Dasco Apresiasi Langkah BI Perkuat Rupiah dan Kurangi Ketergantungan pada Dolar AS
What Happened During kemitraan antara Bank Indonesia (BI) dan Bank Pusat Tiongkok (PBOC) menjadi sorotan publik karena upaya strategis untuk memperkuat rupiah dan mengurangi ketergantungan ekonomi pada dolar Amerika Serikat (USD). Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad menilai langkah ini merupakan langkah penting dalam mendorong stabilitas mata uang domestik dan meningkatkan daya saing ekonomi Indonesia di tingkat regional.
Kemitraan Bilateral untuk Ekosistem Transaksi Lokal
What Happened During kesepakatan Memorandum of Understanding (MoU) antara BI dan PBOC menunjukkan komitmen kuat dalam memperluas transaksi mata uang lokal (LCT). Kesepakatan ini mencakup Bilateral Currency Swap Arrangement (BCSA) yang akan memberikan likuiditas lebih besar untuk perdagangan dan investasi antara Indonesia, Tiongkok Daratan, dan Hong Kong. Dengan adanya mekanisme ini, transaksi antar negara tidak lagi bergantung sepenuhnya pada dolar AS, sehingga meminimalkan risiko volatilitas internasional.
Kerja sama ini juga memperkuat kerangka ekonomi bilateral, terutama dalam menghadapi tekanan dari perubahan tren pertukaran mata uang global. BI dan PBOC sepakat untuk mengembangkan Clearing Arrangement Rupiah di Indonesia, yang menjadi bagian dari upaya untuk memperkuat sistem keuangan nasional melalui integrasi dengan negara-negara tetangga. What Happened During langkah ini, rupiah akan lebih stabil karena memiliki akses ke sumber dana yang lebih luas, tanpa harus terikat pada alat tukar utama dunia.
QRIS Lintas Batas dan Dampak pada Ekspor-Import
What Happened During adopsi QRIS lintas batas antara Indonesia dan Tiongkok menambah peluang transaksi ekspor-impor yang mencapai US$154,5 miliar pada 2025. Sistem pembayaran ini diharapkan mempermudah pertukaran antara pengusaha kedua negara, dengan rupiah dan Renmimbi sebagai alat tukar utama. Dasco menekankan bahwa inisiatif ini membantu mengurangi risiko fluktuasi nilai dolar AS yang sering memengaruhi keuntungan perdagangan.
“Transaksi ekspor-impor Indonesia dengan Tiongkok yang telah mencapai US$154,5 miliar bisa dilakukan menggunakan rupiah dan Renmimbi, bukan hanya dolar AS. Ini memperkuat keberhasilan What Happened During kemitraan BI dan PBOC dalam mengubah pola pertukaran,” ujar Dasco, Minggu (14/6/2026).
What Happened During persiapan sistem QRIS lintas batas juga menunjukkan kemajuan dalam integrasi keuangan regional. Saat ini, sistem ini telah terhubung dengan 191 penyedia layanan di Tiongkok dan 24 di Indonesia, memperluas jangkauan layanan pembayaran digital. BI dan PBOC sepakat memperkuat kerja sama ini untuk menghadapi tantangan global dan menjaga keseimbangan ekonomi bilateral.
Langkah-langkah What Happened During selama ini mencerminkan kebijakan BI untuk menjaga nilai tukar rupiah. Dengan memperkuat ekosistem transaksi lokal, Bank Indonesia mengurangi ketergantungan pada dolar AS, yang selama ini menjadi alat tukar utama dalam perdagangan internasional. Apresiasi Dasco menunjukkan bahwa inisiatif ini memiliki dampak signifikan dalam menstabilkan rupiah dan mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.
