Melihat Hasil Kebun Napi Lapas Warungkiara Dipasarkan hingga Tangerang
Latest Program – Lapas Warungkiara, Sukabumi, Jawa Barat, telah memulai program pengembangan pertanian yang melibatkan tahanan dalam merawat lahan seluas 10 hektar. Sejumlah 12 orang tahanan aktif mengelola tanaman dan ternak di sana, sebagai bagian dari upaya pemberdayaan mereka.
Komoditas Pertanian di Kebun Lapas
Dalam kunjungan detikcom ke lokasi, Selasa (9/6/2026), terlihat berbagai jenis tanaman ditanam di area tersebut. Tanaman seperti pisang, kangkung, cabai, dan caisim menjadi bagian dari hasil produksi. Menariknya, dinding tralis Lapas Warungkiara dimanfaatkan sebagai tempat menanam caisim secara gantung.
Distribusi Hasil Produksi
Kebun di bagian depan lapas, dekat pintu masuk, serta beberapa area lain di sekitarnya, telah diolah oleh tahanan. Kebun terbesar terletak di bagian belakang kompleks lapas. Di sana, para tahanan rutin melakukan perawatan tanaman, terutama saat menjelang senja.
“Hasil pertanian dari Lapas Warungkiara ini, berkat program pemerintah, bisa memenuhi kebutuhan pangan warga binaan. Kami juga mengirimkan 5% dari produksi ke Bama,” ujar Kalapas Warungkiara, Panji Pamekas, saat ditemui di lokasi.
Sebagian besar hasil panen disuplai ke vendor, sementara sisanya dijual ke pasar. Panji menjelaskan bahwa hasil dari kebun ini sudah diperjualbelikan ke pasar tradisional di Bandung hingga Tangerang, melalui pengepul yang memasarkan secara langsung.
Penghasilan untuk Tabungan Tahanan
Para tahanan yang terlibat dalam pengelolaan kebun juga memperoleh uang dari penjualan hasil pertanian. Uang tersebut digunakan sebagai tabungan untuk mendukung kehidupan mereka setelah bebas.
“Dari hasil penjualan, mereka mendapat premi yang kita tabungkan sebagai bekal saat nanti keluar dari lapas,” tambah Panji.
Dalam hal ternak, Lapas Warungkiara memiliki 350 ekor sapi untuk penggemukan, 10 kambing, 400 ayam petelur, 600 ayam kampung, 40 bebek, dan mentok. Panji menjelaskan bahwa pengelolaan pertanian mencakup tanaman buah seperti pisang, melon, anggur, pepaya, serta nanas. Sayuran seperti pakcoy, kangkung, seledri, daun bawang, terong bulet, terong ungu, cabai rawit, cabai hijau, kacang panjang, dan timun juga diusahakan oleh tahanan.
Program ini tidak hanya meningkatkan kemandirian tahanan, tetapi juga memberikan manfaat ekonomi yang nyata bagi mereka sebelum mendapatkan kembali kebebasan.
