Bbc World

Potret Warga Gaza Bekerja dari Tenda Pengungsian

Di tengah reruntuhan akibat konflik dan angka pengangguran yang melonjak drastis, masyarakat Gaza mulai mengandalkan sektor digital sebagai harapan baru. Bagi

Desk Bbc World
Published Agustus 7, 2026
Reading time 3 minutes
Conversation No comments
bekerja-dari-tenda-pengungsian-bagaimana-warga-gaza-mencari-nafkah-lewat-internet-1786100727458
Foto : Karen Williams - wahanaberita.com
Table of Contents
  1. Ekonomi Digital Gaza: Bertahan di Tengah Kehancuran
  2. Related Reading
  3. Frequently Asked Questions

Ekonomi Digital Gaza: Bertahan di Tengah Kehancuran

Wahanaberita.com – Di tengah reruntuhan akibat konflik dan angka pengangguran yang melonjak drastis, masyarakat Gaza mulai mengandalkan sektor digital sebagai harapan baru. Bagi banyak orang, pekerjaan jarak jauh dengan klien internasional menjadi salah satu tumpuan penghasilan yang tersisa.

Perserikatan Bangsa-Bangsa mencatat tingkat pengangguran di Gaza kini telah melewati angka 80 persen, naik signifikan dari sekitar 22 persen sebelum pecah perang. Dengan populasi mencapai dua juta jiwa, sebagian besar penduduk bergantung pada bantuan kemanusiaan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Walaa: Insinyur Muda yang Tak Menyerah

“Saya merasa tenggelam dalam ketidakpastian,” ungkap Walaa Volidis, seorang insinyur perangkat lunak asal Palestina. Perempuan berusia 24 tahun itu kini tinggal di sebuah tenda di wilayah tengah Gaza, menanggung beban ekonomi kedua orang tuanya yang mengungsi serta empat adik laki-lakinya.

“Namun jauh di lubuk hati, saya membuat keputusan: ini tidak akan menjadi akhir, seberat apa pun situasinya. Saya akan terus memperjuangkan impian saya.”

Setiap hari, Walaa mengenakan headset dan menatap layar laptopnya untuk mengikuti panggilan video dengan mentornya di Silicon Valley, California. Diskusi mereka berfokus pada kecerdasan buatan (AI). Di tengah tantangan, ia bertekad memperbarui keterampilannya agar tetap relevan di dunia profesional.

Perang telah merenggut banyak hal bagi Walaa. Ia kehilangan pekerjaan, tempat kuliah, bahkan beberapa anggota keluarganya. Saudara-saudara perempuannya juga mengalami luka. “Kondisi kesehatan mental saya sempat hancur total,” akunya dari sebuah ruang kerja bersama di Deir al-Balah. Namun, ia memprioritaskan pencarian pekerjaan di tengah krisis.

Ruang Kerja Bersama Muncul di Gaza

Sebelum perang terbaru yang dimulai setelah serangan Hamas terhadap Israel pada Oktober 2023, Gaza sebenarnya memiliki sektor teknologi yang berkembang pesat. Selama bertahun-tahun, Israel dan Mesir memberlakukan blokade terhadap wilayah yang dikuasai Hamas dengan alasan keamanan. Dalam kondisi pembatasan ketat, pekerjaan jarak jauh seperti pemrograman, desain, dan pengembangan perangkat lunak menjadi jalan bagi lulusan muda Gaza untuk menembus isolasi.

Gaza Sky Geeks, yang didirikan pada 2012 oleh Google dan Mercy Corps, awalnya bertujuan mendorong lahirnya perusahaan rintisan teknologi. Organisasi ini juga menyelenggarakan pelatihan pemrograman dan memberikan pendampingan bagi warga yang ingin mengakses pasar internasional. Tiga pusat kegiatannya yang ramai kini dua di antaranya hancur akibat perang.

Kini, Mercy Corps mendukung sejumlah ruang kerja bersama baru yang bermunculan di berbagai wilayah Gaza. Tempat-tempat tersebut mengandalkan generator dan panel surya untuk menyediakan koneksi internet lebih baik serta pasokan listrik yang lebih stabil. Dukungan ini krusial mengingat sistem kelistrikan Gaza nyaris lumpuh total, sementara sekitar 75 persen jaringan telekomunikasi dilaporkan rusak atau hancur.

“Kami kini menyebutnya semacam penyambung hidup digital,” kata Nicole Hark dari organisasi kemanusiaan Amerika Serikat, Mercy Corps. “Gagasannya sederhana: jika Anda memiliki laptop dan koneksi internet yang berfungsi, Anda masih bisa bekerja dan memperoleh penghasilan. Hal ini sangat penting untuk membantu orang kembali bekerja. Mereka tidak ingin terus bergantung pada bantuan kemanusiaan.”

Membangun Karier dari Nol

Walaa merasa memiliki tujuan yang jelas setiap hari. “Setiap hari saya memiliki tujuan yang jelas: pergi bekerja dan menyelesaikan tugas-tugas saya. Jika Anda hanya berhenti dan meratapi keadaan, Anda tidak akan bisa melakukan apa pun,” katanya. Ia menyebut pengalaman bekerja daring memberi dorongan untuk terus bergerak.

Tarik Zaeem, seorang pengembang aplikasi berusia 44 tahun, juga merasakan tantangan serupa. Sebelum perang, ia menjabat sebagai chief technology officer di sebuah perusahaan. Kini ia memulai semuanya dari nol untuk membangun karier baru. “Saya menerima bayaran atas pekerjaan saya masih menjadi tantangan,” ujarnya dari sebuah ruang kerja bersama di Kota Gaza.

Walaa dan Tarik merupakan bagian dari ribuan warga Gaza yang berusaha membangun karier di sektor ekonomi digital. Di tengah hamparan puing-puing, mereka terus berjuang mempertahankan kehidupan dan masa depan melalui layar laptop mereka.

Frequently Asked Questions

What is Potret Warga Gaza Bekerja dari Tenda?

Potret Warga Gaza Bekerja dari Tenda is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does Potret Warga Gaza Bekerja dari Tenda matter?

Potret Warga Gaza Bekerja dari Tenda matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.

Leave a Comment