Internasional

Historic Moment: Yaman Klaim Serang Bandara Sanaa untuk Gagalkan Pesawat Iran Mendarat

Historic Moment: Yaman Serang Bandara Sanaa untuk Gagalkan Pesawat Iran Mendarat Historic Moment - Sebuah historic moment terjadi saat pemerintah Yaman

Desk Internasional
Published Juli 14, 2026
Reading time 2 minutes
Conversation No comments

Historic Moment: Yaman Serang Bandara Sanaa untuk Gagalkan Pesawat Iran Mendarat

Historic Moment – Sebuah historic moment terjadi saat pemerintah Yaman mengklaim telah menyerang Bandara Internasional Sanaa sebagai upaya untuk mencegah pesawat dari Iran menginjakkan kaki di kota tersebut. Serangan ini menimbulkan gelombang perhatian internasional, mengingat Bandara Sanaa merupakan salah satu pintu masuk utama kecil untuk pertukaran diplomatik dan logistik antara Yaman dan negara-negara lain.

Detail Serangan dan Penolakan Houthi

Menurut laporan dari AFP, kelompok Houthi yang mengendalikan wilayah Sanaa menuduh Arab Saudi sebagai pelaku serangan terhadap bandara. Pernyataan ini menegaskan bahwa insiden tersebut menjadi pemicu ketegangan terbesar dalam beberapa tahun terakhir antara pemerintah Yaman dan Houthi, yang secara de facto dikuasai oleh Iran. Serangan terjadi setelah Houthi menolak menggunakan pesawat maskapai nasional Yemenia untuk mengangkut delegasi yang sebelumnya hadir dalam pemakaman pemimpin tertinggi Iran.

“Milisi teroris Houthi yang didukung rezim Iran mencegah pesawat nasional Yaman mendarat di Bandara Sanaa, sementara tetap mengizinkan pesawat Iran melanggar wilayah udara Yaman. Karena itu, landasan pacu bandara menjadi sasaran,” demikian pernyataan Kementerian Pertahanan Yaman.

Serangan ini menunjukkan strategi baru dalam upaya Yaman untuk memutus pengaruh Iran melalui jaringan diplomatik dan logistik. Bandara Sanaa, yang berlokasi di ibukota Yaman, sebelumnya sering digunakan sebagai akses utama bagi pesawat Iran dan sekutu mereka dalam misi diplomatik. Kini, Yaman mengubah pendekatan ini menjadi tindakan langsung untuk menegakkan kedaulatannya.

Konteks Konflik dan Tindakan Terbaru

Ketegangan antara Houthi dan Arab Saudi memanas dalam beberapa hari terakhir, dengan Houthi menuduh Riyadh melakukan serangan terhadap pesawat Iran yang sedang mendarat di Bandara Sanaa. Sebelumnya, televisi Al-Masirah yang dikelola Houthi melaporkan bahwa landasan pacu bandara menjadi sasaran “agresi Saudi”.

Menurut juru bicara militer Houthi, Yahya Saree, Arab Saudi telah mengakhiri fase deeskalasi. “Arab Saudi harus memikul tanggung jawab penuh atas agresinya. Tindakan ini tidak akan dibiarkan tanpa balasan atau hukuman,” ujarnya. Pernyataan ini memperkuat kemungkinan perang kembali memanas setelah beberapa tahun konflik terasa mereda.

Sebagai historic moment dalam sejarah konflik Yaman, serangan terhadap Bandara Sanaa menandai pergeseran strategi. Houthi, yang selama ini lebih fokus pada serangan militer terhadap pasukan koalisi, kini juga berusaha mengontrol akses diplomatik ke negara-negara tetangga. Serangan ini diperkirakan akan meningkatkan tekanan terhadap Iran dalam upaya memutus dukungan mereka terhadap Houthi.

Analisis dari para ahli menunjukkan bahwa insiden ini memperlihatkan kemampuan Yaman untuk merespons ancaman dari pihak luar dengan tindakan tegas. Bandara Sanaa, yang menjadi fokus serangan, memiliki peran penting dalam menghubungkan Yaman dengan dunia internasional, termasuk sebagai jalur untuk pertukaran diplomatik dan bantuan logistik. Dengan menyerang bandara, Yaman mengirimkan sinyal bahwa mereka bersedia memperkuat posisi dalam pertarungan geopolitik di kawasan tersebut.

Leave a Comment