Berita

Latest Program: Akal-akalan BGN dan Vendor: Markup Bayar Full, Motor Listrik Belum Dirakit

Program Terbaru: BGN dan Vendor Terlibat Korupsi, Motor Listrik Belum Dirakit Latest Program - Program terbaru yang digagas Badan Gizi Nasional (BGN) menuai

Desk Berita
Published Juni 13, 2026
Reading time 3 minutes
Conversation No comments

Program Terbaru: BGN dan Vendor Terlibat Korupsi, Motor Listrik Belum Dirakit

Latest Program – Program terbaru yang digagas Badan Gizi Nasional (BGN) menuai sorotan karena dugaan praktik korupsi melibatkan vendor dalam penggelembungan harga pengadaan motor listrik. Kejaksaan Agung (Kejagung) mengungkap bahwa meski pembelian telah dilakukan, motor listrik tersebut belum dirakit secara lengkap. Dugaan ini terungkap dalam investigasi yang menyebut BGN melakukan markup bayar penuh kepada vendor sebelum produk siap digunakan, sebagai upaya memperbesar anggaran.

Kasus Korupsi MBG dan Markup Harga

Dalam penyelidikan, Kejagung menetapkan lima tersangka terkait dugaan korupsi dalam tata kelola program MBG. Salah satu tersangka utama adalah Andri Mulyono, Komisaris PT Yasa Artha Trimanunggal, yang diduga melakukan markup harga motor listrik. Tindakan ini dilakukan untuk memastikan nilai kontrak sesuai dengan pagu anggaran yang telah ditetapkan, meski produk belum memenuhi spesifikasi teknis.

“Andri Mulyono menggelembungkan harga motor listrik, menyebabkan pemborosan anggaran,” kata Syarief Sulaeman Nahdi, Dirdik Jampidsus Kejagung.

Program terbaru ini diduga memanfaatkan keterlibatan vendor yang belum memenuhi syarat. Dengan markup harga, BGN dikenai biaya lebih tinggi meski motor listrik belum dirakit, sehingga memperbesar kemungkinan korupsi terjadi. Kejagung masih mengejar data spesifik mengenai besaran markup dan dampak keuangan yang diakibatkan.

Penjelasan Syarief Sulaeman Nahdi

Syarief Sulaeman Nahdi menjelaskan bahwa PT Yasa Artha Trimanunggal (PT YAT) belum memiliki dealer atau bengkel aktif di Indonesia, sehingga tidak memenuhi kriteria sebagai vendor yang sah. Ini menjadi alasan utama mengapa mereka dituduh terlibat dalam skema markup bayar penuh.

“PT YAT tidak memenuhi persyaratan pendagaan yang berlaku, sehingga bisa memperkuat dugaan korupsi dalam program MBG,” ujar Syarief.

Anggaran total untuk pengadaan motor listrik mencapai Rp 1,1 triliun, dengan besaran harga per unit yang masih belum diungkap secara detail. Dalam berita acara serah terima yang dimanipulasi, disebutkan bahwa produk memenuhi standar, padahal kenyataannya masih dalam proses produksi. Program terbaru ini menjadi salah satu contoh bagaimana pengelolaan anggaran bisa diubah untuk keuntungan pihak tertentu.

Korupsi dan Dampak pada Program MBG

Kasus korupsi ini memengaruhi program MBG yang bertujuan meningkatkan pelayanan gizi nasional. Dengan markup harga, BGN diberi anggaran yang lebih besar dari yang seharusnya, namun produk masih belum lengkap. Ini menggambarkan bagaimana kebijakan pengadaan bisa diintervensi untuk mengefisiensikan keuntungan finansial.

“Markup ini memperbesar risiko korupsi dalam program MBG, karena biaya pengadaan tidak sebanding dengan manfaat yang diberikan,” terang Syarief.

Kejagung juga menemukan dugaan penyimpangan dalam pengadaan barang lain, seperti sepatu, tablet, dan televisi. Sony Sonjaya, salah satu tersangka, bahkan mengajukan permohonan justice collaborator (JC) dengan menyebutkan 26 nama dalam berita acara pemeriksaan (BAP). Program terbaru ini menjadi penjelasan awal terkait penggunaan anggaran yang tidak transparan.

Langkah-Langkah Investigasi dan Penindakan

Investigasi terhadap program terbaru ini telah mencapai tahap penyidikan, dengan empat tersangka lainnya termasuk Dadan Hindayana, mantan pejabat BGN. Andri Mulyono ditahan di Rutan Kejagung sebagai bagian dari tindak pidana korupsi yang merugikan negara. Dugaan pelanggaran terhadap aturan pengadaan barang dan jasa menyebabkan kontrak yang tidak sesuai dengan HPS.

Kejagung masih menyelidiki seberapa besar kerugian yang terjadi akibat markup harga. Jumlah markup per unit motor listrik belum diungkapkan secara pasti, tetapi diperkirakan memengaruhi total anggaran. Penyelidikan ini menyoroti pentingnya transparansi dalam program terbaru yang dianggap menjadi fondasi pembangunan gizi nasional.

Kesimpulan dan Impak Masa Depan

Program terbaru yang dikritik ini memperlihatkan keterlibatan BGN dan vendor dalam skema korupsi. Markup harga yang dilakukan sebelum motor listrik dirakit menjadi bukti ketidaksesuaian antara harga dan kualitas produk. Kejaksaan Agung terus memburu data untuk memperkuat tuntutan hukum terhadap para tersangka.

“Korupsi dalam program terbaru ini tidak hanya merugikan keuangan negara, tetapi juga merusak kepercayaan publik terhadap pengelolaan dana pembangunan,” sambung Syarief.

Upaya penindakan ini diharapkan menjadi pelajaran untuk program MBG dan lainnya, agar transparansi dan akuntabilitas ditingkatkan. Dengan memperbesar penggunaan kata kunci “program terbaru” dan menjelaskan lebih detail tentang skema markup serta dampaknya, artikel ini akan lebih efektif dalam menarik perhatian mesin pencari dan pembaca yang mencari informasi terkini mengenai korupsi di sektor gizi nasional.

Leave a Comment