Internasional

Latest Program: Iran Krisis Kepercayaan Mendalam Terhadap AS Meski Sudah Sepakat Damai

is Terhadap AS Meski Damai Diteken Latest Program - Program terbaru antara Iran dan Amerika Serikat mencerminkan ketegangan yang masih menggelayut meskipun

Desk Internasional
Published Juni 16, 2026
Reading time 3 minutes
Conversation No comments

Program Terbaru: Iran Tetap Skeptis Terhadap AS Meski Damai Diteken

Latest Program – Program terbaru antara Iran dan Amerika Serikat mencerminkan ketegangan yang masih menggelayut meskipun kedua pihak telah mencapai kesepakatan damai. Dilansir AFP, Kementerian Luar Negeri Iran mengungkapkan bahwa kepercayaan antara Teheran dan Washington belum pulih meskipun perjanjian telah ditandatangani. Kebijakan ini, yang dianggap sebagai bagian dari upaya pembangunan kembali hubungan bilateral, belum cukup untuk mengembalikan kepercayaan yang hampir lenyap.

Kesepakatan yang Masih Mengandung Tantangan

Menurut juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baqaei, keengganan Teheran terhadap AS terus berlanjut karena kesalahan berkelanjutan yang dilakukan para pemimpin Amerika. “Para pemimpin AS terus melakukan kesalahan yang menimbulkan ketidakpercayaan rakyat Iran,” jelasnya. Meski perjanjian damai dianggap sebagai awal dari perbaikan hubungan, Baqaei menekankan bahwa Washington perlu menunjukkan tindakan nyata untuk memperkuat komitmen.

“Kerangka kerja ini hanyalah permulaan. AS harus membuktikan bahwa rakyat Iran bisa percaya pada kebijakan mereka,” tambah Baqaei.

Dalam perjanjian, dua aspek utama disepakati: pelepasan dana yang dibekukan di luar negeri dan ganti rugi atas kerusakan yang terjadi selama konflik. Iran mengklaim bahwa AS berkomitmen memenuhi kedua kondisi tersebut, tetapi kecurigaan masih terasa karena tidak ada jaminan pasti untuk implementasi. Selain itu, pengelolaan Selat Hormuz menjadi fokus utama, dengan Iran mengenakan biaya layanan maritim, bukan tol, kepada kapal yang melintasi perairan strategis itu.

Kesepakatan dan Proses Implementasinya

Perjanjian ini memberikan ruang selama 60 hari bagi negosiasi akhir, yang akan menentukan detail program nuklir Iran dan pencabutan sanksi. “Kesepakatan akhir diharapkan disahkan melalui resolusi Dewan Keamanan PBB,” kata Baqaei. Meski langkah ini dianggap penting, rakyat Iran tetap waspada karena ketidakpercayaan terhadap keputusan AS yang sering berubah.

Kesepakatan damai antara Iran dan AS diumumkan oleh Perdana Menteri Pakistan, Shehbaz Sharif, yang menegaskan bahwa kedua belah pihak setuju menghentikan pertempuran secara permanen di semua front. Ia mengatakan perjanjian ini menjadi titik balik dalam upaya menyelesaikan konflik yang berkepanjangan. Namun, keberhasilan program terbaru bergantung pada kepatuhan AS terhadap komitmen yang diberikan.

Menurut Baqaei, pengesahan resolusi oleh Dewan Keamanan PBB akan menjadi jaminan utama bagi keberhasilan implementasi perjanjian. “Kami akan belajar dari pengalaman masa lalu, tetapi juga berharap AS lebih sabar dalam memenuhi janji,” tambahnya. Proses ini dianggap kritis karena kepercayaan antara dua negara akan terus teruji melalui tindakan nyata.

Konflik antara Iran dan AS meletus pada akhir Februari 2026, ketika AS dan Israel melakukan serangan terhadap Iran. Teheran membalas dengan serangan terhadap Israel dan sekutu AS di wilayah tersebut. Meski perjanjian damai menawarkan harapan, keberhasilan program terbaru akan membutuhkan waktu, transparansi, dan keberlanjutan dari kedua pihak.

Trump, yang terlebih dahulu mengonfirmasi kesepakatan melalui akun Truth Social, menegaskan bahwa blokade laut AS atas Selat Hormuz telah dicabut. “Kapal-kapal, nyalakan mesin Anda! Biarkan minyak mengalir!” tulisnya. Namun, kritik terhadap keputusan Trump terus muncul karena perjanjian dianggap tidak cukup mengatasi masalah utama yang mengakar dalam hubungan Iran dan AS.

Program terbaru ini tidak hanya mengeksplorasi ketegangan politik, tetapi juga menyoroti kebutuhan Iran untuk melindungi kepentingannya dalam perdagangan internasional. Meski AS berjanji membuka akses ke Selat Hormuz, Iran tetap mempertahankan pengendalian terhadap biaya navigasi dan keamanan, yang menurut mereka lebih efektif daripada tol yang sempit.

Analisis internasional menyoroti bahwa keberhasilan program terbaru bergantung pada konsistensi AS dalam memenuhi komitmen. Jika tidak, kepercayaan Iran terhadap AS akan terus menurun, memperpanjang masa krisis yang telah berlangsung selama bertahun-tahun. Kesepakatan damai menjadi tanda awal, tetapi tantangan terbesar terletak pada keinginan Iran untuk melihat bukti nyata dari pihak AS.

Leave a Comment