Internasional

Latest Program: Iran Ingin Deal dengan AS Harus Akhiri Perang di Semua Front

Iran Minta Deal dengan AS Syaratnya Perang di Semua Front Berakhir Latest Program - Kazem Gharibabadi, Wakil Menteri Luar Negeri Iran, menyatakan bahwa setiap

Desk Internasional
Published Mei 19, 2026
Reading time 2 minutes
Conversation No comments

Iran Minta Deal dengan AS Syaratnya Perang di Semua Front Berakhir

Latest Program – Kazem Gharibabadi, Wakil Menteri Luar Negeri Iran, menyatakan bahwa setiap kesepakatan antara Teheran dan Amerika Serikat (AS) harus mencakup penyelesaian konflik di seluruh wilayah perang, termasuk pembebasan sanksi dan pembatasan pelayaran yang diterapkan Washington terhadap Iran.

Dalam wawancara dengan anggota Komisi Keamanan Nasional dan Kebijakan Luar Negeri Iran, Gharibabadi menekankan bahwa AS menawarkan gencatan senjata dan negosiasi, sementara Iran mempertahankan tuntutan untuk memastikan akhir perang di segala front.

Perundingan Melalui Mediator Pakistan

Juru bicara komisi tersebut, Ebrahim Rezaei, menjelaskan bahwa Gharibabadi memberikan pemutakhiran terkini kepada para anggota parlemen tentang negosiasi langsung antara Teheran dan Washington, serta proposal yang saling ditawarkan melalui Islamabad sebagai pihak perantara.

“Gharibabadi menegaskan bahwa konflik harus selesai di setiap wilayah perang, seperti Lebanon, serta AS perlu menarik diri dari area sekitar Iran, membebaskan aset Teheran, dan menghentikan blokade laut,” ujar Rezaei.

Dalam wawancara, Rezaei juga menyebutkan bahwa Iran tidak pernah mencoba negosiasi selama perang berlangsung, sementara AS menuntut gencatan senjata sebagai langkah awal untuk mencapai kesepakatan.

Seorang sumber dari Pakistan mengatakan bahwa proses perdamaian antara Iran dan AS belum menunjukkan kemajuan signifikan, karena kedua pihak terus mengubah target mereka.

“Kita tidak memiliki banyak waktu,” tambah sumber Pakistan tersebut.

Usulan dan Tanggapan Dari Kedua Pihak

Iran telah mengirimkan proposal terbaru melalui Islamabad, namun belum menerima respons resmi dari Washington. Di sisi lain, juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baghaei, menyatakan bahwa tuntutan Iran, seperti pembebasan aset yang dibekukan di luar negeri, sudah disampaikan kepada AS melalui mediasi Pakistan.

“Poin utama yang dibahas mencakup tuntutan Iran yang diusulkan secara konsisten oleh tim negosiasi,” ujarnya.

Sejumlah kondisi yang dipertimbangkan Iran meliputi ganti rugi atas kerusakan akibat perang, penghentian blokade terhadap pelabuhan Teheran, dan penyelesaian pertempuran di seluruh front, termasuk wilayah Lebanon yang menjadi tempat perang antara Israel dan Hizbullah, kelompok yang didukung Iran.

AS, di sisi lain, menekankan kebutuhan Iran untuk menghentikan program nuklirnya serta mengangkat penghalang efektif di Selat Hormuz, yang merupakan jalur utama pengiriman minyak dan gas global.

Kedua belah pihak terus bertukar proposal dalam beberapa minggu terakhir, meski gencatan senjata yang sekarang berlangsung tergolong rentan. Namun, negosiasi damai yang dimediasi Pakistan sempat terhenti karena Presiden AS Donald Trump menyebut kondisi gencatan senjata “sedang dalam kritis”.

Leave a Comment