30 Jam Berlalu, Pemadaman Api di Pabrik Plastik Jakbar Masih Berlangsung
30 Jam Berlalu – Setelah 30 jam berlalu, situasi kebakaran yang melanda pabrik plastik di wilayah Jakarta Barat masih dalam proses pemadaman. Api yang pertama kali membara pada Senin (18/5) pukul 14.31 WIB belum sepenuhnya padam, meski petugas pemadam kebakaran (damkar) terus berupaya keras untuk mengendalikan situasi. Sejumlah peralatan dan teknik modern telah diterapkan guna memastikan tidak ada sisa api yang mungkin memicu kembali kebakaran.
Proses Pemadaman yang Berlangsung Intens
Sejak pukul 16.20 WIB, tim pemadam fokus pada upaya pendinginan dan pengurangan risiko ledakan. Status api hingga Selasa (19/5) malam ini masih tergolong stabil, meski terus disemprotkan air di area yang terbakar. Lokasi kejadian berada di Jalan Peternakan Raya, Gang Semut, RT 06 RW 04, Kelurahan Kapuk, Kecamatan Cengkareng, Jakarta Barat. Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) Jakbar menjelaskan bahwa pemadaman memerlukan waktu yang cukup lama karena luas area yang terkena api mencapai sekitar 1.000 meter persegi.
“Kronologi kejadian, karyawan yang sedang bekerja tiba-tiba melihat api membesar di gudang penyimpanan kardus dan plastik. Mereka melaporkan ke sekuriti dan mencoba memadamkan menggunakan APAR. Setelah itu, sekuriti segera menghubungi pemadam kebakaran,” kata Kasiops Sudin Gulkarmat Jakbar, Achmad Saiful Kahfi.
Pemadaman api membutuhkan penanganan yang hati-hati, terutama mengingat adanya risiko gas berbahaya dan paparan bahan kimia. Untuk mengurangi bahaya tersebut, damkar memanfaatkan robot sebagai alat bantu. Robot tersebut diterjunkan ke dalam bangunan untuk menyusuri area yang sulit dijangkau serta memeriksa keberadaan sumber api yang tersisa.
Upaya Kordinasi dan Penanganan Darurat
Dalam 30 jam berlalu ini, sebanyak 27 unit mobil pemadam dan 135 personel telah dikerahkan ke lokasi. Kordinasi antara tim damkar dan warga sekitar terus dilakukan guna memastikan keamanan dan stabilitas area. Pemadaman api terus berlangsung hingga saat ini, karena angin dan kondisi cuaca yang tidak selalu mendukung memperpanjang waktu penanganan.
Kebakaran yang terjadi di pabrik plastik tersebut mengakibatkan tiga korban luka. Dua di antaranya adalah personel damkar, sedangkan satu korban merupakan warga setempat. Meski tidak ada korban jiwa yang tercatat, kejadian ini menyebabkan kerugian material yang signifikan. Sejumlah peralatan produksi dan bahan baku terbakar, yang berdampak pada gangguan operasional pabrik tersebut.
Pemadaman api yang masih berlangsung menunjukkan betapa besar upaya yang dibutuhkan untuk mengatasi kebakaran. Dengan 30 jam berlalu, tim pemadam tetap optimistis bahwa api akan benar-benar padam dalam waktu dekat. Namun, mereka tetap berhati-hati karena ada kemungkinan sisa-sisa api masih bisa memicu pembakaran kembali.
Kebakaran di pabrik plastik Jakbar ini menjadi perhatian publik karena dampaknya terhadap lingkungan sekitar dan potensi ancaman ke kawasan lain. Warga sekitar terus mengawasi proses pemadaman, sementara pihak kecamatan dan dinas terkait memantau perkembangan secara berkala. Kebakaran ini juga memperlihatkan pentingnya kesadaran keamanan di tempat kerja, khususnya di industri yang berisiko tinggi seperti pabrik plastik.
