Internasional

6 Hari Hilang di Gunung Everest – Sherpa Nepal Ditemukan Selamat

6 Hari Hilang di Gunung Everest, Pemandu Pendakian Nepal Ditemukan Selamat 6 Hari Hilang di Gunung Everest - Setelah berjuang selama enam hari di tengah

Desk Internasional
Published Juni 4, 2026
Reading time 3 minutes
Conversation No comments

6 Hari Hilang di Gunung Everest, Pemandu Pendakian Nepal Ditemukan Selamat

6 Hari Hilang di Gunung Everest – Setelah berjuang selama enam hari di tengah kondisi cuaca ekstrem dan medan yang berbahaya, pemandu pendakian asal Nepal yang hilang di Gunung Everest akhirnya ditemukan dalam kondisi yang relatif baik. Kebahagiaan melanda keluarga dan rekan-rekan pendaki setelah informasi resmi mengungkap bahwa Dawa Sherpa, salah satu pemandu utama dalam ekspedisi tersebut, telah ditemukan di Base Camp pada pagi hari 4 Juni 2026. Temuan ini menjadi kejutan besar bagi dunia pendakian, karena kehilangan Dawa dianggap sebagai salah satu kasus yang paling mengkhawatirkan dalam musim pendakian tahun ini.

Pencarian Berjalan Tidak Mudah

Pencarian Dawa Sherpa yang hilang di Gunung Everest menjadi salah satu operasi terbesar dalam sejarah komunitas pendaki Nepal. Tim penyelamat, yang diketuai oleh Pemba Sherpa dari 8K Expeditions, menghabiskan waktu berjam-jam untuk memetakan area yang dikenal sebagai zona kematian, di mana tekanan oksigen sangat rendah dan suhu bisa turun hingga di bawah nol. Selama 6 hari hilang di Gunung Everest, pendaki lain dan pemandu lokal terus berusaha mengirimkan sinyal melalui perangkat komunikasi portabel, sekaligus melakukan pemeriksaan rutin di sekitar jalur pendakian.

Dawa Sherpa hilang setelah melewati ketinggian sekitar 7.950 meter, tempat yang dianggap sebagai bagian paling berbahaya dari perjalanan mendaki Everest. Seorang pendaki asal Inggris, Chris Thrall, mengungkapkan bahwa ia dan Dawa berhasil mencapai puncak pada 29 Mei 2026, tetapi pada hari Rabu (3/6), Thrall merasa khawatir karena Dawa tidak menyelesaikan perjalanan turun sesuai jadwal. Dalam video yang ia bagikan ke Instagram, Thrall menunjukkan ekspresi sedih sambil berdoa agar Dawa bisa kembali kecil.

Operasi pencarian dimulai dengan mobilisasi tim dari SPCC, yang bertugas menjaga kebersihan dan keselamatan di area gunung. Tim tersebut mengumpulkan informasi dari drone, sensor suhu, dan satelit untuk memperkecil area yang perlu dikaji. Dua hari setelah hilangnya Dawa, tim berhasil menemukan jejaknya di dekat Base Camp, di mana kondisi medan masih sangat berat. Menurut sumber AFP, keberhasilan pencarian ini tergantung pada keberanian dan keterampilan para pemandu yang terlibat, serta kemampuan teknologi yang digunakan.

Kondisi dan Keselamatan Setelah Ditemukan

Dawa Sherpa ditemukan dalam kondisi yang relatif stabil, meski masih membutuhkan perawatan intensif. Dokter di Rumah Sakit HAMS Kathmandu, Nishant Dhakal, menjelaskan bahwa pemandu tersebut mengalami radang dingin, luka akibat suhu ekstrem, dan dehidrasi. “Selama 6 hari hilang di Gunung Everest, Dawa mengalami perjalanan yang sangat melelahkan, tetapi keberhasilan penyelamatan menunjukkan konsistensi dan kecermatan tim yang terlibat,” kata Dhakal. Selain itu, tim medis juga memeriksa adanya trauma akibat jatuh atau terjebak di tempat yang terisolasi.

Dalam proses pencarian, para pemandu menghadapi tantangan besar, seperti badai salju, angin kencang, dan risiko slip di lapisan es yang licin. Dawa ditemukan setelah mengalami kelelahan ekstrem, di mana ia memutuskan untuk merangkak turun sambil mencari tempat untuk beristirahat. Menurut informasi yang diberikan, Dawa mengalami kelelahan karena harus berjalan sendirian di zona yang paling berbahaya. “Kami hampir menyerah, tetapi Dawa masih bertahan sampai akhirnya ditemukan,” kata Pemba Sherpa, yang mengawasi operasi tersebut.

Kebahagiaan ini juga dibawa oleh keluarga Dawa, yang selama ini memantau berita terkini tentang keberadaan ayah mereka. Istri Dawa, Damu Sherpa, menyatakan rasa gembira yang luar biasa. “Kami berdoa setiap hari agar Dawa bisa kembali ke sini. Setelah 6 hari hilang di Gunung Everest, saya kini bisa menenangkan pikiran,” katanya dalam wawancara eksklusif. Putri Dawa, Mendo Lhamu, mengatakan bahwa kejadian ini menjadi pengalaman yang tak terlupakan, karena mereka hampir tidak percaya ketika menerima kabar bahwa ayahnya masih hidup.

Dengan ditemukannya Dawa Sherpa, masyarakat pendaki menyambut keberhasilan ini sebagai tanda harapan bagi pendaki lain yang terjebak di zona berbahaya. Selama 6 hari hilang di Gunung Everest, banyak pendaki yang khawatir akan kematian Dawa, terutama karena ia dikenal sebagai pemandu yang sangat andal. Perjalanan pulang Dawa melalui Base Camp menjadi bagian dari perjuangan yang menunjukkan kesiapan tim dan komitmen untuk menyelamatkan nyawa di medan yang paling menantang.

Kasus ini juga menyoroti pentingnya peran pemandu lokal di Gunung Everest. Sebagai bagian dari komunitas pendaki, para Sherpa tidak hanya memandu pendaki, tetapi juga menjadi bagian dari tim yang menangani risiko dan situasi darurat. Dawa Sherpa, yang berusia 34 tahun, adalah salah satu dari sejumlah besar pemandu yang bekerja di puncak gunung. Kehilangannya selama 6 hari hilang di Gunung Everest menunjukkan bagaimana kondisi cuaca dan kelelahan bisa memengaruhi keselamatan selama perjalanan yang menantang.

Leave a Comment