Mahasiswa ITB Hilang di Gunung Puntang Bandung
Mahasiswa ITB Hilang di Gunung Puntang – Seorang mahasiswa Institut Teknologi Bandung (ITB) hilang di Gunung Puntang, Jawa Barat, pada Minggu (10/5/2026). Informasi mengenai kehilangan tersebut diumumkan oleh Kepala Kantor SAR Bandung, Ade Dian Permana, melalui laporan Antara. Tim SAR langsung dikerahkan setelah menerima aduan dari pendaki yang terdampar di jalur Gunung Puntang melalui Pasir Kuda, Desa Mekarjaya, Kecamatan Arjasari. Penyelidikan awal menunjukkan bahwa kejadian ini terjadi saat pendaki mencoba mengeksplorasi area yang kurang dikenal oleh sebagian besar wisatawan.
Detil Insiden
Menurut Ade, insiden tersebut melibatkan tiga pendaki yang memulai perjalanan menuju Puncak Mega sekitar pukul 07.45 WIB. Mereka tiba di puncak pada pukul 12.00 WIB dan beristirahat selama satu jam sebelum memutuskan untuk turun ke basecamp Gunung Puntang. Namun, saat kedua temannya tiba di basecamp sekitar pukul 16.00 WIB, pendaki yang satu orang belum kembali. Kejadian ini menimbulkan kekhawatiran karena jalur Gunung Puntang terkenal dengan kondisi medan yang terjal dan cuaca yang bisa berubah mendadak.
“Tim SAR Bandung melakukan pengecekan dan pencarian bersama tim SAR gabungan yang sudah ada di lokasi,” kata Ade. Ia menjelaskan bahwa penyelidikan awal menunjukkan bahwa pendaki tersebut kemungkinan tersesat di jalur yang tidak biasa dilalui. Lokasi kejadian terjadi di sekitar Pasir Kuda, yang menjadi pintu masuk utama ke Gunung Puntang.
Upaya Pencarian
Setelah menerima laporan, Kantor SAR Bandung segera mengirimkan satu tim penyelamat ke lokasi guna melakukan pengecekan dan pencarian bersama tim SAR gabungan. Operasi ini melibatkan beberapa instansi, termasuk Brimob dan Tim Ranger Pasir Kuda, serta menggunakan peralatan seperti sepeda, alat komunikasi, perlengkapan medis, dan kendaraan rescue untuk mempercepat proses pencarian. Ade menyebutkan bahwa kondisi cuaca di lokasi dilaporkan berawan, yang memengaruhi visibilitas dan memperbesar risiko pendaki tersesat.
Pencarian dilakukan secara intensif sejak hari Sabtu (9/5/2026), dengan tim SAR menyisir area yang mungkin menjadi tempat hilangnya korban. Pihak SAR mengungkapkan bahwa upaya pencarian mandiri dengan bantuan ranger basecamp berlangsung hingga pukul 22.00 WIB. Namun, korban masih belum ditemukan hingga hari Minggu. Dalam proses ini, tim SAR memanfaatkan teknologi seperti drone untuk menjangkau area yang sulit diakses.
“Hingga saat ini proses pencarian masih terus dilakukan oleh tim SAR gabungan dengan kondisi cuaca di lokasi dilaporkan berawan,” tambah Ade. Ia menegaskan bahwa tim terus memantau pergerakan pendaki dan mengerahkan sumber daya tambahan jika diperlukan. Pencarian berlangsung di wilayah yang mencakup jalur Pasir Kuda hingga basecamp Gunung Puntang, dengan fokus pada area yang kurang terpantau.
Analisis Risiko dan Kondisi Cuaca
Gunung Puntang, yang terletak di kabupaten Bandung, dikenal sebagai salah satu destinasi pendakian yang paling diminati di Jawa Barat. Namun, kejadian ini mengingatkan para pendaki tentang pentingnya persiapan yang matang sebelum menghadapi medan gunung yang berbatu dan berlumpur. Ade menjelaskan bahwa cuaca berawan pada hari kejadian memperbesar kemungkinan korban mengalami kesulitan menemukan arah karena visibilitas yang terbatas.
Dalam upaya mencari korban, tim SAR menggunakan strategi sistematis, termasuk membagi area pencarian menjadi bagian-bagian kecil untuk memastikan tidak ada sudut yang terlewat. Selain itu, pihak SAR juga bekerja sama dengan warga setempat yang memahami kondisi alam sekitar. “Kami mengandalkan informasi dari masyarakat setempat untuk mempercepat proses pencarian,” ujar Ade. Ia menambahkan bahwa tim SAR terus memperbarui status pencarian setiap hari melalui siaran langsung di media sosial.
Respons Komunitas dan Dukungan Publik
Insiden hilangnya mahasiswa ITB ini juga memicu perhatian masyarakat luas. Banyak warga Bandung dan pendaki lainnya menyampaikan dukungan melalui media sosial, menawarkan bantuan informasi atau menjelaskan jalur yang mungkin digunakan korban. Pihak SAR menyebutkan bahwa partisipasi masyarakat sangat berperan dalam mempercepat pencarian, terutama karena warga setempat memiliki pengetahuan tentang kondisi alam dan lingkungan sekitar.
Dalam beberapa hari terakhir, para pendaki dan pecinta alam di Jawa Barat juga membagikan tips keselamatan pendakian di Gunung Puntang. Mereka menekankan pentingnya membawa peta, kompas, dan alat komunikasi seluler. “Pendaki harus selalu waspada terhadap perubahan cuaca dan kondisi medan,” kata seorang pendaki yang aktif di media sosial. Insiden ini menjadi pengingat bagi banyak orang untuk lebih berhati-hati dalam melakukan pendakian.
Sementara itu, pihak SAR juga berkoordinasi dengan pihak berwenang setempat untuk memastikan semua kemungkinan dicari. Ade mengungkapkan bahwa proses pencarian akan dilanjutkan hingga semua pendaki ditemukan atau tanda-tanda keberadaannya terdeteksi. “Kami tidak menyerah meskipun masih terjadi hujan ringan di area Gunung Puntang,” katanya. Tim SAR juga memantau kondisi cuaca terkini untuk menyesuaikan strategi pencarian.