Internasional

Main Agenda: Xi Jinping Ingatkan Trump Jika Isu Taiwan Bisa Picu Konflik China-AS

ping Remind Trump that Taiwan Issue Could Spark China-US Conflict Main Agenda - Kemarin, Presiden Tiongkok Xi Jinping dan Presiden Amerika Serikat Donald

Desk Internasional
Published Mei 15, 2026
Reading time 1 minutes
Conversation No comments

Xi Jinping Remind Trump that Taiwan Issue Could Spark China-US Conflict

Main Agenda – Kemarin, Presiden Tiongkok Xi Jinping dan Presiden Amerika Serikat Donald Trump melakukan pertemuan strategis di Beijing. Topik yang dibahas mencakup berbagai isu bilateral, termasuk perspektif Beijing terhadap status Taiwan.

“Isu Taiwan adalah aspek paling kritis dalam hubungan Tiongkok dan Amerika Serikat,” ujar Xi dalam sesi pertemuan, menurut laporan CCTV dan AFP, Kamis (14/5/2026).

Kunjungan Trump ke Beijing ini merupakan pertemuan pertama seorang presiden AS dalam sepuluh tahun terakhir. Xi menyambut dengan upacara resmi dan seremoni yang megah di Aula Rakyat di Beijing, pagi hari.

“Jika isu ini tidak dikelola dengan bijak, risiko konflik antara kedua negara akan meningkat, merugikan stabilitas hubungan bilateral,” tambah Xi kepada Trump.

Setelah upacara penyambutan selesai, Trump memulai pertemuan dengan jabat tangan. Ia menyampaikan apresiasi terhadap prestasi Xi, menyebutnya sebagai “pemimpin yang luar biasa” dan “teman dekat”.

“Saya sangat menghormati Tiongkok, kerja Anda luar biasa. Anda adalah pemimpin hebat, dan saya berkata ini kepada semua orang,” puji Trump.

“Seringkali orang tidak menyukai saya mengatakannya, tapi saya tetap bersikeras karena itu benar,” sambung Trump.

Di sisi lain, Xi menyampaikan pesan yang lebih tegas. Ia menekankan bahwa hubungan China-AS seharusnya berlandaskan kerja sama, bukan persaingan.

“Kerja sama antara Tiongkok dan AS memberi manfaat besar bagi dunia, sementara konfrontasi mengancam kedua pihak. Kami harus menjadi mitra, bukan lawan,” kata Xi.

Perjumpaan ini terjadi setelah AS dan Tiongkok terlibat dalam perang dagang yang berlangsung lama sejak tahun 2025, serta berselisih di beberapa isu global utama.

Leave a Comment