Berita

Surya Paloh Soroti Pemerintah: Kalau Sudah Tak Mau Dikoreksi, Gawat

Ketua Umum Partai NasDem, Surya Paloh, menyampaikan pandangannya terkait berbagai kebijakan yang sedang dijalankan pemerintah saat ini. Menurut Paloh, arah

Desk Berita
Published Juli 23, 2026
Reading time 2 minutes
Conversation No comments
Foto : Betty Taylor - wahanaberita.com

Surya Paloh Soroti Pemerintah: Ketakmampuan Dikoreksi Tanda Bahaya

Posisi Partai NasDem dalam Koalisi

Wahanaberita.com – Ketua Umum Partai NasDem, Surya Paloh, menyampaikan pandangannya terkait berbagai kebijakan yang sedang dijalankan pemerintah saat ini. Menurut Paloh, arah kebijakan tersebut masih tepat selama pemerintah tetap terbuka terhadap masukan dan koreksi dari berbagai pihak. Pernyataan ini menjadi sorotan penting dalam dinamika politik Indonesia saat ini, terutama mengingat posisi strategis Partai NasDem dalam koalisi pemerintahan.

Dalam pernyataannya, Paloh menegaskan bahwa Partai NasDem telah menempuh posisi yang tepat dalam hubungan dengan pemerintah. Sebagai salah satu partai yang menjadi bagian dari koalisi, NasDem berkomitmen untuk tetap menunjukkan loyalitas. Namun, loyalitas ini tidak berarti partai harus diam terhadap setiap kebijakan yang dirasa kurang tepat. Sebaliknya, koreksi yang konstruktif justru menjadi bentuk dukungan nyata terhadap pemerintahan.

“Yang pertama saya katakan, memang itulah seluruh kebijakan pemerintah, di mana Partai NasDem ini adalah bagian dari partai koalisi, ya memang harus loyal di situ,” kata Paloh kepada wartawan di Hotel Mercure, Ancol, Jakarta Utara, Rabu (22/7/2026).

Metode Koreksi yang Dipilih

Paloh mengakui bahwa ia memiliki sejumlah gagasan dan koreksi yang ingin disampaikan kepada pemerintah. Namun, ia memutuskan untuk tidak menyampaikannya secara terbuka kepada publik pada saat ini. Pendekatan ini dipilih dengan pertimbangan bahwa koreksi yang disampaikan secara personal akan lebih efektif dan tidak menjadi perdebatan publik yang tidak perlu.

“Ada pemikiran-pemikiran barangkali yang perlu kita katakanlah sumbangkan, yang mungkin saja belum berarti semuanya pas dan tepat dengan apa yang berjalan sebagaimana yang kita pahami,” ucap Paloh.

Menurutnya, pendekatan personal lebih efektif untuk menyampaikan saran dan pandangan. Paloh memilih metode person-to-person agar koreksi dapat dilakukan dengan lebih terarah dan tidak menjadi konsumsi publik secara berlebihan. Hal ini menunjukkan kematangan politik dalam menyampaikan kritik tanpa merusak hubungan baik dengan pemerintah.

“Tetapi saya pikir itu bukan untuk konsumsi publik untuk sementara ini. Saya lebih memilih menempatkan ide, pemikiran, saran, dan pandangan saya secara person-to-person untuk melakukan koreksi jika diperlukan,” lanjutnya.

Peringatan untuk Pemerintah

Paloh memberikan catatan penting terkait sikap pemerintah dalam menerima masukan. Ia menilai bahwa selama pemerintah mau mendengarkan kritik, maka kebijakan yang dijalankan masih berada di jalur yang benar. Sebaliknya, jika pemerintah mulai menutup diri terhadap koreksi, hal ini bisa menjadi pertanda adanya masalah yang lebih serius.

“Apa pun itu, saya pikir saya masih menaruh harapan sepanjang koreksi itu terus-menerus dilakukan. Kita berjalan ke arah on the right track, ya. Namun, kalau kita sudah tidak mau lagi dikoreksi dan tidak mau ada perbaikan, nah itu baru gawat,” ujar Paloh.

Pernyataan ini menjadi peringatan bagi pemerintah agar tetap terbuka terhadap koreksi. Ketakmampuan pemerintah dalam menerima masukan dari berbagai pihak dapat menjadi tanda bahwa kondisi sedang menuju arah yang kurang baik. Surya Paloh Soroti Pemerintah dengan pesan yang jelas: koreksi adalah bentuk dukungan, bukan serangan. Selama koreksi masih diterima dengan lapang dada, maka pemerintahan akan terus berjalan menuju arah yang lebih baik.

Leave a Comment