Irjen Sandi Nugroho.

Implementasi Key Strategy dalam Kehidupan Sehari-hari

Khataman Al-Qur’an 80 kali ini menjadi salah satu contoh nyata penerapan Key Strategy dalam kehidupan masyarakat. Polri tidak hanya fokus pada tugas keamanan, tetapi juga berupaya menjadi bagian dari kehidupan spiritual dan budaya daerah. Kehadiran ulama dan pesantren dalam acara ini menunjukkan komitmen untuk melibatkan berbagai pihak dalam membangun masyarakat yang lebih bermoral dan beradab. Dengan demikian, Key Strategy ini diharapkan mampu menciptakan sinergi antara institusi kepolisian dan komunitas lokal.

“Kegiatan ini merupakan bagian dari Key Strategy nasional untuk meningkatkan kualitas kepemimpinan dan keberlanjutan pembangunan. Kami ingin menunjukkan bahwa keamanan tidak hanya dijaga dengan kekuatan, tetapi juga dengan kepercayaan dan doa bersama,” tambah Kombes Nandang Mu’min Wijaya, Kabid Humas Polda Sumsel.

Keberhasilan Key Strategy Kapolda Sumsel juga terlihat dari keterlibatan aktif masyarakat dalam kegiatan ini. Para peserta tidak hanya menyelesaikan bacaan Al-Qur’an, tetapi juga berdiskusi mengenai peran keagamaan dalam menjaga ketahanan sosial. Selain itu, acara ini menjadi momentum untuk memperkuat kesadaran akan pentingnya pendidikan agama sebagai fondasi kehidupan bermasyarakat. Dengan melibatkan tokoh agama dan masyarakat umum, Key Strategy ini diharapkan mampu menciptakan konsensus yang kuat di tengah dinamika sosial yang kompleks.

Lebih dari 500 peserta berpartisipasi dalam khataman Al-Qur’an yang diadakan di sejumlah titik strategis. Di antaranya adalah Pondok Pesantren Albadar Kemuning, Masdarul Ulum Pemulutan, dan Alfaqihiyyah Banyuasin. Kegiatan ini tidak hanya menjadi penghormatan terhadap nilai-nilai keagamaan, tetapi juga sebagai sarana mempererat hubungan antara Polri dan elemen-elemen masyarakat yang memegang peran penting dalam pembangunan daerah. Key Strategy ini dianggap sebagai langkah penting dalam menciptakan suasana yang penuh keberkahan dan harmoni.

Acara khataman Al-Qur’an yang berlangsung selama empat jam tersebut juga melibatkan sejumlah kegiatan pendukung seperti bacaan shalawat, doa bersama, dan dialog keagamaan. Kombes Nandang Mu’min Wijaya menekankan bahwa Key Strategy ini merupakan bagian dari upaya nasional untuk memperkuat nilai-nilai keagamaan sebagai fondasi peradaban. Dengan membangun kesadaran spiritual, Key Strategy diharapkan mampu menciptakan keberlanjutan dalam pembangunan wilayah Sumsel.

Leave a Comment