Berita

Wajah Bopeng Trotoar Sentul gara-gara Diterabas Pemotor

Permukaan trotoar di Jalan Alternatif Sentul, Desa Cijujung, Kecamatan Sukaraja, Bogor, Jawa Barat, kini menunjukkan kondisi yang memprihatinkan. Wajah Bopeng

Desk Berita
Published Agustus 6, 2026
Reading time 3 minutes
Conversation No comments
Foto : Sandra Wilson - wahanaberita.com
Table of Contents
  1. Trotoar Sentul Rusak Akibat Dilewati Pemotor
  2. Related Reading

Trotoar Sentul Rusak Akibat Dilewati Pemotor

Wahanaberita.com – Permukaan trotoar di Jalan Alternatif Sentul, Desa Cijujung, Kecamatan Sukaraja, Bogor, Jawa Barat, kini menunjukkan kondisi yang memprihatinkan. Wajah Bopeng Trotoar Sentul gara-gara aktivitas pengendara sepeda motor yang terus-menerus menggunakan jalur pejalan kaki ini telah menyebabkan kerusakan signifikan. Kondisi ini menjadi perhatian warga setempat yang merasa terganggu dengan pemandangan tersebut.

Berdasarkan pengamatan detikcom pada Kamis (6/8/2026), aktivitas pengendara motor di trotoar meningkat pesat saat waktu berangkat sekolah. Mulai pukul 06.30 WIB, kendaraan roda dua terus melintas setiap beberapa menit sekali. Peningkatan lalu lintas ini terjadi karena banyak orang tua yang mengantar anak-anak ke sekolah terdekat.

Trotoar yang Hancur Akibat Beban Berlebih

Beberapa bagian trotoar terlihat hancur akibat tekanan kendaraan roda dua yang terus-menerus melintas. Batu-batu penutup trotoar pecah dan potongan-potongan pecahannya berserakan di sekitar area yang rusak. Kerusakan ini tidak hanya mengganggu kenyamanan pejalan kaki, tetapi juga berpotensi menyebabkan kecelakaan.

Amir, seorang warga setempat berusia 58 tahun, menyatakan bahwa pemandangan motor melintas di trotoar sudah menjadi hal yang biasa. Menurutnya, para pengendara hanya menghindari jalur ini ketika petugas kepolisian sedang berjaga di lokasi. Fenomena ini menunjukkan bahwa kesadaran masyarakat masih perlu ditingkatkan.

“Kalau umpama polisi ada di situ mah sampai sini (tak sampai trotoar) saja semua motor mah. Ngumpulnya di sini, pada jalan anaknya,” jelasnya.

Menurut Amir, kerusakan trotoar ini sudah berlangsung lama. Para pemotor yang bandel terus menggunakan jalur tersebut meskipun kondisinya tidak layak. Hal ini diperparah dengan minimnya pengawasan dari petugas terkait.

“Memang baru-baru ini aja, baru dibangun aja udah pada itu rusak soalnya kan motor masuk ke situ semua. Jadi kalau ada polisi doang nggak bisa,” bebernya.

Sudah Menjadi Kebiasaan Warga

Warga lain bernama Amir (70) juga merasakan hal serupa. Ia menjelaskan bahwa aktivitas motor di trotoar sudah menjadi pemandangan sehari-hari, terutama untuk mengantar anak-anak sekolah. Setiap pagi, Amir bertugas sebagai pak ogah di depan gang Jalan Siliwangi. Bagi dirinya, melihat sepeda motor melaju di jalur yang seharusnya untuk pejalan kaki bukanlah hal yang aneh lagi.

“Iya biasanya buat antar anak sekolah. Sudah biasa (lihat), mungkin malas muter karena jauh,” imbuh dia.

Detikcom juga telah menghubungi beberapa pengendara motor yang menggunakan trotoar. Salah satunya mengungkapkan alasan memilih jalur tersebut adalah untuk menghindari jalan memutar yang lebih panjang. Alasan ini sejalan dengan pernyataan warga setempat.

“Kalau mutar jalannya jauh,” ujar salah satu pengendara.

Alasan Memutar Jauh dan Solusi yang Diperlukan

Amir menambahkan bahwa para pemotor yang mengantar siswa ke sekolah cenderung enggan memutar balik karena jaraknya lebih jauh. Mereka akhirnya mencari jalan pintas melalui trotoar. Ada SMP belakang perumahan sini yang menjadi tujuan utama para pengendara.

“Ada SMP belakang perumahan sini. Iya, nanti kalau muter mah jauh. Lewat sini (trotoar) saja terus,” kata Amir.

Menurut Amir, sesekali petugas lalu lintas juga berjaga di sekitar lokasi tersebut. Selain pelajar, banyak juga para tukang yang melintasi jalur ini. Kondisi ini menunjukkan bahwa trotoar digunakan oleh berbagai kalangan masyarakat.

“Iya, anak sekolah semua (yang lewat). Ya kadang-kadang ada juga tukang jualan gitu lewat sana, tukang tempe apa tukang apa gitu ya,” imbuhnya.

FAQ: Pertanyaan Umum Tentang Trotoar Sentul

1. Mengapa trotoar Sentul sering dilalui pemotor? Trotoar Sentul sering dilalui pemotor karena mereka mencari jalan pintas untuk mengantar anak sekolah atau menghindari jalan memutar yang lebih jauh.

2. Kapan waktu tersibuk pemotor di trotoar? Waktu tersibuk adalah saat berangkat sekolah, mulai pukul 06.30 WIB, ketika banyak kendaraan roda dua melintas setiap beberapa menit sekali.

3. Apa yang menyebabkan trotoar rusak? Kerusakan trotoar disebabkan oleh tekanan terus-menerus dari kendaraan roda dua yang melintas di atasnya, terutama setelah trotoar baru dibangun.

4. Apakah ada petugas yang menjaga trotoar? Ya, sesekali petugas lalu lintas dan kepolisian berjaga di sekitar lokasi untuk mencegah pemotor menggunakan trotoar.

5. Siapa saja yang menggunakan trotoar selain pelajar? Selain pelajar, trotoar juga digunakan oleh para tukang jualan seperti tukang tempe dan pedagang lainnya yang melintasi jalur tersebut.

Leave a Comment