Berita

Sekolah Rakyat Wonosobo Terima 330 Siswa Baru di Tahun Ajaran 2026/2027

Penerimaan peserta didik baru di Sekolah Rakyat Wonosobo Terima 330 Siswa untuk tahun ajaran 2026/2027 telah resmi dibuka dengan upacara Masa Pengenalan

Desk Berita
Published Juli 31, 2026
Reading time 3 minutes
Conversation No comments
Foto : Jennifer Jackson - wahanaberita.com

Sekolah Rakyat Wonosobo Terima 330 Siswa Baru untuk Tahun Ajaran 2026/2027

Wahanaberita.com – Penerimaan peserta didik baru di Sekolah Rakyat Wonosobo Terima 330 Siswa untuk tahun ajaran 2026/2027 telah resmi dibuka dengan upacara Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah dan Siswa (MPLS). Acara yang berlangsung di Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah ini dihadiri langsung oleh Wakil Menteri Sosial, Agus Jabo Priyono. Kehadiran pejabat tinggi tersebut menunjukkan betapa pentingnya program pendidikan ini bagi masyarakat kurang mampu di Indonesia.

Jumlah keseluruhan peserta didik baru yang diterima mencapai 330 orang. Dari total tersebut, rincian penerima baru meliputi 120 siswa untuk jenjang SMA, 120 siswa untuk jenjang SMP, serta 30 siswa untuk jenjang SD. Selain dari wilayah Wonosobo sendiri, tercatat pula 60 siswa baru yang berasal dari Kabupaten Temanggung. Dengan demikian, Sekolah Rakyat Wonosobo Terima 330 Siswa yang terdiri dari siswa lokal dan titipan dari daerah tetangga.

Misi Memutus Rantai Kemiskinan Melalui Pendidikan

Program Sekolah Rakyat memiliki misi utama untuk memutus rantai kemiskinan antar generasi dengan menyediakan akses pendidikan yang lebih luas. Di sisi lain, tujuan lainnya adalah menumbuhkan kembali harapan bagi masyarakat yang selama ini belum terbawa dalam proses pembangunan atau yang disebut the invisible people. Presiden Prabowo Subianto melalui program ini ingin memuliakan masyarakat yang selama ini belum terbawa dalam proses pembangunan.

“Jadi totalnya ada 270 orang, titipan siswa baru dari Temanggung ada 60 orang, ditambah dengan siswa yang sudah existing 100 orang ya,” kata Agus Jabo dalam keterangan tertulis, Jumat (31/1/2026).

“Membangun harapan bagi saudara-saudara kita yang kurang mampu, yang tadinya sudah tidak punya harapan, anaknya bisa bersekolah, setelah ada Sekolah Rakyat harapan itu muncul kembali,” ujarnya.

Oleh karena itu, Agus Jabo mengimbau kepada para guru dan tenaga kependidikan (tendik) untuk senantiasa menjalankan tugas dengan ikhlas dan penuh kesabaran, mengingat para siswa di Sekolah Rakyat hadir dari latar belakang yang berbeda-beda. Beliau juga menyampaikan pesan khusus kepada para pendidik untuk menganggap anak-anak yang sekolah di Sekolah Rakyat Wonosobo ini menjadi anak-anak mereka sendiri.

“Kepada para guru, saya mohon karena kalian sebagai pengganti orang tua yang sabar, yang ikhlas, anggap anak-anak yang sekolah di Sekolah Rakyat Wonosobo ini menjadi anak-anak kita sendiri, supaya orang tuanya tenang,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Agus Jabo menjelaskan Gedung Sekolah Rakyat permanen sebelumnya ditargetkan mampu menampung seribu siswa. Target tersebut ditambah menjadi dua ribu siswa, mengingat banyaknya anak yang membutuhkan layanan Sekolah Rakyat. Hal ini menunjukkan komitmen pemerintah untuk memperluas akses pendidikan bagi masyarakat.

“Pak Presiden kemarin perintahnya adalah setiap sekolah harus bisa menampung seribu siswa. Sekarang ini kita diperintahkan satu sekolah harus bisa menampung minimal dua ribu siswa, karena saking banyaknya anak-anak kita yang tidak sekolah,” kata Agus Jabo.

Sementara itu, Bupati Wonosobo Afif Nurhidayat menyampaikan apresiasinya kepada Kementerian Sosial karena telah mendukung pembangunan Sekolah Rakyat permanen di Kabupaten Wonosobo. Menurutnya, meskipun banyak tantangan dan rintangan tapi pada akhirnya Gedung Sekolah Rakyat permanen dapat selesai dibangun dan segera dimanfaatkan untuk siswa.

“Terima kasih kepada Pemerintah pusat khususnya Kementerian Sosial Republik Indonesia, atas kepercayaan yang diberikan Kepada Wonosobo sebagai (salah satu) lokasi Sekolah Rakyat permanen,” kata Afif.

“Alhamdulillah, berkat arahan Pak Menteri Sosial, berkat bimbingan Pak Wamensos, Pak Sekjen dan seluruh Jajarannya, alhamdulillah pada akhirnya kita bisa keluar dari persoalan-persoalan yang kita hadapi,” tutupnya.

Sebagai informasi tambahan, kegiatan ini turut dihadiri Wakil Bupati Wonosobo Amir Husein, Wakil Bupati Temanggung Nadia Muna, Kadinsos Provinsi Jawa Tengah Imam Maskur, Jajaran Forkopimda Kabupaten Wonosobo, dan pejabat terkait lainnya. Kehadiran berbagai pihak ini menunjukkan dukungan luas terhadap program pendidikan yang sangat penting bagi masyarakat kurang mampu.

Leave a Comment