Berita

Visit Agenda: Prabowo ke Siswa: Saya Sering Diejek Sampai Sekarang, Balas dengan Santun

ngan Santun Meski Sering Diejek Pesan Penuh Makna dalam Visit Agenda Visit Agenda - Pada hari Minggu, 7 Juni 2026, Presiden Prabowo Subianto menghadiri acara

Desk Berita
Published Juni 7, 2026
Reading time 3 minutes
Conversation No comments

Prabowo Ajak Siswa: Balas Dengan Santun Meski Sering Diejek

Pesan Penuh Makna dalam Visit Agenda

Visit Agenda – Pada hari Minggu, 7 Juni 2026, Presiden Prabowo Subianto menghadiri acara pengukuhan di Sekolah Rakyat Tabanan, Bali. Selama sesi interaksi dengan para siswa, ia memberikan pesan penting tentang pentingnya sikap sopan dan tawakal dalam menghadapi kritik. “Saya sering diejek sampai sekarang, tapi itu tidak mengurangi semangat saya. Justru, keharmonisan batin dan kekuatan mental jadi kunci keberhasilan,” ujarnya. Dalam Visit Agenda ini, Prabowo menekankan bahwa generasi muda harus mampu menghadapi cemoohan dengan tenang, karena ini adalah bagian dari proses pembelajaran hidup.

Membangun Kepribadian yang Kuat dan Berani

Dalam pidato singkatnya, Prabowo menyampaikan bahwa keberhasilan seseorang tidak selalu tergantung pada kekuatan fisik, tetapi pada keberanian dan kesantunan dalam berinteraksi. “Visit Agenda ini juga memberi kesempatan bagi saya untuk memotivasi siswa. Jangan takut diejek, karena itu adalah bentuk uji coba kekuatan hati. Kalau kamu bisa menjawab dengan santun, maka kamu sudah mendekati kesuksesan,” imbuhnya. Ia menyoroti bahwa nilai-nilai kejujuran dan keberanian adalah fondasi utama dalam pembentukan karakter yang baik.

“Siswa dan siswi harus belajar dengan tekun, gigih, serta disiplin. Patuh kepada guru, selalu cintai orang tua, dan bersikap ramah terhadap teman. Jangan pernah menjelek-jelekkan orang lain. Karena rukun dan baik hati adalah kunci keberhasilan,” kata Prabowo.

Motivasi dari Pengalaman Pribadi

Dalam kesempatan tersebut, Prabowo menceritakan pengalaman pribadinya sebagai contoh untuk para siswa. “Visit Agenda ini juga menjadi momen bagi saya untuk berbagi cerita. Saya pernah diterpa ejekan, tapi itu justru memperkuat semangat saya. Siswa yang dulu diejek, sekarang jadi tokoh masyarakat. Jadi, jangan pernah merasa putus asa,” ujarnya. Ia menambahkan bahwa tantangan dalam hidup adalah bagian dari proses belajar, dan cara menghadapinya menentukan bagaimana seseorang berkembang.

“Kamu dulu diejek, nggak apa-apa. Jangankan kamu, saya pun sering diejek sampai sekarang. Presiden pun bisa mendapat hinaan, tapi itu tidak mengurangi keberhasilan. Yang penting, hati tetap teguh. Jangan merasa rendah hati meski terus-menerus dihina,” kata Prabowo.

Peran Visit Agenda dalam Pendidikan Nasional

Visit Agenda Prabowo ke Sekolah Rakyat Tabanan tidak hanya menjadi momen personal, tetapi juga menunjukkan perhatian pemerintah terhadap pendidikan dasar. Ia menegaskan bahwa pendidikan harus mencakup pembelajaran nilai-nilai sosial dan emosional, selain ilmu pengetahuan. “Anak-anak yang diberi kesempatan belajar dari tokoh seperti saya, akan tumbuh lebih tangguh. Visit Agenda ini adalah salah satu cara untuk menginspirasi generasi muda,” tambahnya. Dengan harapan, para siswa akan menerapkan pesan-pesannya dalam kehidupan sehari-hari.

Penekanan pada Keharmonisan dalam Lingkungan Belajar

Prabowo juga mengajak siswa untuk menjaga keharmonisan dalam lingkungan belajar. “Visit Agenda ke sekolah adalah cara untuk melihat langsung keadaan anak-anak. Mereka harus saling mendukung, karena kebersamaan adalah modal utama dalam meraih kesuksesan. Saya sering diejek, tapi itu tidak mengurangi semangat saya. Justru, itu membuat saya lebih kuat,” jelasnya. Ia menekankan bahwa sikap saling hormat dan menjaga kebersamaan bisa menciptakan lingkungan belajar yang lebih positif.

Langkah-Langkah untuk Menjadi Pribadi yang Kuat

Menurut Prabowo, keberhasilan seseorang dimulai dari cara ia merespons kritik. “Dalam Visit Agenda ini, saya ingin para siswa tahu bahwa setiap tantangan adalah kesempatan untuk menjadi lebih baik. Balas dengan santun, jangan menyerah. Karena sikapmu akan mencerminkan kepribadianmu sendiri,” katanya. Ia menambahkan bahwa kesantunan bukan hanya kebiasaan, tetapi juga kunci untuk membangun hubungan baik dengan sesama.

Dalam kesempatan tersebut, Prabowo juga mengingatkan bahwa kemampuan untuk menjaga sikap baik terhadap orang tua dan pendidik adalah tanggung jawab setiap individu. “Visit Agenda ini tidak hanya tentang belajar, tetapi juga tentang menghargai proses pendidikan. Orang tua dan guru adalah penunjang utama perjalananmu. Jangan pernah melupakan peran mereka,” tutupnya. Pesan ini diharapkan bisa menjadi pelajaran berharga bagi generasi muda Indonesia dalam menghadapi tantangan masa depan.

Leave a Comment