Berita

Visit Agenda: Golkar Puji Langkah Diplomatik Pemerintah Pulangkan 9 WNI Ditangkap Israel

Golkar Puji Langkah Diplomatik Pemerintah Pulangkan 9 WNI yang Ditangkap Israel Visit Agenda - Dalam rangkaian agenda kunjungan (Visit Agenda), Ketua Umum DPP

Desk Berita
Published Mei 25, 2026
Reading time 3 minutes
Conversation No comments

Golkar Puji Langkah Diplomatik Pemerintah Pulangkan 9 WNI yang Ditangkap Israel

Visit Agenda – Dalam rangkaian agenda kunjungan (Visit Agenda), Ketua Umum DPP Partai Golkar, Ace Hasan Syadzily, mengapresiasi upaya pemerintah dalam menyelesaikan kasus para warga negara Indonesia (WNI) yang ditahan Israel. Menurut Ace, langkah diplomatik yang dilakukan pemerintah, khususnya melalui Kedutaan Besar Indonesia di Turki, berhasil memulangkan sembilan relawan yang terjebak di wilayah konflik Gaza. Ia menilai ini sebagai bentuk komitmen kuat dalam menjaga kepentingan Indonesia di tengah situasi yang memanas di Timur Tengah.

“Visit Agenda menunjukkan bagaimana pemerintah mampu mengambil langkah strategis untuk memulangkan WNI yang ditahan Israel. Langkah ini tidak hanya memperbaiki citra Indonesia, tetapi juga memberi harapan bagi korban kekerasan di Gaza,” kata Ace saat memberikan pernyataan di Jakarta Barat, Minggu (24/5/2026).

Ace menekankan pentingnya pendampingan hukum bagi para WNI yang menjadi korban aksi Israel. Ia menyoroti bahwa pemulangan mereka harus diiringi pemeriksaan menyeluruh untuk memastikan hak-hak mereka terlindungi. “Tidak hanya dilepaskan, tetapi juga harus ada pemenuhan keadilan bagi mereka yang mengalami perlakuan kasar,” tambahnya, sambil menyoroti bagaimana keterlibatan media dan organisasi kemanusiaan menjadi faktor kunci dalam proses ini.

Peran Board of Peace dalam Mediasi Konflik

Kesuksesan pemulangan 9 WNI juga didukung oleh peran Board of Peace (BoP) dalam memfasilitasi mediasi antara pihak-pihak konflik. Ace mengkritik kebijakan Israel yang dianggap memperparah ketegangan di Gaza, tetapi menilai BoP sebagai pihak yang bisa memberikan solusi. “Board of Peace harus diperhitungkan dalam upaya mencapai perdamaian, karena mereka bisa menjadi jembatan antara Indonesia dan negara-negara klien Israel,” ujarnya, sambil mengingatkan bahwa Visit Agenda bisa memanfaatkan BoP sebagai alat diplomasi.

Menurut Ace, keberhasilan pemerintah dalam memulangkan WNI menunjukkan kesiapan Indonesia dalam menghadapi tekanan internasional. Ia mengharapkan peran aktif BoP dalam mengawasi proses mediasi terkait penangkapan tersebut. “Visit Agenda bisa menjadi peluang untuk menegaskan posisi Indonesia sebagai pihak netral yang peduli pada hak asasi manusia,” tambahnya.

Detail Penangkapan dan Pemulangan

Kapal bantuan kemanusiaan Global Sumud Flotilla (GSF) menjadi titik awal peristiwa penangkapan 9 WNI. Pada Senin (18/5) lalu, kapal tersebut dicegat pasukan Israel, menyebabkan sejumlah relawan ditahan. Menurut laporan, tindakan tersebut terjadi saat kapal berlayar ke Gaza untuk menyalurkan bantuan dan menerbitkan laporan kemanusiaan. Setelah negosiasi yang dipimpin otoritas lokal, sembilan WNI akhirnya dilepaskan pada Kamis (21/5) dan dibawa ke Turki.

Pemulangan WNI dilakukan setelah mereka tiba di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, pada Minggu (24/5) pagi. Mereka tiba dengan antusias, diiringi kerabat dan penggemar yang menunjukkan spanduk serta bendera Palestina. Ace mengatakan, proses pemulangan ini tidak hanya mencerminkan keberhasilan diplomasi, tetapi juga pentingnya keterlibatan media dan organisasi kemanusiaan dalam mengawal agenda kunjungan (Visit Agenda) ke wilayah konflik.

Daftar WNI yang Diculik Tentara Israel

Berikut adalah nama-nama sembilan WNI yang sempat ditahan Israel:

  1. Herman Budianto Sudarson (GPCI-Dompet Dhuafa) – Kapal Zapyro
  2. Ronggo Wirasanu (GPCI-Dompet Dhuafa) – Kapal Zapyro
  3. Andi Angga Prasadewa (GPCI-Rumah Zakat) – Kapal Josef
  4. Asad Aras Muhammad (GPCI-Spirit of Aqso) – Kapal Kasr-1
  5. Hendro Prasetyo (GPCI-SMART 171) – Kapal Kasr-1
  6. Bambang Noroyono (Republika) – Kapal BoraLize
  7. Thoudy Badai Rifan Billah (Republika) – Kapal Ozgurluk
  8. Andre Prasetyo Nugroho (Tempo) – Kapal Ozgurluk
  9. Rahendro Herubowo (Tim Me

Ace menegaskan bahwa keberhasilan Visit Agenda dalam pemulangan WNI harus diiringi upaya memperkuat hubungan bilateral dengan negara-negara tetangga. Ia juga berharap langkah pemerintah bisa menjadi contoh bagi negara lain dalam menghadapi situasi serupa. “Kita harus memastikan bahwa agenda kunjungan (Visit Agenda) tidak hanya sekadar peristiwa luar biasa, tetapi juga menjadi bagian dari strategi jangka panjang dalam diplomasi kemanusiaan,” pungkasnya.

Leave a Comment