Berita

BNN Tangkap 2 WN Rusia di Bali – 7 Kg Narkotika Hashish Disita

ap 2 WN Rusia di Bali, 7 Kg Narkotika Hashish Disita BNN Tangkap 2 WN Rusia di Bali - Badan Narkotika Nasional (BNN) kembali menorehkan prestasi dalam

Desk Berita
Published Juni 6, 2026
Reading time 3 minutes
Conversation No comments

BNN Tangkap 2 WN Rusia di Bali, 7 Kg Narkotika Hashish Disita

BNN Tangkap 2 WN Rusia di Bali – Badan Narkotika Nasional (BNN) kembali menorehkan prestasi dalam upayanya menekan peredaran narkotika di Indonesia. Dalam operasi terbaru, BNN berhasil menangkap dua orang warga negara Rusia di Kabupaten Bangli, Bali, pada Jumat (5/6/2026). Barang bukti yang diamankan mencakup narkotika berupa hashish dengan berat total sekitar 7,8 kg. Operasi ini menjadi bukti bahwa upaya pengawasan dan penindasan BNN terhadap jaringan narkoba tetap berjalan efektif, bahkan di tengah situasi internasional yang dinamis.

Proses Penangkapan dan Detail Operasi

Menurut informasi yang dihimpun, penyelidikan terhadap dua WN Rusia ini dimulai setelah petugas BNN bekerja sama dengan Bea Cukai (BC) menerima petunjuk dari Bandara Soekarno-Hatta, Jakarta. Petunjuk tersebut menyebutkan adanya koper yang berisi hashish asal Thailand dan ditujukan ke Bali. BNN mengungkap bahwa koper tersebut dibawa oleh penumpang bernama Kochetkova Kira (51 tahun) untuk didistribusikan ke destinasi akhirnya.

Operasi pengiriman terkontrol dilakukan oleh tim gabungan BNN dan BC, yang bergerak dari Jakarta hingga Bali. Dalam prosesnya, petugas mengawasi perjalanan Kira yang menggunakan mobil sewa untuk tiba di Bali. Dengan perjalanan yang dipantau, Kira menyeberang melalui Pelabuhan Ketapang pada pukul 01.30 WIB, lalu tiba di Pelabuhan Gilimanuk, Bali, pada pukul 03.00 Wita. Setelah sampai di destinasi, Kira bertemu dengan Sergei Khlebushchev (39 tahun) di Jalan Dusun Kayang, Kecamatan Bangli.

Pelarian dan Penangkapan Tersangka

Dalam pertemuan tersebut, Sergei Khlebushchev berupaya menyalurkan narkotika yang dibawa oleh Kira. Saat melintas di Jalan Dusun Cingang, Bangli, petugas berhasil menangkap Sergei Khlebushchev setelah ia menurunkan Kira beserta koper berisi hashish. Aktivitas ini menunjukkan strategi jaringan narkotika yang mencoba memanfaatkan transportasi darat untuk menghindari deteksi oleh pemeriksaan di bandara.

Barang bukti hashish yang disita memiliki berat brutto sekitar 7,8 kg, dengan jenis barang yang merupakan narkotika keras yang sering dijadikan pilihan dalam perdagangan internasional. Pihak BNN menjelaskan bahwa narkotika tersebut ditemukan dalam kondisi tersembunyi di dalam koper, sehingga memerlukan kejelian dan pemeriksaan menyeluruh dari petugas. Operasi ini tidak hanya menangkap dua tersangka tetapi juga membongkar rencana pengiriman narkotika yang mungkin terkait dengan jaringan yang lebih besar.

Komjen Suyudi Ario Seto, Kepala BNN RI, mengungkapkan bahwa penangkapan dua WN Rusia ini merupakan hasil kerja sama tim BNN dengan lembaga lain, seperti Bea Cukai. Ia menegaskan bahwa investigasi terus berlanjut untuk mengungkap pelaku lain yang diduga berada di wilayah Bali. “Petugas berhasil menangkap Sergei Khlebushchev di Jalan Dusun Cingang, Bangli,” ujarnya, menambahkan bahwa penelusuran akan melibatkan analisis lebih lanjut untuk memastikan tidak ada laci berikutnya dari jaringan tersebut.

BNN menyatakan bahwa penangkapan ini juga memperlihatkan kemampuan tim dalam melacak sumber barang ilegal yang masuk ke Indonesia. Dengan penggunaan mobil sewa, para pelaku mencoba menghindari identifikasi awal, namun keberhasilan operasi menunjukkan bahwa metode pengawasan yang dilakukan BNN terbukti efektif. Selain itu, penangkapan ini juga memberikan gambaran bahwa narkotika jenis hashish tetap menjadi bahan utama dalam penyelundupan ke wilayah Bali, terlepas dari perubahan strategi penyelundup.

Menurut BNN, seluruh proses penangkapan berjalan lancar karena ada koordinasi yang baik antara tim interdiksi dan unit intelijen. Tidak hanya itu, BNN juga mengungkap bahwa pihaknya telah melakukan pelatihan khusus untuk petugas di lokasi sekitar Bali, sehingga mereka lebih siap menghadapi operasi seperti ini. Sebagai tambahan, peristiwa ini menjadi contoh nyata bagaimana jaringan narkotika internasional masih aktif, bahkan di tengah tantangan geografis dan budaya yang berbeda.

Leave a Comment