Pemilu Presiden Peru Berlangsung pada Hari Minggu
Peru Gelar Pilpres Ke 9 dalam 10 – Pemilihan presiden Peru dijadwalkan berlangsung pada hari Minggu, sesuai waktu setempat. Ini akan menjadi pemilihan ke-9 dalam 10 tahun terakhir, dengan warga memilih antara dua kandidat utama: Roberto Sanchez dari kubu sosialis demokrat dan Keiko Fujimori dari kubu neoliberal.
Kandidat dan Tantangan Politik
Pemilu putaran kedua kali ini diprediksi akan berlangsung sengit, terutama karena isu ketidakstabilan politik dan meningkatnya tingkat kejahatan yang menjadi fokus utama calon.
“Saya menegaskan bahwa dana kampanye saya dikelola secara transparan,” tegas Sanchez terkait tuduhan pelanggaran pendanaan yang diajukan oleh jaksa.
Sanchez, seorang anggota kongres dan mantan menteri, didukung oleh mantan Presiden Pedro Castillo. Ia berkomitmen untuk menjaga stabilitas ekonomi sambil mengatasi korupsi. Sementara itu, Fujimori, putri mantan Presiden otokratis Alberto Fujimori, menjanjikan kebijakan keamanan yang lebih ketat, termasuk peningkatan penggunaan militer.
Daftar Presiden Peru dalam 10 Tahun Terakhir
Kemarin, Peru mengalami gelombang pergantian kepemimpinan setelah delapan orang memegang jabatan presiden sejak 2016. Berikut daftar para pemimpin:
- Pedro Pablo Kuczynski (Juli 2016 – Maret 2018)
- Martin Vizcarra (Maret 2018 – November 2020)
- Manuel Merino (10 November 2020 – 15 November 2020)
- Francisco Sagasti (November 2020 – Juli 2021)
- Pedro Castillo (Juli 2021 – Desember 2022)
- Dina Boluarte (Desember 2022 – Oktober 2025)
- Jose Jeri (Oktober 2025 – Februari 2026)
- Jose Maria Balcazar (Februari 2026 – petahana)
Kemungkinan Pemimpin Baru
Pemilih berjumlah sekitar 27 juta orang akan menentukan masa jabatan lima tahun bagi presiden terpilih. Tidak ada kandidat yang mendapat mayoritas legislatif, sehingga menambah risiko berlanjutnya ketidakstabilan.
Pemenang dari pemilu hari Minggu ini akan menggantikan presiden sementara Balcazar pada 28 Juli 2026.
