Berita

Polisi Buru Pemotor yang Lindas Mahasiswi Unpad di Gang Sempit Jatinangor

Polisi Buru Pemotor yang Lindas Mahasiswi Unpad di Gang Sempit Jatinangor Polisi Buru Pemotor yang Lindas Mahasiswi – Insiden kecelakaan yang menimpa seorang

Desk Berita
Published Mei 15, 2026
Reading time 3 minutes
Conversation No comments

Polisi Buru Pemotor yang Lindas Mahasiswi Unpad di Gang Sempit Jatinangor

Polisi Buru Pemotor yang Lindas Mahasiswi – Insiden kecelakaan yang menimpa seorang mahasiswi Universitas Padjadjaran (Unpad) di Jatinangor, Sumedang, Jawa Barat, terus menjadi sorotan publik. Pihak kepolisian tengah memburu pemotor yang diduga menyebabkan korban terluka akibat dilindas oleh kendaraannya di gang sempit yang memicu kekacauan. Kasus ini dikelompokkan sebagai tindakan penganiayaan, karena korban mengalami luka serius setelah tabrakan tak terduga terjadi.

Diskripsi Kejadian di Gang Sempit

Kecelakaan terjadi pada Selasa (12/5) malam, tepatnya di Gang Masjid Baru, Desa Hegarmanah, Kecamatan Jatinangor, Sumedang. Lokasi yang sempit dan gelap menjadi faktor utama kejadian tersebut. Dalam rekaman video CCTV, terlihat mahasiswi yang berjalan kaki di jalan setapak tiba-tiba terlindas oleh sepeda motor yang melintas dengan kecepatan tinggi. Video ini kemudian viral di berbagai media sosial, menarik perhatian warga sekitar dan memicu seruan untuk tindakan cepat dari polisi.

Korban, yang berinisial CG, dalam kondisi memprihatinkan setelah insiden. Menurut saksi mata, kejadian terjadi saat korban berjalan sendirian di gang yang hampir tidak memiliki ruang untuk kendaraan. “Saya lihat korban terlindas dari belakang, lalu terjatuh. Motor langsung melarikan diri,” ujar salah satu warga yang segera melaporkan kejadian tersebut ke polisi. Kejadian ini menimbulkan kecemasan di antara masyarakat, khususnya bagi para pelajar yang sering melewati jalur tersebut.

Penyelidikan oleh Polisi dan Bukti Video CCTV

Setelah menerima laporan, Polsek Jatinangor langsung melakukan penyelidikan. Kanit Reskrim Polsek Jatinangor, Ipda Hendi Setiawan, menjelaskan bahwa polisi sedang memproses video CCTV sebagai salah satu bukti utama. “Kita sudah mengecek rekaman CCTV untuk memahami alur kejadian secara lebih detail,” kata Hendi, seperti yang dilaporkan detikJabar pada Kamis (14/5/2026). Berdasarkan hasil pemeriksaan, polisi memastikan bahwa pelaku tidak mengambil barang berharga dari korban, meski ada rumor yang menyebutkan bahwa tindakan tersebut bisa dikategorikan sebagai begal.

Menurut Hendi, korban hanya mengalami luka ringan akibat tabrakan, bukan tindakan pelecehan fisik. “Tidak ada bukti yang menunjukkan korban mengalami pelecehan atau pemerkosaan, meski ada kemungkinan korban mengalami kepanikan akibat situasi yang tiba-tiba,” jelasnya. Pihak kepolisian juga sedang mengumpulkan saksi-saksi lain di sekitar area kejadian untuk memperkuat kasus ini. “Kita masih mengumpulkan data tambahan untuk mengidentifikasi pelaku secara pasti,” tambah Hendi, menegaskan bahwa penyelidikan akan terus dilakukan hingga ditemukan jawaban akhir.

Deteksi dan Penyebab Kejadian

Salah satu fokus utama dalam penyelidikan adalah menentukan penyebab kecelakaan tersebut. Dugaan sementara menyebutkan bahwa pelaku mempercepat laju kendaraannya saat melintas di gang sempit tanpa memperhatikan kondisi sekitar. “Kemungkinan pelaku tidak menyadari korban berjalan di jalan setapak, sehingga mengakibatkan tabrakan tak terduga,” kata Hendi. Polisi juga sedang menyelidiki apakah pelaku melanggar aturan lalu lintas atau melakukan kesalahan lain yang berpotensi menyebabkan kecelakaan.

Sebagai bagian dari penyelidikan, polisi juga mengecek kondisi sekitar gang yang menjadi lokasi kejadian. Menurut pihak kepolisian, gang tersebut sering dipakai oleh warga untuk berjalan kaki, tetapi jarang digunakan oleh kendaraan motor. “Dari sisi keamanan, gang ini bisa dianggap aman, tetapi situasi tersebut bisa berubah jika ada pelaku yang tidak waspada,” imbuh Hendi. Pihak kepolisian juga berharap informasi dari warga sekitar dapat membantu mempercepat proses identifikasi pelaku.

Respons Masyarakat dan Seruan Penyelidikan

Insiden ini memicu reaksi cepat dari masyarakat setempat. Para warga sekitar gang yang sempit langsung berupaya memberikan bantuan kepada korban setelah mengetahui kejadian tersebut. “Kami berharap polisi segera menemukan pelakunya, agar kejadian semacam ini tidak terulang,” ujar seorang warga yang enggan disebutkan namanya. Selain itu, kejadian ini juga menarik perhatian pelajar lain yang berada di sekitar area tersebut.

Di sisi lain, keluarga korban menyampaikan harapan agar pelaku dikenai sanksi tegas. “Kami minta polisi segera mengungkap siapa pelakunya, karena ini sangat menggemparkan,” kata orang tua korban. Polisi juga berupaya mempercepat proses penyelidikan agar kasus ini segera terungkap. Sejumlah warga menghimpun informasi dan gambaran tentang pelaku, sementara polisi tetap bekerja untuk mengejar pelaku yang diduga menghindari tindakan.

Kasus ini tidak hanya menjadi perhatian masyarakat setempat, tetapi juga menarik perhatian media lokal dan nasional. Dalam beberapa hari terakhir, berbagai platform media sosial menjadi tempat berdiskusi tentang kejadian tersebut. “Kita sudah berupaya menyebarluaskan informasi ke berbagai media untuk mempercepat proses penyelidikan,” kata Hendi. Dengan bantuan media, polisi berharap dapat mendapatkan petunjuk tambahan yang bisa mempercepat identifikasi pelaku.

Leave a Comment