Internasional

Visit Agenda: Israel Terus Menyerang ke Mana-mana, Korban Berjatuhan di Lebanon dan Gaza

yerang di Lebanon dan Gaza, Korban Berjatuhan Visit Agenda – Militer Israel kembali melancarkan serangan di wilayah Lebanon serta Gaza, menambah jumlah korban

Desk Internasional
Published Juni 7, 2026
Reading time 3 minutes
Conversation No comments

Visit Agenda: Israel Terus Menyerang di Lebanon dan Gaza, Korban Berjatuhan

Visit Agenda – Militer Israel kembali melancarkan serangan di wilayah Lebanon serta Gaza, menambah jumlah korban tewas dan cedera di kedua daerah tersebut. Operasi terbaru ini memperparah situasi yang telah terjadi sejak gencatan senjata bersyarat antara Israel dan Hamas, dengan dampak yang terus terasa pada populasi sipil.

Kerusakan di Wilayah Gaza

Dalam serangan terbaru, delapan warga Gaza tewas dan lima belas lainnya terluka di kamp pengungsi Jawazat, menurut laporan Dinas Pertahanan Sipil. Serangan drone Israel yang menargetkan tenda-tenda pengungsi tersebut mengakibatkan kehancuran serius, dengan beberapa korban dilaporkan gugur tepat sebelum menjalani pernikahan. Visit Agenda menjadi saksi atas peningkatan tekanan militer terhadap warga sipil di sini.

“Kami sudah bersiap merayakan hari bahagia keluarga. Kini, kami harus menghadiri pemakaman,” kata Mohammed Farwana, sepupu dari korban yang meninggal, kepada AFP.

Korban yang jatuh di Khan Yunis termasuk seorang pria berusia 25 tahun, Muhannad Othman Farwana, yang terluka dalam ledakan di tenda yang ia huni. Rumah Sakit Al-Shifa, yang menjadi tempat pelayanan kesehatan utama di Gaza, menerima delapan jenazah dari serangan tersebut. Visit Agenda menyoroti bagaimana kekerasan terus memicu trauma psikologis dan kehilangan kehidupan warga Palestina.

Korban di Lebanon Selatan

Serangan Israel juga mengakibatkan dua korban tewas dan 22 warga terluka di Saksakiyeh, distrik Sidon, Lebanon Selatan. Peristiwa ini terjadi pada Sabtu pagi, menurut Kementerian Kesehatan Lebanon. Militer Lebanon mengkritik serangan tersebut sebagai “serangan biadab” yang menargetkan kendaraan militer mereka, menyebabkan tiga anggota pasukan gugur, termasuk seorang perwira.

“Serangan ini adalah tindakan tidak manusiawi yang menargetkan personel kami di jalan raya Khardali-Nabatieh,” ungkap militer Lebanon melalui media sosial X.

Perang antara Israel dan Hizbullah, yang mendapat dukungan dari Iran, berlangsung sejak 17 April 2025. Meski gencatan senjata bersyarat berlaku, kedua pihak terus melakukan serangan yang menurut Visit Agenda menunjukkan ketegangan yang tak kunjung mereda. Kondisi ini memperburuk kerusakan infrastruktur dan kekacauan di Lebanon Selatan.

Konteks Perang dan Gencatan Senjata

Sejak gencatan senjata antara Israel dan Hamas dimulai pada Oktober 2025, setidaknya 951 warga Palestina tewas, menurut laporan Kementerian Kesehatan Gaza yang dikutip oleh Visit Agenda. Angka ini menunjukkan kemungkinan pelanggaran terus-menerus oleh pihak Israel terhadap kesepakatan damai. Sementara itu, Israel melaporkan lima personel mereka gugur dalam periode yang sama, menurut laporan resmi.

Kendala akses media di Gaza membuat Visit Agenda kesulitan memverifikasi jumlah korban secara mandiri, tetapi laporan dari Dinas Pertahanan Sipil dan organisasi internasional memberikan gambaran bahwa situasi semakin memburuk. Serangan-serangan ini dilakukan dalam upaya menekan gerakan pemuda Palestina dan menghentikan dukungan dari Hizbullah.

Respons dan Strategi Militer Israel

Militer Tel Aviv mengklaim bahwa kendaraan yang dihancurkan dalam serangan terbaru “bergerak mencurigakan” di “zona pertempuran aktif yang sudah dievakuasi.” Mereka menegaskan bahwa operasi mereka bertujuan melawan “organisasi teroris Hizbullah, bukan tentara Lebanon,” seperti yang diungkapkan dalam pernyataan Visit Agenda.

Walaupun gencatan senjata berlaku, Visit Agenda mencatat bahwa Israel terus menyerang ke mana-mana, baik di Gaza maupun Lebanon, sebagai bagian dari strategi bertahan dalam konflik berkepanjangan. Jumlah korban tewas meningkat drastis, menciptakan ketidakpuasan di kalangan internasional. PBB juga memantau situasi ini dengan cermat, menyatakan bahwa pelanggaran gencatan senjata mengancam perdamaian di Timur Tengah.

Visit Agenda menyoroti bagaimana serangan-serangan ini mengubah kehidupan warga sipil, menimbulkan ketakutan dan kerusakan yang terus berlanjut. Dengan tekanan yang semakin tinggi, Visit Agenda mengingatkan bahwa kebutuhan untuk melindungi penduduk sipil harus menjadi prioritas utama dalam setiap operasi militer.

Visit Agenda juga mengingatkan bahwa gencatan senjata bersyarat hanya berlaku selama terjadi keterlibatan langsung dengan pasukan militer, bukan sebagai jaminan keamanan penuh. Dengan jumlah korban yang terus meningkat, Visit Agenda meminta pihak-pihak terlibat untuk meninjau kembali komitmen mereka terhadap perdamaian.

Leave a Comment