Berita

Key Issue: Korem Sebut Bib Ajudan Danrem yang Viral Terlepas Saat Jogja Marathon

Key Issue: Ajudan Danrem Viral Terlepas Saat Jogja Marathon Key Issue: Video yang menunjukkan Danrem 072/Pamungkas, Brigjen TNI Yuniar Dwi Hantono, bersama

Desk Berita
Published Juni 22, 2026
Reading time 2 minutes
Conversation No comments

Key Issue: Ajudan Danrem Viral Terlepas Saat Jogja Marathon

Key Issue: Video yang menunjukkan Danrem 072/Pamungkas, Brigjen TNI Yuniar Dwi Hantono, bersama ajudannya yang tidak menggunakan nomor peserta (Bib) saat mengikuti Jogja Marathon menjadi viral di media sosial. Insiden ini memicu perdebatan di kalangan masyarakat, dengan berbagai pihak mempertanyakan apakah ajudan tersebut sah sebagai peserta ataukah terjadi kesalahan administrasi. Korem 072/Pamungkas langsung memberikan penjelasan untuk mengungkap kejelasan mengenai peristiwa ini.

Detail Ajudan dan Peristiwa Viral

Dalam video yang beredar, ajudan dari Danrem 072/Pamungkas terlihat melintasi lintasan lari tanpa menunjukkan nomor peserta (Bib), yang biasanya diperlukan untuk memastikan peserta terdaftar secara resmi. Beberapa warga net menganggap ini sebagai pelanggaran aturan karena ajudan dianggap sebagai bagian dari rombongan resmi. Namun, Kapenrem 072/Pamungkas, Mayor Inf Suwito, menjelaskan bahwa ajudan tersebut sempat mengenakan nomor peserta sebelum terlepas selama acara.

Menurut Suwito, insiden terjadi karena kondisi keramaian di lokasi Jogja Marathon. Pihak penyelenggara, event organizer, dan Danrem 072/Pamungkas mengklarifikasi bahwa ajudan yang ikut lari adalah bagian dari rombongan kehormatan yang memiliki hak mengikuti acara. “Key Issue ini bermula dari perbedaan pemahaman antara pihak penyelenggara dan para peserta,” tambahnya, menjelaskan bahwa klarifikasi telah dilakukan untuk menghindari kesalahpahaman lebih lanjut.

Klarifikasi dan Penjelasan dari Pihak Korem

Korem 072/Pamungkas memastikan bahwa ajudan yang terlibat dalam video tersebut adalah bagian dari rombongan yang telah terdaftar secara resmi. “Kami memiliki empat tiket umum untuk mengikuti Jogja Marathon, termasuk bagi ajudan yang ikut serta,” terang Suwito. Ia juga menegaskan bahwa nomor peserta (Bib) ajudan awalnya berada di posisi yang benar, namun karena adanya kekacauan di lapangan, nomor tersebut terlepas dan membuat kebingungan.

Key Issue ini pun dianggap sebagai kesalahpahaman teknis. Suwito menjelaskan bahwa pihak penyelenggara segera melakukan komunikasi langsung untuk memperjelas situasi, dan semua pihak sepakat bahwa ajudan tersebut sah sebagai peserta. “Kesalahpahaman itu murni dari sisi teknis di lapangan, dan sudah diselesaikan secara kekeluargaan,” tambahnya, menegaskan bahwa tidak ada konflik serius antara Korem dengan penyelenggara acara.

Menurut Suwito, pendampingan ajudan dalam acara seperti Jogja Marathon memiliki fungsi penting sebagai pengawal. “Ajudan berperan dalam menjaga ketertiban dan mewakili Danrem saat berada di lintasan,” ujarnya. Meski terjadi kelepasan nomor peserta, pihak Korem tetap memastikan bahwa ajudan tersebut tidak terlepas dari tanggung jawabnya sebagai bagian dari rombongan resmi.

Pihak penyelenggara juga memperjelas bahwa nomor peserta (Bib) yang terlepas tidak mengurangi kelayakan ajudan sebagai peserta. “Key Issue ini menjadi pembelajaran untuk lebih memperketat prosedur pemeriksaan di lapangan,” kata Suwito. Ia menyarankan agar ada penambahan petugas pengawasan untuk memastikan semua peserta, termasuk ajudan, mematuhi aturan terkait nomor peserta.

Sebagai penutup, Suwito meminta masyarakat untuk melihat peristiwa ini secara objektif. “Kami bersyukur dengan profesionalisme panitia dan petugas yang menjaga ketertiban selama acara. Key Issue ini tidak menyebabkan dampak negatif terhadap reputasi Korem 072/Pamungkas,” pungkasnya. Dengan klarifikasi yang cepat, insiden ini diharapkan tidak merusak suasana positif yang dibangun oleh Jogja Marathon sebagai ajang olahraga yang dihargai oleh masyarakat.

Leave a Comment