Berita

New Policy: Ojol Jakarta Dorong Pembentukan Asosiasi Ojol Nusantara, Perkuat Sinergi dengan Polri

Ojol Jakarta Dorong Pembentukan Asosiasi Ojol Nusantara, Perkuat Sinergi dengan Polri New Policy yang diusung oleh perwakilan komunitas ojek online (ojol)

Desk Berita
Published Juni 10, 2026
Reading time 3 minutes
Conversation No comments

Ojol Jakarta Dorong Pembentukan Asosiasi Ojol Nusantara, Perkuat Sinergi dengan Polri

New Policy yang diusung oleh perwakilan komunitas ojek online (ojol) Jakarta, Erna, menjadi fokus utama dalam acara bakti sosial yang diadakan di Tugu Proklamasi, Jakarta Pusat, Rabu (10/6/2026). Policy ini bertujuan memperkuat sinergi antara pengemudi ojol dan Polri, serta membentuk Asosiasi Ojol Nusantara (AON) sebagai wadah kolektif yang dapat menjembatani kepentingan para pengemudi di seluruh Indonesia. Dalam pidato pembukaannya, Erna menegaskan bahwa AON akan menjadi platform strategis untuk mempercepat harmonisasi regulasi dan kebijakan sektor transportasi digital dengan lembaga keamanan.

Harmonisasi Sinergi dengan Polri

Kegiatan bakti sosial yang dihadiri sekitar 550 pengemudi ojol dari berbagai komunitas di Jabodetabek ini menandai langkah konkret dalam mengembangkan New Policy yang sebelumnya diusulkan oleh sejumlah pemangku kepentingan. Kehadiran Dankor Brimob Polri Komjen Ramdani Hidayat sebagai Ketua Panitia HUT Bhayangkara ke-80 dan Kakorlantas Irjen Pol Agus Suryonugroho sebagai pemimpin seksi bakti sosial menggambarkan komitmen pihak kepolisian untuk mempererat hubungan dengan sektor ojol. Erna menyampaikan bahwa kebijakan ini akan menjadi dasar untuk merumuskan solusi yang lebih inklusif terhadap berbagai tantangan di bidang transportasi digital.

New Policy ini bukan hanya mengenai pembentukan asosiasi, tetapi juga tentang peningkatan peran pengemudi ojol dalam membangun kemitraan dengan Polri. Dengan AON, kami harap bisa mendorong kolaborasi yang lebih terstruktur untuk menjaga keamanan dan kenyamanan pengguna,” ujarnya.

Komjen Ramdani Hidayat menjelaskan bahwa acara ini merupakan bagian dari serangkaian program memperingati Hari Bhayangkara ke-80, yang bertema “Polri untuk Masyarakat.” Ia menekankan bahwa kehadiran pengemudi ojol dalam kegiatan sosial ini menunjukkan peran penting mereka dalam mengamankan ruang publik dan membangun koneksi langsung dengan warga negara. Irjen Pol Agus Suryonugroho juga menambahkan bahwa kebijakan baru ini akan membantu mengintegrasikan kebutuhan pengemudi ke dalam strategi kepolisian nasional.

Pengembangan Kebijakan Sejalan dengan Kebutuhan Industri

Pembentukan Asosiasi Ojol Nusantara (AON) diyakini mampu menjadi penopang utama bagi pengemudi ojol yang terus berkembang seiring popularitas layanan transportasi digital. Erna menjelaskan bahwa sektor ojol tidak hanya menjadi bagian dari ekonomi digital, tetapi juga sektor yang memiliki dampak signifikan terhadap mobilitas dan kenyamanan masyarakat. Dengan adanya AON, para pengemudi dapat memiliki suara yang lebih kuat dalam menentukan kebijakan terkait tarif, jadwal kerja, serta protokol keselamatan.

“Kami menilai New Policy ini merupakan wajib untuk diwujudkan, karena industri ojol memerlukan pengaturan yang lebih baik. AON akan menjadi forum untuk berdiskusi tentang isu-isu yang muncul, seperti kelelahan pengemudi, pengawasan terhadap perusahaan aplikasi, dan peran mereka dalam menjaga ketertiban umum,” tambah Erna.

Kebijakan baru ini juga akan menjadi dasar untuk mengembangkan regulasi yang lebih humanis, seperti program ‘Polri Menyapa Ojol’ yang digencarkan dalam acara tersebut. Program ini bertujuan membangun kesadaran pengemudi ojol akan tanggung jawab sosialnya, sekaligus memberikan dukungan pemerintah dalam meningkatkan kualitas layanan dan keamanan di sektor transportasi. Dengan New Policy, Polri berharap bisa memastikan sinergi yang lebih efektif antara pihak berwajib dan pelaku usaha di bidang ojol.

Dalam rangkaian kegiatan memperingati Hari Bhayangkara ke-80, pihak kepolisian juga menekankan pentingnya kolaborasi dengan para pengemudi ojol. Irjen Pol Agus Suryonugroho menyampaikan bahwa sektor ojol kini menjadi salah satu pilar penting dalam sistem transportasi nasional. “Kehadiran para pengemudi di acara ini menunjukkan kesadaran mereka terhadap kontribusi positif yang diberikan kepada masyarakat. New Policy akan membantu mengoptimalkan peran mereka dalam menunjang keamanan dan kemudahan transportasi,” jelasnya.

“Kami berharap New Policy ini menjadi jembatan untuk membangun komunikasi dua arah antara Polri dan pengemudi ojol. Dengan adanya asosiasi yang resmi, setiap perubahan kebijakan bisa direspons secara lebih cepat oleh semua pihak,” kata Erna dalam kesempatan tersebut.

Erna juga menyoroti bahwa kebijakan ini akan memberikan manfaat besar bagi pengemudi ojol, termasuk pelatihan keterampilan, pengakuan kewirausahaan, serta akses ke layanan kesehatan dan pendidikan. Ia menambahkan bahwa dengan sinergi yang lebih kuat, industri ojol bisa berkembang secara berkelanjutan, sejalan dengan visi pemerintah mengembangkan ekonomi digital yang inklusif. New Policy ini diharapkan menjadi langkah awal dalam merumuskan kerangka kerja yang lebih luas, baik dalam kerja sama internasional maupun nasional.

Leave a Comment