Berita

Ada Proyek Pompa Air – 1 Lajur Jalan Daan Mogot Jakbar Ditutup hingga Agustus

Ada Proyek Pompa Air, Jalan Daan Mogot Jakbar Ditutup hingga Agustus Ada Proyek Pompa Air - Sebagai bagian dari Ada Proyek Pompa Air yang tengah dijalankan

Desk Berita
Published Mei 13, 2026
Reading time 2 minutes
Conversation No comments

Ada Proyek Pompa Air, Jalan Daan Mogot Jakbar Ditutup hingga Agustus

Ada Proyek Pompa Air – Sebagai bagian dari Ada Proyek Pompa Air yang tengah dijalankan, Pemprov DKI Jakarta melaksanakan pembatasan satu lajur jalan di sepanjang Jalan Daan Mogot, Jakarta Barat, mulai bulan Januari 2026 hingga Agustus 2027. Pengaturan lalu lintas ini bertujuan untuk mendukung pemasangan empat unit rumah pompa yang menjadi komponen utama dari proyek infrastruktur ini. Proyek tersebut didasari upaya meningkatkan sistem drainase kota serta mengurangi risiko banjir di wilayah strategis tersebut.

Pengaruh Proyek pada Mobilitas Pengguna Jalan

Dishub DKI Jakarta menyatakan bahwa pembatasan satu lajur jalan akan berdampak pada alur lalu lintas, terutama di area yang mengalami perubahan struktur jalan. Sejumlah titik kritis seperti sekitar Rumah Pompa Depag, KM 13, KM 13A, dan KM 13B akan mengalami pengalihan arah dan penggunaan sementara. Dalam beberapa bagian, Dishub menerapkan sistem dua lajur mix traffic untuk memastikan arus kendaraan tetap lancar.

Kebijakan ini menuntut penyesuaian dari pengguna jalan, termasuk pejalan kaki yang diminta mengikuti jalur alternatif. Petugas lalu lintas juga terlibat secara aktif dalam mengawasi pergerakan kendaraan dan menjamin keamanan selama proses konstruksi berlangsung. Ada Proyek Pompa Air menjadi faktor utama yang memicu perubahan tersebut, karena proyek ini menuntut pemasangan infrastruktur yang memakan waktu beberapa bulan.

Detil Pekerjaan dan Waktu Implementasi

Pekerjaan konstruksi dimulai pada 7 Januari 2026 dan diperkirakan selesai pada 6 Agustus 2027. Selama periode ini, Dishub DKI berkomitmen untuk menyelesaikan pemasangan empat rumah pompa yang akan berfungsi sebagai penampung air permukaan. Proses pembongkaran separator TransJakarta juga menjadi bagian dari Ada Proyek Pompa Air, dengan pembongkaran dilakukan dari KM 13 hingga KM 13B.

Dishub mengimbau masyarakat untuk memahami perubahan ini dan menyesuaikan rute perjalanan. Pengguna jalan dianjurkan menghindari area yang sedang dikerjakan dan mengikuti instruksi petugas. Meski ada hambatan, proyek ini diharapkan memberikan manfaat jangka panjang dengan meningkatkan kapasitas drainase dan mencegah kesulitan transportasi akibat banjir.

Dalam Ada Proyek Pompa Air, pembongkaran separator TransJakarta yang berlangsung sepanjang 1,6 kilometer akan dilakukan secara bertahap. Tujuan utama dari pengalihan jalur ini adalah untuk memberikan ruang konstruksi yang optimal, sementara itu meminimalkan gangguan pada aktivitas transportasi umum. Dishub juga menyebutkan bahwa separator akan dipasang kembali setelah pengerjaan rampung, dengan upaya mengembalikan kondisi jalan seperti semula.

Proyek ini menjadi salah satu inisiatif penting dalam upaya menghadapi cuaca ekstrem yang sering terjadi di Jakarta. Selain itu, pemasangan rumah pompa tersebut diproyeksikan bisa mengurangi beban pada saluran drainase utama dan membantu mengalirkan air hujan dengan lebih efisien. Dishub DKI memastikan bahwa pengaturan lalu lintas selama Ada Proyek Pompa Air tidak akan mengganggu akses ke beberapa area strategis, meski perlu penyesuaian sementara.

Dalam penerapannya, Dishub juga melakukan evaluasi terhadap akses pejalan kaki, khususnya di sisi kiri jalan yang menjadi jalur alternatif. Pengguna jalan kaki diimbau untuk berhati-hati dan mengikuti jalur yang telah ditentukan. Pengaturan ini memperlihatkan kesiapan pihak terkait dalam memastikan keselamatan bagi semua pengguna jalan, baik kendaraan maupun pejalan kaki, selama Ada Proyek Pompa Air berlangsung.

Leave a Comment