BPJPH: Meeting Results Menegaskan Visi Prabowo Membangun Ekosistem Halal Global
Meeting Results – Dalam acara pembukaan D-8 Halal Expo Indonesia 2026 di Senayan, Jakarta, Kepala Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH), Ahmad Haikal Hasan, menyampaikan bahwa pengembangan industri halal di Indonesia merupakan bagian dari strategi visi besar Presiden Prabowo Subianto untuk menempatkan halal sebagai kekuatan ekonomi global. Kehadiran BPJPH di acara ini menunjukkan komitmen pemerintah dalam memperkuat ekosistem halal yang berkelanjutan dan mendorong ekspansi pasar ke berbagai negara.
Haikal Hasan menjelaskan bahwa visi Prabowo mengarah pada transformasi halal dari sekadar produk keagamaan menjadi sektor ekonomi yang mampu berkontribusi signifikan bagi perekonomian nasional. “Melalui Meeting Results ini, kami ingin menegaskan bahwa halal tidak hanya tentang kehalalan, tetapi juga tentang kualitas, inovasi, dan kemampuan bersaing di tingkat global,” ujarnya, Senin (13/7/2026).
Pembukaan expo ini menjadi momen penting bagi kerja sama antar negara-negara anggota D-8, yang terdiri dari Indonesia, Malaysia, Brunei, Bangladesh, Ekuador, Honduras, Pakistan, dan Senegal. Haikal Hasan menekankan bahwa kesuksesan industri halal tidak bisa dicapai secara terpisah, tetapi memerlukan integrasi dan kolaborasi yang terstruktur untuk menarik investasi serta memperluas pasar ekspor. “Kami berharap Meeting Results ini menjadi wadah untuk membentuk kemitraan strategis yang akan mempercepat pertumbuhan industri halal di tingkat internasional,” imbuhnya.
Kerja Sama Lintas Sektor untuk Menguatkan Ekonomi Global
Pada kesempatan itu, Haikal Hasan juga menyoroti peran berbagai sektor seperti pertanian, perikanan, teknologi, dan kewirausahaan dalam membangun ekosistem halal yang mandiri. Ia menjelaskan bahwa keberhasilan industri halal bergantung pada koordinasi antara pemerintah, pengusaha, dan akademisi. “Meeting Results ini tidak hanya tentang standar, tetapi juga tentang kebijakan yang mendukung pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat,” tegasnya.
Dalam forum yang dihadiri para pemangku kepentingan, Haikal Hasan menyebutkan bahwa kebijakan halal yang dijalankan pemerintah Indonesia selama ini telah memberikan dasar kuat. Namun, untuk mencapai ambisi menjadi kekuatan ekonomi global, ia menekankan perlunya sinergi antar lembaga dan pengembangan kapasitas industri. “Kami akan fokus pada penguatan ekosistem halal melalui inisiatif Meeting Results yang lebih terarah,” lanjutnya.
Kepala BPJPH juga mengungkapkan bahwa keberadaan D-8 Halal Expo 2026 dianggap sebagai langkah konkret untuk mempercepat integrasi pasar halal di seluruh dunia. Acara ini diharapkan menjadi platform bagi para pelaku usaha halal untuk berbagi inovasi, meningkatkan kapasitas produksi, serta menarik perhatian investor dari berbagai negara. “Meeting Results ini merupakan langkah awal untuk menyatukan visi dan tujuan para peserta D-8 dalam membangun industri halal yang modern dan kompetitif,” tambahnya.
Ekosistem Halal Global sebagai Pendorong Pertumbuhan Ekonomi
Visi Prabowo untuk menjadikan halal sebagai kekuatan ekonomi dunia ditegaskan dalam Meeting Results ini sebagai salah satu prioritas pemerintah. Menurut Haikal Hasan, ekosistem halal yang terpadu akan mendorong peningkatan ekspor produk halal Indonesia, yang saat ini mengalami pertumbuhan signifikan. “Dengan standar yang konsisten, Indonesia dapat menyaingi negara-negara lain dalam mengembangkan industri halal yang berkelanjutan,” jelasnya.
Pengembangan ekonomi halal juga diharapkan mampu menciptakan lapangan kerja baru, terutama di sektor produksi, distribusi, dan pemasaran. Haikal Hasan menambahkan bahwa pemerintah akan terus berupaya meningkatkan kualitas produk halal melalui pelatihan, sertifikasi, dan pengawasan yang ketat. “Meeting Results ini menjadi penegasan bahwa pemerintah berkomitmen untuk mendorong inovasi dan pertumbuhan ekonomi melalui industri halal,” tutupnya.
Salah satu isu utama yang dibahas dalam Meeting Results adalah kesiapan Indonesia dalam menjadi pusat ekonomi halal global. Haikal Hasan menyebutkan bahwa negara-negara anggota D-8 memiliki potensi besar untuk mengembangkan kerja sama ekonomi, terutama dalam sektor pertanian dan perikanan yang merupakan dasar produksi produk halal. “Dengan mendorong kemitraan antar negara, kita dapat menciptakan rantai nilai yang lebih panjang dan menarik pelaku ekonomi dunia,” katanya.
Sekretaris Jenderal D-8, yang juga hadir dalam forum tersebut, menegaskan bahwa Meeting Results ini menjadi langkah awal dalam mewujudkan visi ekonomi halal yang lebih luas. Ia menyoroti pentingnya ekspor produk halal sebagai pendorong utama pertumbuhan ekonomi. “Kami berharap pertemuan ini menjadi motivasi bagi negara-negara anggota untuk meningkatkan investasi dan kerja sama dalam sektor halal,” ujarnya.
Meeting Results ini juga membahas tantangan yang dihadapi dalam pengembangan industri halal, termasuk masalah standar internasional, akses pasar, dan kebijakan pemerintah. Haikal Hasan menekankan bahwa BPJPH akan terus berupaya meningkatkan kualitas dan konsistensi produk halal Indonesia, sehingga mampu bersaing di tingkat global. “Dengan pendekatan yang terpadu, kita dapat menjadikan halal sebagai kekuatan ekonomi yang mampu menjangkau berbagai segmen pasar,” pungkasnya.
