Internasional

Serangan Drone Tewaskan 28 Orang di Pasar Sudan

28 Orang di Pasar Sudan Serangan Drone Tewaskan 28 Orang di Pasar - Sebuah serangan drone yang menewaskan 28 orang terjadi di pasar utama kota Sudan pada

Desk Internasional
Published Mei 19, 2026
Reading time 3 minutes
Conversation No comments

Serangan Drone Tewaskan 28 Orang di Pasar Sudan

Serangan Drone Tewaskan 28 Orang di Pasar – Sebuah serangan drone yang menewaskan 28 orang terjadi di pasar utama kota Sudan pada Selasa, 19 Mei 2026, menurut laporan dari AFP. Peristiwa ini menimbulkan kekacauan besar, dengan korban-korban dibawa ke Rumah Sakit Ghubaysh setelah serangan berlangsung. Insiden tersebut memicu reaksi cepat dari masyarakat setempat serta pengamatan internasional terhadap eskalasi konflik di wilayah tersebut.

Latar Belakang Konflik

Konflik antara militer Sudan dan Angkatan Bersenjata Pemuda Revolusi (RSF) telah berlangsung selama lebih dari tiga tahun, sejak April 2023. Pertempuran ini menyebar ke beberapa wilayah strategis, termasuk Darfur Barat, Kordofan Selatan, serta Negara Bagian Nil Biru di bagian selatan Sudan. Sejumlah pihak menganggap konflik ini adalah salah satu dari beberapa episode paling sengit dalam sejarah perang Sudan.

Sebelum kejadian di pasar, konflik telah memicu serangkaian insiden kekerasan yang menargetkan objek militer dan warga sipil. Menurut saksi mata, serangan drone pada 19 Mei 2026 terjadi di area yang sangat padat, dengan aktivitas pasar yang biasanya penuh sesak. Pasar ini menjadi pusat kehidupan ekonomi dan sosial bagi banyak penduduk, sehingga kematian 28 orang dalam kejadian tersebut meninggalkan dampak yang luas.

Detail Serangan dan Korban

Menurut sumber medis serta beberapa saksi yang ditemui, serangan drone terjadi di pagi hari, sekitar pukul 09.00 waktu setempat. Drone tersebut meluncur dari arah yang tidak teridentifikasi, menghantam bangunan di pasar utama. Korban tewas terdiri dari warga sipil, termasuk anak-anak, wanita, dan lansia, yang sedang berbelanja atau beristirahat di area tersebut.

Berdasarkan informasi yang didapat, beberapa saksi menyatakan bahwa drone sebelumnya menargetkan kendaraan milik RSF, dengan tiga orang tewas di dalamnya. Serangan ini terjadi dalam jangka waktu singkat, tetapi menyebabkan kerusakan signifikan. Korban yang terluka mengalami cedera berat, termasuk luka di kepala dan perut, yang membutuhkan perawatan intensif di rumah sakit. Seorang saksi juga mengklaim bahwa kejadian ini memicu kepanikan di kalangan pengunjung pasar.

“Serangan drone yang menewaskan tiga orang di dalam kendaraan RSF dan menghancurkan bangunan pasar tersebut adalah tindakan yang sangat memprihatinkan,”

kata saksi mata yang ditemui reporter. Kejadian ini memperlihatkan intensitas serangan yang semakin meningkat, terutama di wilayah kota yang menjadi pusat kehidupan warga sipil.

Respons Pihak Terkait

Perwakilan militer Sudan membantah klaim bahwa mereka bertanggung jawab atas serangan drone tersebut. Mereka menyatakan bahwa operasi dilakukan secara strategis untuk menargetkan objek militer, seperti kendaraan tempur dan penyimpanan senjata, yang berada di dekat pasar. Namun, sejumlah pihak menilai bahwa jangkauan serangan drone terlalu luas, sehingga menyasar warga sipil secara tidak sengaja.

Sementara itu, RSF belum memberikan pernyataan resmi mengenai insiden tersebut. Namun, dari sumber internal, disebutkan bahwa mereka sedang menyelidiki kemungkinan serangan yang dilakukan oleh militer Sudan. Beberapa anggota RSF menyatakan bahwa serangan drone ini adalah bagian dari upaya untuk mengganggu pasokan logistik dan memperkuat dominasi militer di kota tersebut.

Insiden ini menambah jumlah korban tewas akibat serangan drone sejak Januari 2026. Laporan terbaru dari PBB menyebutkan bahwa setidaknya 880 warga sipil tewas akibat serangan-serangan semacam ini. Serangan drone di pasar Sudan menjadi contoh bagaimana kekerasan memasuki titik kritis dalam perang yang semakin berdarah.

Dampak Konflik yang Berkepanjangan

Konflik yang memasuki tahun keempat telah menyebabkan kematian ratusan ribu orang, dengan lebih dari 11 juta penduduk terpaksa mengungsi. Dalam laporan terbaru, Perserikatan Bangsa-Bangsa menegaskan bahwa perang di Sudan menjadi krisis kemanusiaan terburuk dalam sejarah global. Serangan drone di pasar Sudan, yang menewaskan 28 orang, merupakan salah satu dari serangkaian kejadian memperparah kerusakan akibat konflik yang berkepanjangan.

Korban tewas dan cedera dalam insiden ini mengingatkan kembali akan efek jangka panjang dari pertempuran yang terus-menerus. PBB menyoroti bahwa serangan-serangan drone tidak hanya memengaruhi kehidupan warga sipil, tetapi juga memperburuk kondisi bencana di kota-kota yang menjadi pusat konflik. Keseluruhan peristiwa ini menimbulkan pertanyaan tentang tanggung jawab pihak yang menargetkan warga sipil dalam operasi militer.

Leave a Comment