Berita

Bripda Putra Ciptakan Pupuk Ramah Lingkungan, Wakapolri: Harus Diberi Ruang Berkembang

Komjen Dedi Prasetyo, Wakil Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia, memberikan apresiasi tinggi kepada Bripda Muhammad Putra Aulia dari Polda Riau. Sang

Desk Berita
Published Agustus 7, 2026
Reading time 3 minutes
Conversation No comments
bripda-putra-ciptakan-pupuk-ramah-lingkungan-1786100660102_169
Foto : Jessica Johnson - wahanaberita.com
Table of Contents
  1. Bripda Putra Ciptakan Pupuk Ramah Lingkungan, Wakapolri Apresiasi
  2. Related Reading

Bripda Putra Ciptakan Pupuk Ramah Lingkungan, Wakapolri Apresiasi

Wahanaberita.com – Komjen Dedi Prasetyo, Wakil Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia, memberikan apresiasi tinggi kepada Bripda Muhammad Putra Aulia dari Polda Riau. Sang anggota kepolisian ini telah membuktikan kemampuannya dalam bidang ketahanan pangan melalui inovasi pupuk ramah lingkungan yang dikembangkan secara mandiri.

Bripda Putra berhasil menciptakan Fertiplus Harmoni Hijau, sebuah pupuk organik yang ramah lingkungan. Hingga saat ini, ia telah memproduksi lebih dari 5,2 ton pupuk tersebut dan mendistribusikannya ke seluruh polres serta polsek di bawah naungan Polda Riau. Inovasi ini sejalan dengan prinsip green policing yang diterapkan oleh institusi kepolisian.

Selain pupuk, Bripda Putra juga mengembangkan Densifur atau disinfektan sulfur multifungsi yang bermanfaat bagi sektor pertanian, peternakan, dan perikanan. Produk-produk ini dinilai sebagai wujud nyata Bhayangkara dalam mendorong produktivitas pertanian sekaligus menjaga kelestarian alam.

Visi Polri sebagai Rumah Inovasi

Inilah wajah Polri yang ingin kita bangun. Anggota yang tidak berhenti belajar, mampu mengembangkan keilmuannya, kemudian mengimplementasikannya untuk kepentingan masyarakat,

Ujar Komjen Dedi dalam keterangan pers pada Jumat, 7 Agustus 2026. Menurutnya, kompetensi setiap personel harus menjadi kekuatan institusi dalam mendukung berbagai program nasional. Mulai dari ketahanan pangan, lingkungan hidup, kesehatan, teknologi, hingga pelayanan publik semuanya menjadi prioritas utama.

Wakapolri juga menekankan pentingnya membangun budaya organisasi yang menghargai ilmu pengetahuan. Siapa pun anggotanya, apa pun pangkatnya, ketika memiliki gagasan, riset, dan inovasi yang bermanfaat bagi masyarakat, maka harus diberikan ruang untuk berkembang. Hal ini sesuai dengan visi Polri sebagai rumah bagi inovasi.

Latar Belakang Akademik dan Profesional

Bripda Putra menyandang gelar Sarjana Peternakan (S.Pt) dari Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau dengan predikat cum laude dan IPK 3,80. Ia direkrut oleh Polri melalui jalur bintara kompetensi khusus atau bakomsus. Saat ini, ia sedang menempuh pendidikan Magister Peternakan di Universitas Padjadjaran dengan fokus pada bidang nutrisi ternak.

Penelitiannya berpusat pada inovasi feed additive berbasis asam amino untuk meningkatkan efisiensi feed conversion ratio (FCR) serta produktivitas peternakan. Semangat penelitian ini didasari oleh keinginan mendukung ketahanan pangan nasional. Sebelum bergabung sebagai abdi negara, Bripda Putra pernah menjabat sebagai Farm Manager Partnership di PT Charoen Pokphand Indonesia.

Tanggung jawabnya kala itu mencakup pengelolaan peternakan broiler berkapasitas hingga 100 ribu ekor, pengembangan biosekuriti, nutrisi, sanitasi, feed additive, serta manajemen produksi peternakan modern. Ia juga berpengalaman sebagai Farm Manager Quality Control di PT Malindo Feedmill Indonesia.

Penghargaan dan Kebijakan Green Policing

Selama menempuh pendidikan bintara, Bripda Putra meraih predikat Siswa Terfavorit, Serdik Terinovatif, dan Satya Mitra Utama. Penghargaan ini diberikan berkat kemampuannya menciptakan produk-produk pertanian ramah lingkungan. Ia juga mendapat apresiasi langsung dari Kepala Pusdik Binmas Polri.

Produk yang dikembangkan Bripda Putra sejalan dengan kebijakan Polda Riau di bawah kepemimpinan Irjen Herry Heryawan, yaitu Green Policing. Menurut Irjen Herry, Green Policing merupakan paradigma pemolisian yang menempatkan perlindungan lingkungan hidup sebagai bagian integral dari pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat.

Irjen Herry menjelaskan bahwa ancaman terhadap lingkungan seperti kebakaran hutan dan lahan, pembalakan liar, perambahan kawasan hutan, pencemaran, hingga perubahan iklim tidak hanya berdampak terhadap ekosistem. Ancaman-ancaman tersebut juga berpotensi memicu konflik sosial, mengganggu aktivitas ekonomi, dan mengancam keselamatan masyarakat.

Pangkat bukan alasan ataupun penghalang untuk terus mengembangkan diri. Setiap anggota Polri memiliki kesempatan yang sama untuk belajar, meneliti, berinovasi, dan mengabdikan ilmunya bagi masyarakat. Passion terhadap ilmu pengetahuan harus menjadi energi untuk menghadirkan solusi atas berbagai persoalan bangsa,

Tegas Komjen Dedi Prasetyo. Polri harus menjadi rumah bagi inovasi sekaligus mitra strategis perguruan tinggi dalam mengembangkan potensi sumber daya manusia.

FAQ: Pertanyaan Umum tentang Bripda Putra

Apa itu Fertiplus Harmoni Hijau? Fertiplus Harmoni Hijau adalah pupuk organik ramah lingkungan yang diciptakan oleh Bripda Putra Muhammad Putra Aulia dari Polda Riau.

Berapa ton pupuk yang telah diproduksi? Hingga saat ini, Bripda Putra telah memproduksi lebih dari 5,2 ton pupuk Fertiplus Harmoni Hijau.

Apa saja produk lain yang diciptakan Bripda Putra? Selain pupuk, ia juga menciptakan Densifur atau disinfektan sulfur multifungsi yang bermanfaat bagi sektor pertanian, peternakan, dan perikanan.

Di mana Bripda Putra menempuh pendidikan S1 dan S2? Ia menempuh S1 di Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau dan sedang menempuh S2 di Universitas Padjadjaran.

Apa itu Green Policing? Green Policing adalah paradigma pemolisian yang menempatkan perlindungan lingkungan hidup sebagai bagian integral dari pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat.

Leave a Comment