Berita

PMI Asal Serang Ngaku Disekap di Saudi, Pemprov Banten Turun Tangan

Sebuah rekaman video yang menyebar luas di media sosial mengungkap kisah pilu seorang pekerja migran Indonesia. Perempuan bernama Atilah, warga Ketileng

Desk Berita
Published Juli 23, 2026
Reading time 2 minutes
Conversation No comments
Foto : Robert Brown - wahanaberita.com

PMI dari Serang Terungkap Disekap di Arab Saudi, Pemprov Banten Segera Tindak

Wahanaberita.com – Sebuah rekaman video yang menyebar luas di media sosial mengungkap kisah pilu seorang pekerja migran Indonesia. Perempuan bernama Atilah, warga Ketileng, Teritih, Kota Serang, terlihat dalam kondisi emosional saat menceritakan pengalamannya. Ia mengaku telah disekap oleh majikan di Arab Saudi selama dua tahun tujuh bulan, sementara upahnya juga ditahan.

Dalam tayangan tersebut, Atilah tampak mengenakan kerudung dan berbicara dengan suara pelan. Air mata masih mengalir di pipinya saat ia menyampaikan keluhannya. Perempuan ini menjelaskan bahwa ia tidak diperbolehkan pulang dan gaji yang seharusnya diterima juga belum dibayarkan.

“Saya ditahan sama majikan, saya disekap, sehingga tidak diperbolehkan pulang. Gaji saya juga ditahan,” ungkap Atilah, Rabu (27/7/2026).

Lebih lanjut, Atilah meminta bantuan Gubernur Banten, Andra Soni, agar ia dapat segera dipulangkan ke tanah air. Ia juga menceritakan kondisi kesehatannya yang sedang menurun.

“Pak, bantu saya, tolong pulangkan saya, Pak. Saya lagi sakit, Pak. Sakit kelenjar, sekarang kelenjar saya kambuh, enggak ada yang bantu saya. Majikan saya enggak mau memulangkan,” keluhnya.

Tanggapan Pemerintah Provinsi Banten

Merespons laporan tersebut, Gubernur Andra Soni langsung menggelar rapat koordinasi. Rapat ini dihadiri oleh perwakilan BP3MI Banten, Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi Provinsi Banten, serta Analis Hukum BP3MI Banten. Acara dilaksanakan di Ruang Kerja Gubernur Banten, KP3B Curug, Kota Serang.

Andra Soni meminta laporan terkini seputar kondisi Atilah. Ia juga menekankan agar seluruh langkah penanganan dilakukan dengan cepat. Koordinasi dengan BP3MI masih berlangsung untuk memastikan posisi Atilah di Arab Saudi.

“BP3MI dan Pemprov Banten segera berkoordinasi dengan KBRI agar persoalan yang dihadapi Ibu Atilah bisa segera ditindaklanjuti. Ini menjadi perhatian kita bersama karena ada warga Banten yang sedang menghadapi masalah di luar negeri,” tegas Andra Soni.

Komitmen BP3MI Banten

Kepala BP3MI Banten, Wirawan Negara Harahap, menyatakan bahwa pihaknya berkomitmen mengawal pengaduan Atilah hingga tuntas. Tim BP3MI telah mengunjungi keluarga Atilah di Walantaka dan menjalin komunikasi langsung dengan yang bersangkutan.

Menurut Wirawan, komunikasi dengan Atilah selama ini dilakukan melalui platform WhatsApp. Informasi terbaru menunjukkan bahwa ia berada di kawasan perbatasan antara Arab Saudi dan Kuwait. Namun, BP3MI masih melakukan verifikasi lokasi tersebut sebelum berkoordinasi lebih lanjut dengan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) melalui Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia.

“Kami akan terus mengawal proses ini dan menyampaikan setiap perkembangan kepada Pak Gubernur,” ujar Wirawan.

Leave a Comment